Biolita, Desa Kalisari Raih Mandiri Energi Lewat Pembuatan Limbah Tahu
Sungai-sungai di sentra pengrajin tahu Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas kini telah bening. Sekitar delapan tahun silam, sungai tersebut berbuih putih dan menebar bau bacin akhir tercemar limbah cair. Perubahan mutu air sungai itu ialah buah kesuksesan pengolahan limbah tahu di desa tersebut. Limbah yang dulu menjadi sumber masalah, sekarang dikejar untuk diolah menjadi biogas.
Dulu, para pengrajin tahu di Desa Kalisari membuang limbah eksklusif ke tanah dan sungai. Akibatnya sungai tercemar dan baunya menyengat. Limbah tahu menjadi biang kerok persoalan lingkungan dan kesehatan penduduk . Mulai dari polusi udara, air, sampai kebersihan lingkungan menjadi masalah yang dihadapi desanya.
| Nama Inovasi | Biogas Limbah Tahu (Biolita) |
| Pengelola | Pemerintah Desa Kalisari |
| Alamat | Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah |
| Kontak | Azis Masruri |
| Telepon | +62-822-2644-7898 |
Tak cuma itu, polusi udara juga sempat dipersoalkan warga lokal abad itu. Ia mengemukakan, penguapan hasil olahan tahu juga menyebabkan tingginya kadar keasaman udara di kawasan tersebut. Termasuk persoalan kesehatan, banyak warga mengalami kudisan lantaran kerap mencuci tangan dan kaki di kanal air yang ternyata merupakan kawasan pemikiran limbah.
Sementara itu, flora padi yang ditanam di tanah bengkok desa juga pada tahun 2009 sempat mengalami puso (gagal panen) sebab adanya limbah tahu. Karena dalam bagian tanahnya terdapat endapan asam yang menciptakan kadar keasaman tanahnya cukup tinggi.
Sejumlah desa tetangga, mirip Desa Ciroyom, Karanglo, Cikembulan, dan Pancurendang kerap mengeluhkan eksistensi industri tahu di wilayahnya.
Pada 2009, Desa Kalisari mendapat pertolongan acara pengembangan teknologi reaktor untuk pembuatan limbah cair industri oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) lewat pendanaan dari Kementerian Ristek. Instalasi itu disebut Biogas Limbah Tahu (Biolita).
Pada 2013 ini, reaktor kembali dibangun atas prakarsa Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Pemprov Jateng. Dari reaktor yang dikelola Kelompok Biolita Kalisari, gas yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan pipa ke kompor rumah tangga warga yang sudah dimodifikasi.
Kelompok Biolita mampu menyuplai keperluan gas di 142 rumah tangga. Setiap rumah tangga cuma diwajibkan membayar iuran 15 ribu perbulan untuk operasional alat. Tak heran, Desa Kalisari merupakan salah satu desa yang dicanangkan selaku Desa Mandiri Energi oleh Gubernur Jateng dan Kemenristek.
Originally posted 2017-10-31 15:15:01.
0 Response to "Biolita, Desa Kalisari Raih Mandiri Energi Lewat Pembuatan Limbah Tahu"
Post a Comment