Bumdes Berkah Bareng , Karang Bunga Optimalkan Nilai Tambah Produk Unggulan Desa

Peran BUMDes Karang Bunga tidak hanya berfaedah untuk memberi nilai tambah kepada produk unggulan desa supaya bernilai ekonomi tinggi, tetapi sekaligus memutus mata rantai tengkulak yang merugikan petani.


Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, membuat terobosan. Melalui badan usaha milik desa, mereka mengurus dan memberi nilai tambah pada dua produk unggulan, yaitu jeruk siam banjar dan padi lokal.


Beberapa pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Bersama menawarkan cara membuat es krim jeruk di Desa Karang Bunga, Senin (8/7/2019). Jeruk diperas diambil sarinya lalu diolah dengan aneka macam bahan yang lain hingga menjadi es krim.


”Adonan mesti disimpan selama 24 jam supaya beku dan diproses lagi menjadi es krim jeruk,” kata Rumiati, Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan Desa Karang Bunga. Es krim jeruk dengan label antani, abreviasi dari anak petani, merupakan produk gres yang dikembangkan setahun terakhir. Harganya Rp 2.000 per wadah kecil dan Rp 3.000 per wadah besar. Produksinya masih dalam kecil-kecilan dan untuk menyanggupi pesanan, utamanya ketika ada warga yang menggelar hajatan.


”Dalam sebulan paling hanya 2-3 kali berproduksi. Total produksinya rata-rata 1.000 cup per bulan,” ujar Rumiati. Menurut Kepala Desa Karang Bunga Sarino, es krim jeruk antani merupakan penemuan desa untuk memberikan nilai tambah pada jeruk siam banjar, salah satu produk pertanian unggulan desa. Di Karang Bunga terdapat kebun jeruk siam dengan luas lebih dari 500 hektar. Setiap petani rata-rata memiliki kebun jeruk seluas 2 hektar.


”Kami mulai memproduksi es krim jeruk pertengahan tahun lalu setelah mendapat pelatihan dari mahasiswa-mahasiswi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjary, Banjarmasin. Produksi dan pemasaran es krim jeruk ditangani BUMDes,” ujarnya.


Karena produksinya masih skala kecil, BUMDes Berkah Bersama yang bangun pada tahun 2013 belum mampu berbelanja jeruk petani. ”Bahan baku jeruk masih berasal dari kebun milik desa,” ujar Ketua BUMDes Berkah Bersama Agus Esthi Panti Iti.


Agus menuturkan, BUMDes membentuk unit perjuangan gres untuk menanggulangi buatan dan penjualan es krim jeruk antani. Unit perjuangan es krim jeruk diurus dua orang. Namun, bila ada pesanan dalam jumlah besar, pengelola BUMDes yang lain ikut membantu.


”Kami masih berusaha mengelola izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan akta halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) supaya bisa dipasarkan secara luas,” katanya.


Pembelian gabah


Saat ini yang sudah berlangsung adalah BUMDes membeli gabah kering panen dari petani. Selain selaku pusat penghasil jeruk siam banjar, Karang Bunga dengan luas daerah 8,03 kilometer persegi dan berpenduduk sekitar 1.900 jiwa juga sebagai sentra penghasil padi, utamanya padi setempat varietas karang dukuh dan siam unus.


Sejak bangkit pada 2013, BUMDes Berkah Bersama berupaya supaya petani tak terjerat rentenir atau pengijon. Mereka senantiasa datang di awal ekspresi dominan tanam dan memperlihatkan bantuan modal atau kredit ke petani dengan tata cara ijon. ”Sistem itu merugikan petani sebab harga gabah dikala panen telah ditetapkan pengijon di permulaan demam isu tanam. Harganya selalu di bawah harga pasar,” kata Agus.


BUMDes yang memiliki unit perjuangan simpan pinjam dan perdagangan gabah ketika awal animo memberikan perlindungan modal sebesar Rp 1 juta. ”Bantuan modal itu tidak besar, tetapi cukup membantu petani mengawali kala tanam,” kata Heri Suprayitno (47), petani di Karang Bunga yang merasakan faedah BUMDes.


Sebelum ada BUMDes, Heri mengaku bergantung terhadap rentenir. Saat panen raya, gabahnya harus dijual kepada rentenir dengan harga ramah biaya untuk membayar derma. Selisihnya dengan harga pasaran gabah saat panen raya mampu Rp 20.000 per kaleng. Sementara BUMDes Berkah Bersama berbelanja gabah sesuai dengan harga pasaran saat panen. ”BUMDes menguntungkan petani ketika trend panen,” kata Somo (60), petani yang lain.


Menurut Agus, BUMDes memperlihatkan pertolongan tanpa bunga terhadap petani. Pinjaman itu dibayar dengan gabah dikala panen. Keuntungan BUMDes dalam perjuangan simpan pinjam dan jual beli gabah diperoleh dari selisih harga pembelian dan pemasaran gabah. Gabah yang dibeli dari petani pada isu terkini panen raya akan disimpan di gudang apalagi dulu dan gres dijual ke pasar beberapa bulan lalu.


”Gabah dijual pada permulaan tahun atau paling lambat bulan Februari. Pada saat itu harga gabah telah naik dan BUMDes untung rata-rata Rp 20.000 per kaleng,” katanya. BUMDes Berkah Bersama yang mulanya bangkit dengan dana swadaya baru menerima penguatan modal dari dana desa dua tahun lalu. Setelah melalui musyawarah desa, pada 2015 pemerintah Desa Karang Bunga mengalokasikan dana Rp 115,22 juta untuk modal BUMDes.


BUMDes mampu memperkuat unit usahanya dan membuatkan unit usaha baru. Saat ini BUMDes Berkah Bersama memiliki unit perjuangan simpan pinjam, jual beli gabah, jasa pemasokair bersih, pengelolaan gedung multi guna, penggemukan sapi, dan produksi es krim jeruk.


Meski belum punya kantor, BUMDes Berkah Bersama berhasil menyabet predikat BUMDes terbaik di Barito Kuala tahun 2018. Pada tahun yang serupa juga masuk nominasi desa terbaik nasional kategori penguatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ironisnya, susukan jalan kabupaten ke desa tersebut masih rusak.


Sumber: Kompas.id


0 Response to "Bumdes Berkah Bareng , Karang Bunga Optimalkan Nilai Tambah Produk Unggulan Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel