Bumdes Tangsil Kulon Kembangkan Inovasi Budidaya Lobster Air Tawar

Sejumlah Badan Usha Milik Desa (BUMDesa) mati suri akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung rampung. Hal berbeda ditunjukkan BUM Desa Mandiri Jaya di Desa Tangsil Kulon, kegiatan ekonomi mereka justru makin mengeliat. Inovasi usaha budidaya lobster air tawar, yang merupakan core business BUM Desa, kian berjaya.


Desa Tangsil Kulon terletak di Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Keberhasilan BUM Desa Mandiri Jaya tak lepas dari kreativitas dan keuletan Athour Rahman, ketua BUM Desa Mandiri Jaya, yang kini menahkodai Badan Usaha Milik Desa tempat tinggalnya.





















Nama InovasiBudidaya Lobster Air Tawar
InovatorBUM Desa Mandiri Jaya Desa Tangsil
AlamatDesa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur
Kontak

  • Sugiyono (Kades Tangsil Kulon) +62-851-0571-3161

  • Athour Rahman (Ketua BUM Desa Mandiri Jaya)

    +62-822-2901-6316



Ia terpilih pada awal 2020, sebelum Corona Virus Disease melanda negeri ini. Mendapat amanah tersebut, cowok 35 tahun ini pun belajar ke sana ke mari. Kantor Tenaga Ahli P3MD (Pendamping Desa) di Bondowoso pun ia datangi bersama Kepala Desa untuk sekadar berdiskusi. Bahkan, kursus singkat akal daya lobster ia kerjakan di Surabaya.


“Kami cuma ingin membuktikan, bahwa BUM Desa dengan modal tak seujung-kuku BUMN di negeri ini, juga mampu berkarya untuk bangsa. Dan, itu mampu kita mulai dari Desa”, ungkap Athour Rahman, yang dekat disapa Atok ini penuh semangat.


Ya,BUMN-BUMN di negeri ini memang sering mendapatkan suntikan dana segar. Yang modern, 12 perusahaan BUMN mendapatkan ratusan milyar hingga puluhan trilyun. Sungguh, menyerupai langit dan bumi jaraknya dengan permodalan BUM Desa.


Tapi, Atok tak patah semangat. Bermodal SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) dari budget BUM Desa 2019 yang tak terserap, dia kelola dana Rp 50 juta untuk pembibitan lobster air tawar.


“Tak terserap itu, karena dampingan kita di Tangsil Kulon ini mengalami berulang kali pergeseran kepemimpinan. Sangat dinamis. Setelah Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Desa selsai pada November 2018, berlanjut Pj (Pejabat) hingga November 2019, Pj (Pejabat) berikutnya sampai Desember 2019, sampai Kades definitif dilantik menjelang 2020 ini. Baru kemudian BUM Desa berhasil kita dorong untuk bergerak kembali,” imbuh Fiqi Abdilla Ansori, Pendamping Desa Kec Tenggarang.


Itulah makanya, selaku ketua BUM Desa yang baru, Atok masih mengandalkan permodalan dari sisa anggaran untuk modal perjuangan. Meski tak seberapa untuk kelas bisnis, beliau sukses menerima sekitar 1.700 lobster lengkap dengan peralatannya. Di antaranya, ada yang dijadikan indukan 100 ekor, pejantan 50 ekor. Selebihnya, lobster-lobster itu ia besarkan. Persiapan untuk order daging lobster dari luar kota.


“Dari 100 ekor yang kita siapkan untuk indukan, sebagian telah bertelur. Bahkan beberapa telah menetas. Jika 1 ekor indukan bertelur 200 butir, maka 100 ekor itu akan berkembang-biak menjadi 20 ribu bibit lobster”, ungkap Atok dengan senang.


Atok mengaku, pemilahan itu dilakuknnya sebagai seni manajemen semoga modal BUM Desa terus berputar. Jika cuma mengandalkan lobster yang dibesarkan, butuh waktu cukup usang untuk menyebarkan perjuangan. Tapi kalau dipilah, ada yang ditangkarkan atau dikembang-biakkan, ada pula yang dibesarkan, Atok yakin, perjuangan BUM Desa ini akan terus berjalan.


Ikhtiar Atok untuk menghidupkan BUM Desa tentu saja bukan cuma dari usaha lobster. Di luar itu, dia bersama dengan pengelola lainnya juga telah melaksanakan lobi-lobi dengan perbankan. Katanya, penyertaan modal BUM Desa tahun ini bantu-membantu sudah siap untuk simpan-pinjam yang dikerjasamakan dengan perbankan. Tapi karena Covid-19, maka modal perjuangan sebesar Rp 100 juta itu dialihkan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk 158 KPM, dengan total nyaris Rp 300 juta.


Atok sadar, tanpa koordinasi dengan pihak lain, BUM Desa tak akan berkembang. Tak hanya persoalan pasar, tetapi juga ketersediaan pasokan lobster juga dipikirikannya. Karena itu, selain bermitra dengan sejumlah pihak di Mojokerto, Banyuwangi, dan Malang dalam pemasaran lobster, Atok juga akan menggerakkan penduduk sekitar sebagai kawan BUM Desa dalam budidaya lobster.


“Kami masih terus berdiskusi dengan temen-temen Pendamping Desa. Ke depan, edukasi pada penduduk sekitar juga akan kita kerjakan,” imbuhnya.


Atok optimis, jika ada puluhan masyarakat yang bekerjasama, maka bukan cuma stok lobster yang akan melimpah, tapi pemberdayaan akan berlangsung, roda perekonomian penduduk sekitar juga akan membaik.


0 Response to "Bumdes Tangsil Kulon Kembangkan Inovasi Budidaya Lobster Air Tawar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel