Dari Desa Melung Menuju Gampong Cot Baroh, Strategi Replikasi Inovasi Desa Melek Internet Di Indonesia


Siapa sangka, inisiatif Pemerintah Desa Melung untuk memanfaatkan teknologi internet dalam manajemen pemerintahan desa menjadi ilham kolektif desa. Inovasi Desa Melung diadopsi oleh ribuan desa di Indonesia, dari Gampong Cot Baroh di Kabupaten Pidie hingga Kampung Omon di Kabupaten Jayapura. Replikasi dan ekspansi penemuan desa itu menjalar cepat lewat Jaringan Kerja Gerakan Desa Membangun.


Pada 2008, Pemerintah Desa Melung melakukan terobosan untuk pemanfaatan teknologi internet. Internet, bagi desa di kaki Gunung Slamet itu, memutus sekat isolasi Desa Melung akibat jauhnya lokasi daerah dari kota kabupaten. Jauhnya jarak dan buruknya infrastruktur transportasi lazim membuat desa ini dilabeli selaku desa tertinggal.


Internet bisa menjembatani komunikasi antarpihak, sekaligus menjadi media penyebaran info desa ke ruang publik. Pada 2011, Desa Melung mulai merasakan dampak pemanfaatan internet alasannya adalah popularitas desa terus meroket tajam. Beragam peristiwa, produk desa, dan kebijakan desa mampu diakses publik lewat website desa http://melung.desa.id.



Website desa menjadi media penyebaran info desa yang sungguh efektif. Sejumlah media arus utama yang berada di kota-kota besar menangkap penemuan itu selaku topik pemberitaan bernilai tinggi. Pemberitaan media massa menjadi jurus resonansi paling ampuh untuk menyebarluaskan praktik inovasi pada khalayak yang lebih luas.


Berkat penyebarluasan praktik penemuan di media massa, ribuan desa melaksanakan replikasi langkah yang diambil Desa Melung. Perluasan praktik penemuan tersebar dari Gampong Cot Baroh di Kabupaten Pidie, Nagari Baringin di Kabupaten Tanah Datar, Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran, Banjar Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, hingga Kampong Omon di Kabupaten Jayapura. Pemanfaatan internet di dunia perdesaan menjadi gerakan kolektif desa dengan panji Gerakan Desa Membangun.


Gerakan Desa Membangun menjadi versi gres dalam kerja pemberdayaan alasannya adalah dmampu melahirkan aktor, media, sistem, dan pendekatan yang berbeda dari khasanah teori pemberdayaan penduduk yang sudah ada. Gerakan Desa Membangun digerakan secara organik oleh tiga kekuatan, adalah pemerintah desa, kelompok profesi/kegemaran, dan media online. Tak berlebihan jika gerakan ini diketahui dengan sebuatan dedemit, baik sebagai abreviasi desa-desa melek info dan teknologi maupun model kerja pemain film dan penyebaran gerakan yang sungguh cepat layaknya hantu.


Gampong Cot Baroh menduplikasi praktik penemuan Desa Melung sehabis mereka menyaksikan liputan di sebuah televisi nasional. Selanjutnya, mereka mencari gosip yang lebih rinci lewat internet. Internet mempertemukan para pelaku gampong di Bumi Serambi Mekkah itu dengan para aktor desa di Kaki Gunung Slamet. Amazing, internet bisa menjembatani kerjasama dua pemeran dari dua desa di kawasan tertinggal yang berjarak ribuan kilometer.


Para kelompok hobi yang tergabung di Yayasan Gedhe Nusantara menjadi pemain film pendukung teknis praktik penemuan. Mereka memiliki Program 1.000 website desa gratis yang diluncurkan atas sumbangan banyak pihak, ada Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemkominfo, PANDI, Relawan TIK, Kelompok Blogger, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan bermacam-macam acara pemberdayaan pemerintah yang ada di tingkat desa. Peran kalangan yang menyediakan meja pemberian (helpdesk) pada desa menjadi aspek penentu penyebarluasan praktik penemuan.


Replikasi internet desa di Tanah Papua dipelopori oleh Dinas Kominfo dan Perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Jayapura. Mereka berbagi layanan pengerjaan website gratis untuk pemerintah kampung dengan menduplikasi cara dan tahapan yang dilakukan oleh Gerakan Desa Membangun. Awalnya, mereka melaksanakan kunjungan kerja ke desa-desa di Banyumas, kemudian membangun kolaborasi kerja dengan bermacam-macam kelompok kegemaran di Jayapura, untuk melakukan gerakan kampung bersuara di Bumi Cendrawasih itu.


Peran Yayasan Gedhe Nusantara lewat konsep Oemah Gedhe yang mengusung idiom Rumah Bersama Para Inovator dan Pemberdayaan terus berkembang ke ranah lain yang lebih luas. Mereka mengadakan aktivitas magang yang memuat acara praktik industri untuk sekolah menengah kejuruan dan praktik kerja lapangan di sekolah tinggi tinggi. Program itu melahirkan banyak aktor baru yang mendukung pemanfaatan teknologi gosip dan komunikasi di kawasan perdesaan.


Originally posted 2018-03-20 21:30:10.

0 Response to "Dari Desa Melung Menuju Gampong Cot Baroh, Strategi Replikasi Inovasi Desa Melek Internet Di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel