Desa Bapeang, Jalan Desa Untuk Agrowisata
Terletak di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Desa Bapeang didirikan atas aspirasi masyarakat desa dan ditetapkan selaku desa pada tahun 2003. Desa ini ialah tempat transmigrasi.
Di sebelah utara Desa Bapeang memiliki batas dengan Desa Bangkuang Makmur, sebelah timur memiliki batas dengan Desa Ganepo, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Bapanggang Raya, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Bagendang Hulu.
Desa Bapeang mempunyai luas kawasan ± 5.220,4 ha dengan sebagian besar penduduk bermata pencaharian selaku petani dan pekebun (sekitar 87,48%). Di sektor pertanian, pada tahun 2017 di desa ini dihasilkan ± 1.904 ton padi dengan luas areal sawah ± 238 ha (padi sawah) dan ± 450 ton padi ladang dengan luas areal ± 450 ha.
Desa Bapeang mengalami surplus pada sektor pertanian alasannya adalah tidak cuma berswasembada beras, tetapi juga telah menjadi penyuplai beras untuk daerah lain.
Di samping lengkap hasil pertaniannya, desa ini juga cukup sering menjuarai kontes lomba di tingkat kabupaten. Desa ini juga berpeluang dalam pariwisatanya, terutama agrowisata. Pemandangan persawahan membentang indah dan menarik para turis untuk mengabadikannya.
Desa Bapeang pada tahun 2017 menerima Dana Desa sebesar Rp 501 juta. Dana tersebut dipakai untuk membangun jembatan desa, gorong-gorong, pemeliharaan, dan peningkatan jalan desa.
Pembangunan infrastruktur desa yang didanai dari Dana Desa diperlukan membawa dampak nyata pada peningkatan kemakmuran masyarakat, mengingat kebanyakan jalan yang dibangun yakni jalan masuk bagi penduduk dalam beraktivitas.
Sebelum adanya Dana Desa, sentra pertanian Desa Bapeang mampu dikatakan terisolir. Meskipun transportasi darat seperti sepeda motor dan mobil sudah lazim digunakan di desa ini, keadaan jalan yang dipakai selaku saluran pemasaran hasil pertanian dan perkebunan belumlah baik.
Akses jalan yang sangat sukar menjadikan hasil pertanian dan dapat dipasarkan secara optimal. Untuk menjualnya, masyarakat desa ini harus membawanya menggunakan sepeda dengan didorong alasannya jeleknya kondisi jalan. Hasil kebun kerap kali rusak sebab lamanya perjalanan dan mempunyai pengaruh pada menurunnya harga komoditi.
Setelah Desa Bapeang menerima Alokasi Dana Desa, perangkat dan penduduk desa memprioritaskan penggunaan dana desa untuk pembangunan prasarana jalan. Dampaknya sungguh nyata, sekalipun jalan yang dibangun masih berbentukjalan perkerasan (belum diaspal), minimal kendaraan pick-up telah mampu masuk hingga areal kebun masyarakat sehingga hasil perkebunan dapat secepatnya dimuat. Hal tersebut sangat memajukan pemasukan petani alasannya hasil kebun sore itu mampu segera dikirim ke pasar sore itu juga.
Pembangunan jalan juga memberikan kenaikan kanal menuju destinasi agrowisata Desa Bapeang. Selain memperlihatkan pemandangan indah alam persawahan, Desa Bapeang juga merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Kotawaringin Timur yang memiliki bikinan pertanian lengkap dari 4 subsektor (tumbuhan pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan dan perikanan).
Semua sektor perjuangan pertanian lengkap sebagai penghasil palawija dan sayuran tahun 2017 dapat meraih 7.872 ton dengan luas area 252 Ha dan penghasil tumbuhan buah dengan bikinan mencapai 1.170 ton dengan luas area 64 Ha.
Keberhasilan penggunaan Dana Desa di Desa Bapeang haruslah dapat dicicipi manfaatnya oleh warga desa. Pembangunan berupa perbaikan prasarana jalan pastinya berefek pada kenaikan pemasukan petani dari pemasaran hasil pertanian dan perkebunan yang semakin mudah.
Kesuksesan pengelolaan Dana Desa di Desa Bapeang terutama ditunjukkan dari kenaikan terusan transportasi desa lewat pembangunan jalan, jembatan, dan gorong-gorong.
Keberhasilan tersebut tidak akan terjadi tanpa adanya sumbangan segenap warga dan perangkat desa terutama dalam penentuan prioritas pembangunan dan proses pembangunan itu sendiri.
0 Response to "Desa Bapeang, Jalan Desa Untuk Agrowisata"
Post a Comment