Desa Tanding Marga, Menghidupkan Desa Lewat Pasar
Dulunya, Sungai Rotan merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa penduduk yang dialiri Sungai Lematang dan sekarang menjadi Kecamatan Sungai Rotan, yang terdiri dua 2 suku, adalah Suku Lematang dan Suku Belida. Desa Tanding Marga didominasi Suku Lematang yang kesehariannya berprofesi sebagai petani dan petani ikan.
Panen padi cuma satu kali dalam setahun karena daerah tadah hujan. Sedangkan dikala demam isu banjir penduduk mencari ikan. Ikan itu kemudian dimasak menjadi salai ikan baung dan ikan asin sepat. Kini, telah banyak pula yang beralih menjadi petani karet.
Desa Tanding Marga merupakan salah satu dari 13 desa di kawasan Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan. Desa Tanding Marga tergolong dalam salah satu Desa yang terpencil dengan jarak dari ibukota Kecamatan sejauh 5 kilometer, dari Ibukota Kabupaten sejauh 35 kilometer, dan dari Ibu Kota Provinsi sejauh 216 kilometer.
Desa Tanding Marga mempunyai luas lebih kurang 3.200 ha dengan daerah 97% daratan dan 3% rawa-rawa. Jumlah masyarakatdesa Tanding Marga yaitu 2.401 Jiwa terdiri dari 1.255 orang laki-laki dan 1146 perempuan yang tersebar dalam 4 Dusun dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 660 Kepala keluarga.
Pada tahun 2017, Dana Desa yang sudah disalurkan sebesar Rp540,06 juta dengan detail penggunaan untuk Bidang Pembangunan Desa sebesar Rp426,42 juta (membangun suatu bangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan jalan dan jembatan sepanjang 20 meter sebagai susukan jalan menuju PAUD).
Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp 113,64 juta (Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pelatihan Simkeudes, Kegiatan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi, bantuan Bantuan Modal Usaha, fasilitasi Desa Siaga, dan Bimbingan manajemen perjuangan bagi wanita).
Sadar akan posisinya yang terpencil, namun banyak beririsan dengan desa-desa terpencil dari kabupaten lain, Dana Desa Tahun Anggaran 2016 digunakan untuk bidang pembangunan desa berupa pembangunan Pasar Desa.
Semenjak pasar ini beroperasi, warga Desa Tanding Marga tidak butuhlagi membeli jauh ke ibukota kabupaten. Bahkan banyak masyarakatdesa dari Kabupaten Sekayu yang berbelanja di Pasar Desa Tanding Marga.
Pasar Desa Tanding Marga dikelola oleh BUMDesa Tanding Marga yang juga didanai dari Dana Desa. BUMDesa dalam melaksanakan acara operasional mendapatkan pemasukan dari pengelolaan pasar sebesar Rp3 juta setiap ahad atau kurang lebih Rp12 juta perbulan.
Pendapatan tersebut ditemukan dari sewa los pasar, parkir, dan kamar kecil/MCK dengan detail pendapatan dari sewa los pasar sebesar 5 ribu per orang per kawasan dengan jumlah penerimaan 2 juta per minggu, pemasukan dari parkir motor dan mobil sebesar Rp600 ribu per minggu, sedangkan pemasukan dari jasa MCK sebesar Rp400 ribu perminggu.
Kejelian para aparatur desa dan santunan seluruh komponen penduduk dalam pemanfaatan Dana Desa memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam berkembangkesejahteraan desa. Itulah yang menjadi kunci berhasil penggunaan Dana Desa.
0 Response to "Desa Tanding Marga, Menghidupkan Desa Lewat Pasar"
Post a Comment