Desa Tembokrejo Berhasil Kelola Sampah Dan Tingkatkan Kesadaran Warga Peduli Kebersihan
Dahulu Desa Tembokrejo menjadi wilayah dengan masalah sampah yang cukup kompleks. Masyarakat desa tersebut terbiasa mencampakkan sampah ke sungai, bahkan laut. Berkat kerja keras dari abdnegara desa bersama Systemiq, kini sikap warga mulai berganti drastis. Kesadaran Desa Tembokrejo untuk peduli sampah berkembang pesat.
Desa Tembokrejo terletak di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Perubahan tersebut merupakan peran aktif Pemerintah Tembokrejo bersama organisasi nonpemerintah internasional Systemiq, yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria.
| Nama Inovasi | Pengelolaan Sampah Desa |
| Inovator | Pemerintah Desa Tembokrejo dan BUMDes Tembokrejo |
| Alamat | Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur |
| Kontak Person | – |
| Telepon | – |
Mereka melakukan pekerjaan sama melaksanakan acara Stopping The Tap On Ocean Plastic (STOP), ialah mengajak warga untuk menghentikan kebiasaan buruk mencampakkan sampah di bahari. Program ini juga mendampingi warga mengurus persampahan secara profesional semenjak April 2018 lalu.
Awalnya banyak yang meremehkan acara ini. Pemerintah Desa mengharuskan setiap warga yang mengorganisir manajemen untuk mengeluarkan uang iuran sampah. Namun kalau ada warga yang tidak mau mengeluarkan uang iuran, pemerintah desa tidak memaksa. Namun, di segi lain pemerintah desa terus melakukan sosialisasi pengelolaan sampah.
Kini, ada 8.900 warga Desa Tembokrejo sudah aktif mengeluarkan uang iuran sampah. Alhasil, kawasan desa Tembokrejo perlahan menjadi lebih bersih.
Selain iuran, Pemerintah Desa Tembokrejo membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengurus sampah. BUMDes dilatih untuk memaksimalkan pengangkutan, pengumpulan, dan pengolahan sampah di kawasan pengolahan sampah terpadu (TPST) Tembokrejo.
Di TPST itu, sampah dari rumah warga dipilah dan diatur. Sampah organik dimanfaatkan untuk kompos. Ada pula budidaya larva lalat black soldier fly, yang mempunyai kesanggupan mengurai sampah. Setelah berlangsung setahun, ada pergeseran fisik sungai di erat Pantai Satelit, tumpukan sampah tidak terlampau banyak.
Untuk sampah nonorganik dipilah untuk dijual kembali. Sejak April 2018 sampai Februari 2019, jumlah sampah non organik yang dijual mencapai 10,4 ton. Sampah organik tersebut dijual ke Surabaya dan Pasuruan, Jawa Timur dengan pemasukan Rp 25 juta per bulan.
Inovasi yang dilakukan Desa Tembokrejo menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam mengorganisir sampah. Bupati Banyuwangi mengajak puluhan kepala desa dan lurah dari enam kecamatan untuk menyaksikan langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo.
Bupati menekankan program penanganan sampah mesti menjadi salah satu prioritas desa yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Pendekatan inovasi dan kreativitas yang dikerjakan di desa terbukti menenteng efek konkret bagi perbaikan manajemen desa. Hal itu menjadi wujud dari Gerakan Desa Membangun untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
0 Response to "Desa Tembokrejo Berhasil Kelola Sampah Dan Tingkatkan Kesadaran Warga Peduli Kebersihan"
Post a Comment