Desa Ujung Alang Kembangkan Wisata Edukasi Hutan Mangrove Di Daerah Segara Anakan

Sinar matahari menyusup di antara rerimbunan pohon bakau. Warna kekuningan cahaya mentari pagi itu dipantulkan air payau di sela-sela mangrove. Kabut tebal yang semenjak dinihari menyelimuti hutan bakau mulai berpendar ke atas. Menjelang siang, anak-anak kecil kampung setempat melompat dari rumah panggung. Kemudian mereka berenang ke tengah Segara Anakan, suatu laguna yang menjadi pemisah antara Pulau Jawa dengan Pulau Nusakambangan.


Demikian situasi pagi di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Deru mesin bahtera compreng mulai terdengar. Pelan-pelan perahu bergerak melewati Segara Anakan, laguna pemisah antara Pulau Jawa dengan Pulau Nusakambangan. Kini, Desa Ujung Alang menjadi destinasi wisata desa mangrove dan pesisir yang cukup terkenal di Kabupaten Cilacap.

























Nama InovasiWisata Edukasi Hutan Mangrove
PengelolaPemerintah Desa Ujung Alang
AlamatDesa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
KontakKustoro (Sekretaris Desa Ujung Alang)
Telepon+62-812-2881-4058

Para wisatawan lazimnya datang lewat Pelabuhan Sleko, Cilacap. Selanjutnya, mereka memakai moda transportasi bahtera selama 2 jam untuk datang di Desa Ujung Alang. Bagi yang datang berombongan, pengunjung mampu menyewa perahu sendiri sehingga lebih hemat biaya dan peroleh paket antar-jemput sesuai dengan hasratmereka.


Selama perjalanan naik perahu dari Pelabuhan Sleko ke Kampung Laut, para hadirin mampu menikmati panorama hutan mangrove. Mereka dapat menyaksikan kawanan kera ekor panjang yang tengah bergelantungan di antara pepohonan hutan mangrove. Ada juga burung berbulu warna warni bertengger di pohon bakau. Sebaiknya hadirin terus menyiapkan kamera, di hutan mangrove itu ada saja yang mampu diabadikan dengan kamera.


Mereka juga akan berjumpa dengan para nelayan yang memancing atau menebar jala. Pemandangan yang tidak kalah indahnya. Masyarakat Kampung Laut juga memakai jalur Segara Anakan untuk lalu lalang menjinjing hasil maritim atau sayuran. Jangan lupa menyapa mereka dengan lambaian tangan, pasti mereka akan membalas, lengkap dengan senyum ramah yang tersungging di bibir.


Selama perjalanan, turis juga bisa menyaksikan bangunan-bangunan penjara yang berada di Pulau Nusakambangan. Sayangnya, hadirin dilarang mendekat hingga ke Nusakambangan, alasannya adalah masih menjadi pulau tertutup.


Selain hutan mangrove yang asri, Desa Ujung Alang paket wisata daerah minawisata. Di kawasan itu, telah dibangun trek untuk pejalan kaki yang ingin menikmati asrinya hutan mangrove. Wisatawan bisa juga naik ke gardu pandang untuk melihat hijaunya mangrove dari atas.


Hutan Mangrove di Desa Ujung Alang sempat mengalami kerusakan ahli pada 1999. Saat itu hutan bakau dibabat dan disulap menjadi tambak udang mulai 1997. Hanya dua tahun tambak udang berjaya, sehabis itu bangkrut dan menyisakan kerusakan mangrove. Mulai 2001, Desa Ujung Alang menggiatkan kegiatan konservasi dengan menanam mangrove kembali. Sampai sekarang, ada 28 spesies mangrove yang berhasil dikembangkan, tidak heran desa ini acapkali menjadi semacam laboratorium alam mangrove.


Mereka yang datang tidak cuma ingin menyaksikan keasrian mangrove, tetapi juga mengikuti wisata edukasi, terutama bagi pelajar SMP dan Sekolah Menengan Atas. Bahkan, sejumlah warga abnormal juga tiba, seperti sejumlah peneliti yang berasal dari Swedia dan Jerman. Para hebat Biologi Kelautan dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto kerap mengirim koleganya dari luar negeri untuk melihat eksklusif mangrove Cilacap.


Para peneliti dari Bremen University, misalnya, begitu takjub dengan mangrove di Cilacap. Meski sedimentasinya cukup tinggi, namun keanekaragamannya juga tinggi. Berbeda dengan mangrove negara lain yang keanekaragamnya sedikit. Untuk wisata edukasi, bahkan sekelas internasional pun, ini sangat pantas.


Usai menikmati indahnya hutan mangrove, para pengunjung mampu berjalan kaki atau naik ojek dari Ujung Alang ke Pantai Rancababakan dan Goa Masigit Sela atau Goa Maria. Pantai Rancababakan merupakan pesisir Pulau Nusakambangan itu, dahulu tempat ini merupakan pantai yang tersembunyi. Pantainya berpasir putih dan mampu untuk mandi.


Namun pengunjung mesti berhati-hati karena tidak ada tim penjaga pantai. Pantai Rancababakan itu nyaris mirip dengan Pantai Karang Pandan di Nusakambangan Timur atau Pantai Permisan. Hanya saja, Pantai Permisan kini sudah menjadi pantai tertutup, karena hanya mampu ditempuh dengan masuk ke Pulau Nusakambangan, yang tertutup bagi penduduk lazim.


Kehadiran goa-goa juga telah mengakibatkan magnet bagi para pelancong. Goa Masigit Sela, contohnya, sangat diketahui bagi turis dengan tujuan ziarah. Di goa ini, dipenuhi stalaktit dan stalakmit yang indah. Goa lain, yaitu Goa Maria juga dipilih umat Nasrani selaku kawasan berziarah dan berdoa.


0 Response to "Desa Ujung Alang Kembangkan Wisata Edukasi Hutan Mangrove Di Daerah Segara Anakan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel