Ekspo Tembawang, Desa Nanga Semangut Gelorakan Kearifan Setempat Di Kapuas Hulu

Festival Budaya


Pemerintah Desa Nanga Semangut, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai Festival Tembawang. Dalam pekan raya ini, ada expo produk hijau desa, pameran seni dan tari budaya yang memperlihatkan kontes sumpit, pangka’ gasing, kontes sampan, kontes tari tradisional, dan beragam lomba budaya lainnya.



Dalam Festival Tembawang dipamerkan aneka kuliner khas penduduk Desa Nanga Semangut dan produk warga. Seperti buah kemayong, kopi, bawang dayak, produk-produk kerajinan (gelang, cincin, dompet, tas, beruyut dan lainnya). Tidak ketinggalan, juga terdapat sayur-sayuran hijau penduduk .


Festival Tembawang 2017 diikuti oleh 18 desa yang tersebar dalam 6 kecamatan, ialah Kecamatan Bunut Hulu, Kalis, Putussibau Selatan, Hulu Gurung, Putussibau Selatan, Mentebah, dan Embaloh hilir. Hal itu memberikan masyarakat sangat bersemangat menyambut aktivitas festival ini.


Festival Tembawang memperkenalkan budaya penduduk dalam mempertahankan alam secara berkesinambungan. Memperkenalkan produk hijau desa yang ialah hasil dari pengelolaan tembawang masyarakat. Serta membangun jaringan pasar sebagai upaya memajukan kesejahteraan masyarakat melalui industri rumah tangga di desa-desa peserta.

























Nama InovasiFestival Tembawang
PengelolaPemerintah Desa Nanga Semangut
AlamatDesa Nanga Semangut, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Kontak PersonZaini (Kepala Desa)
Telepon+62-823-5798-3185

Festival ini merupakan cara untuk mentranformasikan kearifan setempat terhadap generasi muda dan generasi selanjutnya dalam metode pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Serta mempromosikan potensi rekreasi di Kabupaten Kapuas Hulu. Bila jumlah kunjungan turis meningkat maka pemasukan penduduk dan PAD (desa, kabupaten) mampu dikatrol naik.


Agenda Tahunan


Awalnya, aktivitas ini diinisiasi oleh Pemerintah Desa dan LSM Sampan Kalimantan. Selanjutnya, Festival Tembawang akan acara tahunan pemerintah desa dan masyarakat Desa. Serta akan dipadukan dengan beberapa acara wisata yang lain di antaranya wisata alam Gurung Nekan, Gurun Besiak.


Terminologi Tembawang digunakan untuk memudahkan penyebutan sebuah kawasan yang ditumbuhi oleh pepohonan, buah-buahan dan tumbuhan yang lain, yang ialah hasil proses kemajuan pemukiman dan budidaya sesuai dengan tata cara akhlak dan aturan adab yang mempunyai faedah ekonomi, ekologi, tradisi seni dan budaya.


Masyarakat Dayak Sub Dayak Urung Da’an menyebut Tembawang dengan istilah Kolokap Buaa’ Tuo, Sub Dayak Suru’ menyebut dengan ungkapan Temawakng, dan Sub Dayak Punan menyebut dengan ungkapan Lepu’un. Kaprikornus tembawang ialah indigenous agroforesty system masyarakat hukum etika dayak maupun Melayu yang menjadi sumber pangan dan pendapatan.


Bagi konservasi, Tembawang berfungsi selaku jaringan ekosistem yang menghubungkan kelestarian dan menjaga keanekaragaman hayati ekosistem tempat ajaran sungai dan hutan alam.


Sesuai dengan filosofis yang terkandung dalam terminologi tembawang, kepala Desa Nanga Semangut berharap tujuan dari pekan raya ini mampu tercapai, khususnya dalam menjaga kearifan lokal di Kapuas Hulu.


Originally posted 2017-10-16 07:25:01.

0 Response to "Ekspo Tembawang, Desa Nanga Semangut Gelorakan Kearifan Setempat Di Kapuas Hulu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel