Menetralisir Penat Di Curug Aul Purbalingga
potensidesa.com – Bagaikan memperoleh oase di tengah gurun, mungkin itu istilah yang tepat dikala langkah kaki sampai di Curug Aul Purbalingga. Satu dari sekian banyaknya destinasi rekreasi di wilayah Kabupaten Purbalingga. Suasana yang tenang dan damai, menciptakan kepenatan serasa ikut larut bersama derasnya air yang jatuh menuruni tebing batu setinggi 65 meter.
Curug Aul berada di Dusun Pucung Rumbak, Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Berjarak kurang lebih 35 km sebelah utara dari sentra kota purbalingga, Air menggeluti yang eksotis ini belum banyak dikenali oleh turis.
Perjalanan Menuju Curug Aul
Lokasi Curug Aul mampu ditempuh mengunakan kendaraan pribadi roda dua ataupun roda empat. Perjalanan diawali dari melalui perkampungan penduduk, perkebunan dan persawahan milik warga, dilanjutkan dengan memasuki hutan pinus milik Perhutani.
Selama perjalanan, kita akan ditemani semilir angin yang sejuk bercampur aroma khas pohon pinus yang menyegarkan. Suasana seperti ini bisa menarik setiap pengunjung untuk berlama-usang di lokasi, sambil menghirup segarnya udara alam bebas.
Sebelum sampai ke curug kita bisa singgah terlebih dulu di camp area, di sana kita mampu menikmati keasrian hutan pinus yang menghijau. Melihat Desa Tanalum dan sekitarnya dari ketinggian, dan menikmati semilir angin sambil duduk-duduk melepas lelah sebentar sehabis perjalanan.
Meski jalan yang ditempuh lumayan menanjak, tidak menyurutkan minat para pengunjung untuk mampu melihat keindahan alam yang disuguhkan Curug Aul.
“Setelah sampai di Dusun Pucung Rumbak, perjalanan diteruskan dengan jalan kaki kurang lebih selama 30 menit. Jalan lumayan menanjak sehingga perlu sedikit energi ekstra bagi yang belum sudah biasa,” ungkap Febri Eka (25), salah satu pengunjung yang sedang beristirahat sambil menikmati sejuknya udara khas alam bebas.
Keindahan Curug, Walau Masih Terbatas Fasilitas
Untuk hingga ke lokasi curug, dari camp area kita cuma perlu berjalan kaki sekitar 5 menit. Keindahan yang disediakan di Curug Aul berlawanan dari teladas yang lain. Curug Aul memiliki dua tingkatan air terjun, tingkat pertama dengan fatwa air setinggi 10 meter, sedangkan tingkat kedua tingginya sekitar 65 meter.
“Pokoknya keringat yang keluar selama perjalanan tidak akan sia-sia. Akan terbayar dengan eksotisme air terjun yang masih alami dengan panorama alamnya,” imbuh Febri.
Menurut warga setempat, nama Aul sendiri berasal dari kisah rakyat yang berkembang sejak dulu. Cerita ini diandalkan selaku asal mula nama Curug Aul.
“Dulu ada insan berkepala anjing berjulukan aul yang suka memakan ternak warga, ketika dikejar oleh warga makhluk itu menghilang di riam. Itulah yang menciptakan warga menyebutnya selaku curug aul,” ungkap Nur Fatah (24), salah satu warga yang bermukim di sekeliling curug Aul.
Jalan yang masih rusak dan belum tersedianya akomodasi penunjang yang mencukupi membuat pengelolaan curug Aul masih seadanya. Padahal Curug Aul mempunyai keunikan yang tidak dimiliki air terjun di daerah lain, yaitu fatwa air yang bertingkat.
“Harapannya ada pembangunan supaya aksesnya lebih mudah, kondusif dan mengasyikkan. Sehingga nantinya bisa menjadi tempat tujuan rekreasi yang mampu memajukan ekonomi warga lokal,” tambah Fatah sarat harap.
Selain wisata curug, Pokdarwis Desa Tanalum juga memperlihatkan paket wisata outbound, camping ground, dan canyoning di curug Aul. Paket rekreasi ini sangat sesuai bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin dan menggemari tantangan alam bebas
Ina Farida
0 Response to "Menetralisir Penat Di Curug Aul Purbalingga"
Post a Comment