Negeri Solea Manfaatkan Dana Desa Untuk Berdiri Sanggar Berguru Dan Rumah Singgah Siswa

Para siswa di Negeri Solea harus menempuh jarak yang sungguh jauh untuk mengakses pendidikan formal. Pemerintah Negeri Solea berinovasi mempergunakan Dana Desa (DD) untuk membangun Sanggar Belajar dan memperbaiki Rumah Singgah yang dipergunakan para siswa untuk bermalam. Dampaknya, angka partisipasi sekolah bisa terjaga, bahkan condong meningkat. Para siswa semakin inovatif dengan adanya Sanggar Belajar Remaja di rumah singgah tersebut.


Negeri Solea terletak di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Rendahnya tingkat partisipasi sekolah anak SLTP dan SLTA alasannya adalah jarak tempuh ke sekolah sungguh jauh dan harus menempuh jalan berbukit-bergunung-bersungai. Jarak terjauh ke SLTP mencapai 12 Km, ke SLTA sejauh 14 Km. Infrastruktur jalan masih sangat jelek sehingga belum ada angkutan biasa .

























Nama InovasiRumah Singgah dan Sanggar Belajar Remaja
PengelolaPemerintah Negeri Solea
AlamatNegeri Solea, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku
KontakSimon Atuany (Kepala Negeri Solea)
Telepon+62-812-4046-1034

Negeri Solea cuma mempunyai satu sekolah dasar. Bila bawah umur ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka harus pergi ke desa tetangga atau kota kecamatan. Orang tua harus merogoh dana tambahan untuk layanan kos, kalau tidak mempunyai kerabat/kerabat di kota.


Kondisi infrastruktur jalan belum mencukupi dan tidak mampu dilewati kendaraan. Negeri Solea tidak ada angkutan biasa sehingga untuk berangkat sekolah para siswa menumpang kendaraan khusus dengan mengeluarkan uang Rp 80.000 untuk sekali jalan. Akhirnya, banyak orang bau tanah yang tidak bisa membiayai operasional para siswa.


Pada 2013, secercah harapan tiba dikala seorang penebang kayu. Dia membangun 3 unit rumah sederhana dengan konstruksi kayu. Atap memakai daun rumbia dan dinding memakai papan. Lokasi rumah berada di lahan kosong yang terletak di perbatasan Negeri Solea dan Negeri Air Besar. Rumah sederhana itu dimanfaatkan para siswa dari Negeri Solea untuk bermalam sehingga perjalanan SLTP dan SLTA lebih erat.


Inisiatif warga tersebut mendapat apresiasi dari banyak kalangan, termasuk Pemerintah Negeri Solea. Pada Musrenbang 2016, Pemerintah negeri Solea mengalokasikan 239 juta rupiah untuk memperbaiki Rumah Singgah, sekaligus membangun satu unit gedung (ukuran 14,5x 8 M) yang difungsikan selaku Sanggar Belajar Remaja. Para warga juga menggalang dana swadaya untuk mendukung acara ini sampai terkumpul 12 juta rupiah.


Selanjutnya, Pemerintah Negeri Solea bersama warga memilih pihak yang bertanggung jawab dan wewenang untuk mengelola sanggar. Pada 2017, Pemerintah Desa melengkapi fasilitas Rumah Singgah dan Sanggar Belajar ini dengan buku bacaan senilai sekitar Rp 26,9 juta, dan 1 unit Meubeler senilai Rp 8 juta


Pada 2018, untuk mendukung kelangsungan saluran pelajar dari Rumah Singgah ke SLTP/SLTA, Pemerintah Negeri Solea mendorong partisipasi perusahaan swasta membangun 1 unit jembatan kayu berskala 11 x 3 meter, agar jalan dapat dilalui kendaraan.


Pemerintah Negeri juga mengalokasikan Dana Desa 2018 untuk pengadaan materi bacaan senilai sekitar Rp 54,7 juta untuk mendukung proses berguru belum dewasa. Pengelola sanggar menggulirkan program gres, ialah mengasah keahlian pelajar di Sanggar, untuk bercocok tanam dan beternak.


Inovasi itu menciptakan rumah singgah berfungsi baik. Minat belajar anak kian meningkat. Pada 2013, ada 8 anak lulusan SD lanjut ke SLTP dan 1 anak ke Sekolah Menengan Atas. Pada 2014, ada 7 anak lulusan Sekolah Dasar lanjut ke SLTP dan 3 anak ke SLTP. Pada 2015, terdapat 5 anak yang ke SLTA, 1 kuliah di perguruan tinggi; dan 1 anak menjadi Guru PAUD di Desa Solea.


Sanggar Belajar Remaja dan Rumah Singgah sangat mendukung proses berguru belum dewasa. Rumah Singgah menjadi simpul pelayanan sosial dasar (pendidikan dan kesehatan) antar pemangku kepentingan dengan pemerintah desa. Keberadaan rumah singgah menjadi penyelesaian bagi daerah yang jauh dari sekolah. Langkah terobosan pemerintah Negeri Solea layak diacungi jempul karena bisa memfasilitasi layanan sosial dasar, utamanya bidang pendidikan, dengan pemanfaatan Dana Desa.


0 Response to "Negeri Solea Manfaatkan Dana Desa Untuk Berdiri Sanggar Berguru Dan Rumah Singgah Siswa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel