Pemanfaatan Kombinasi Mikro Organisme Lokal Selaku Bioaktivator Kompos Untuk Pengembangan Pertanian Alami

Peran Mikro Organisme Lokal (MOL) selaku dasar unsur pupuk sangat penting. Mikro Organisme bukan sekadar berguna bagi tanaman, MOL juga bermanfaat selaku distributor dekomposer materi organik, baik limbah pertanian, limbah rumah tangga, dan industri.


Layaknya desa-desa lainnya, Desa Wlaharwetan, Kalibagor, Banyumas, terdapat banyak limbah buah-buahan yang tidak termanfaatkan. Ada bonggol pisang yang dibiarkan menumpuk tanpa pembuatan, ada juga keong mas yang menjadi lawan para petani karena menjadi hama pada tanaman padi.





























Nama InovasiPemanfaatan Mikro Organisme Lokal untuk Bioaktivator Kompos
PengelolaKelompok Tani Eka Karya
AlamatDesa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
KontakAgus Sulistiyono
Telepon+62-858-6683-0300
Websitehttp://wlaharwetan.desa.id

Upaya untuk memutus ketergantungan kepada pupuk dan pestisida kimia, Kelompok Tani Eka Karya, Desa Wlaharwetan mendayagunakan MOL selaku bioaktivator kompos. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan MOL tersedia secara melimpah di desa, mirip bonggol pisang, limbah buah-buahan, keong mas, urin sapi, air kelapa, air cucian beras (leri), terasi, dan gula.


Mereka memulai pemanfaatan MOL dengan sejumlah percobaan. Pemerintah Desa menyediakan instruktur dan keperluan ujicoba lewat acara pemberdayaan masyarakat yang dibiayai oleh Dana Desa (DD). Pemerintah Desa Wlaharwetan memiliki perhatian besar untuk memperkenalkan model pertanian alami sebagai penyediaan aneka pangan setempat sehat bagi warganya.


Untuk percobaan, gula merah digunakan untuk MOL I, sementara MOL II memakai gula putih. Pembuatan bioaktivator memakai cara fermentasi. Proses fermentasi materi-bahan untuk MOL I dan MOL II pada hari ke sepuluh menawarkan seluruh permukaan mol sudah ditumbuhi oleh benang-benang berwarna putih, dan berbau aroma tape.


Sedangkan hasil kenali mikroorganismen pada bioaktivator pada kombinasi MOL I terdapat 4 jenis bakteri, adalah Clavibacter, Agrobacterium, Clostridium, Pseudomonas berfluorescens, sedangkan untuk MOL II terdapat 3 jenis bahteri, adalah Pseudomonas berfluorescens, Erwinia, dan Clavibacter.


Originally posted 2018-04-05 01:43:06.

0 Response to "Pemanfaatan Kombinasi Mikro Organisme Lokal Selaku Bioaktivator Kompos Untuk Pengembangan Pertanian Alami"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel