Pemuda Desa Mapin Rea Pelopori Lembaga Kesehatan Desa Siaga
Pemuda-pemudi Desa Mapin Rea memiliki gagasan membentuk Forum Kesehatan Desa Siaga (FKDS) untuk menemani kondisi kesehatan lingkungan dan warganya. Keberadaan FKDS bisa meningkatkan kualitas kesehatan warga, sekaligus mendorong pelayanan sosial dasar menjadi prioritas penganggaran dan pembangunan desa.
Desa Mapin Rea terletak di Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Desa ini merupakan memiliki wilayah administratif cukup luas dengan kepadatan masyarakatyang tinggi. Topografi kawasan Desa Mapin Rea berupa perbukitan.
| Nama Inovasi | Forum Kesehatan Desa Siaga |
| Pengelola | Karang Taruna Desa Mapin Rea |
| Alamat | Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat |
| Kontak | Hasta (Tim Inovasi Kabupaten Sumbawa) |
| Telepon | +62-821-4516-7739 |
Permasalahan sanitasi masih menjadi momok bagi kenaikan mutu kesehatan warga. Sistem drainase kurang baik sehingga menjadi sarang nyamuk demam berdarah di trend kemarau. Ada juga masalah penderita Tuberkulosis (TBC) dan bisul kanal pernapasan (ISPA).
Sarana prasarana kesehatan di Desa Mapin Rea masih minim, di mana hanya terdapat lima unit Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan suatu Pondok Bersalin Desa (Polindes). Di beberapa dusun masih didapatkan anak kurang gizi dengan berat tubuh di Bawah Garis Merah (BGM).
Untuk menjawab masalah di atas, para pemuda di Desa Mapin Rea Membentuk Forum Kesehatan Desa Siaga (FKDS) untuk kenaikan kondisi kesehatan warga dan lingkungan pada 2015. Selanjutnya, FKDS dikukuhkan melalui Keputusan Kepala Desa pada April 2016.
Sebelum FKDS terbentuk, awalnya Karang Taruna mempunyai ide membuka diskusi untuk membicarakan kepedulian dan keprihatinannya kepada situasi kesehatan di desa. Dari kegiatan diskusi itu lahir wangsit untuk membentuk Forum Komunikasi Desa Siaga.
Diskusi tersebut mengundang aneka macam pihak, antara lain tokoh masyarakat, unsur pemerintah desa, dan warga desa yang peduli pada kesehatan lingkungan dan keadaan kesehatan penduduk . Pucuk disayang ulam tiba, pandangan baru pembentukan FKDS mendapat apresiasi faktual dan persetujuan dari forum.
Selanjutnya, mereka membentuk struktur kepengurusan FKDS yang dikukuhkan oleh Keputusan Kepala Desa Mapin Rea. Pengurus FKDS bermusyawarah membuat rencana kerja administratif, yang berisi antara lain:
- Rencana pendanaan dan upaya penggalangan dana;
- Salah satu upaya penggalangan dana dijalankan melalui pengumpulan iuran warga sebesar Rp 2.000 per bulan per KK;
- Mekanisme pengelolaan dana,
- Pembagian tugas tiap anggota sesuai planning kerja;
- Disepakati bahwa semua aktivitas dilaksanakan secara sukarela tanpa upah, berpegang pada azas “dari penduduk , oleh penduduk , untuk masyarakat”;
Bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat lewat pembukuan dan pelaporan di musyawarah desa.Program kerja Forum Komunikasi Desa Siaga antara lain:
- Memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan-acara di bidang kesehatan, mirip sunatan–tergolong sunatan massal, pengecekan keadaan kesehatan warga, penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Donor darah, dan Senam lansia,
- Kegiatan Ante Natal Care (ANC) untuk antar- jemput ibu hamil atau melahirkan ke pusat kesehatan,
- Kegiatan tanggap darurat lain, seperti kebakaran rumah, banjir, kecelakaan kerja,
- Menginisiasi pendirian “Rumah Desa Sehat” yang akan menjadi rumah bagi forum kesehatan di desa.
Hingga kini, FKDS sudah memfasilitasi acara mirip khitanan untuk 22 orang anak, antar-jemput dan pinjaman dukungan bagi lebih dari 100 warga yang sakit dan harus dirujuk ke Puskesmas di ibukota kecamatan atau ke rumah sakit, antar-jemput ke pusat kesehatan lebih dari 35 ibu hamil atau melahirkan, pengecekan keadaan kesehatan lebih dari 100 warga, dan acara donor darah berkala setiap 3 bulan yang melibatkan sampai 50 warga sebagai pendonor.
Masyarakat juga menerima isu dini atas pergeseran cuaca atau keadaan lingkungan yang terjadi sehingga mampu melakukan pencegahan dini. FKDS mampu meningkatnya kesadaran penduduk dan perjaka-pemudi akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan dengan melaksanakan kerja bakti secara rutin.
Selain itu, dari angka kelahiran bayi sebesar 36 bayi per tahun, dikenali angka ajal bayi, angka maut ibu saat melahirkan dan angka ajal anak relatif menurun, bahkan mencapai NOL prosen.
Sumber: Dokumen Pembelajaran Program Inovasi Desa
0 Response to "Pemuda Desa Mapin Rea Pelopori Lembaga Kesehatan Desa Siaga"
Post a Comment