Acara Wahana Kemakmuran Sosial Berbasis Penduduk (Wksbm), Inovasi Desa Baleharjo Untuk Sejahterakan Penduduk Kurang Bisa
Program Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) menjadi salah satu acara penemuan Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menyejahterakan masyarakatnya. Penerima program ini yakni penduduk desa yang kurang mujur, seperti penyandang disabilitas, anak yatim atau kelompok lanjut usia (lansia).
Uniknya, acara WKSBM ini berkonsep bahu-membahu. Artinya, sumber dana berasal dari sumbangan atau iuran warga desa yang mampu secara finansial. Warga Desa Baleharjo yang sedang merantau pun turut berkontribusi dalam program ini.
Setelah terkumpul, dana kemudian akan diberikan kepada masyarakat desa yang kurang beruntung tersebut. Dana akan disalurkan dalam aneka macam bentuk, mampu dalam bentuk duit tunai, paket sembako atau alat tulis untuk anak sekolah. Warga penerima perlindungan mengaku sangat terbantu dengan adanya acara WKSBM.
Saat ini program WKSBM sudah berlangsung di seluruh padukuhan Desa Baleharjo, yaitu Wukirsari, Gedangsari, Mulyosari, Purwosari, dan Rejosari. Meski memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu, acara ini acapkali menerima kritikan. Ada yang mengatakan, acara WKSBM cuma menawarkan umpan kepada penduduk , bukan pancing, sehingga melahirkan ketergantungan.
Namun, Pemerintah Desa Baleharjo mempunyai argumentasi kuat untuk meneruskan program WKSBM. Sebagian besar penyandang duduk perkara sosial merupakan warga yang tidak mampu berdikari, seperti warga lanjut usia, penyandang difabel, dan yang lain.
Program WKSBM juga kian terbantu dengan adanya dana desa dari pemerintah sentra. Dana desa itu bermanfaat untuk operasional WKSBM mirip alat tulis kantor, biaya rapat, dan biaya operasional yang tidak bisa diambil dari dana penduduk . Hal itu karena dana yang terkumpul dikembalikan seratus persen kepada penduduk yang memerlukan.
Saat ini total dana desa yang dipakai untuk operasional program WKSBM ialah sekitar Rp 5 juta. Pemanfaatan dana desa untuk WKSBM ini sejalan dengan pembangunan mental dan nurani warga desa melalui pelestarian nilai-nilai bahu-membahu.
Tahun ini, Desa Baleharjo memperoleh dana desa sekitar Rp 800 juta. Dana desa itu juga dimanfaatkan untuk kenaikan kapasitas sumber daya insan, salah satunya training hidroponik.
0 Response to "Acara Wahana Kemakmuran Sosial Berbasis Penduduk (Wksbm), Inovasi Desa Baleharjo Untuk Sejahterakan Penduduk Kurang Bisa"
Post a Comment