Budidaya Ternak Lebah

[sociallocker id=”130″][/sociallocker]

1. SEJARAH SINGKAT


Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal insan. Sejak zaman purba insan berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sungguh dibutuhkan untuk dunia kesehatan ialah royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya insan mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada ketika ini dengan tata cara stup.


Di Indonesia lebah ini mempunyai nama beragam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.


2. SENTRA PERIKANAN


[sociallocker id=”130″][/sociallocker]

Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekeliling Jawa mencakup kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah bikinan sekitar 2000–2500 Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa ialah pusat untuk madu dari perburuan lebah di hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS (Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.


3. JENIS


Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis. Spesiesnya beragam, yang banyak terdapat di Indonesia ialah A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis unggul yang sering

dibudidayakan yakni jenis A. mellifera. Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:



  1. Apis cerana, disangka berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.

  2. Apis mellifera, banyak ditemui di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.

  3. Apis Dorsata, mempunyai ukuran badan terbesar dengan tempat penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera hingga Irian.

  4. Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon

    klanceng.



4. MANFAAT


[sociallocker id=”130″][/sociallocker]

Produk yang dihasilkan madu yaitu:



  1. Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berkhasiat bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.

  2. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, selaku bahan campuran kosmetika, bahan adonan obat-obatan.

  3. Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk adonan bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.

  4. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai perhiasan materi campuran.

  5. Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa.


Keuntungan lain dari beternak lebah madu ialah menolong dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.


5. PERSYARATAN LOKASI


Suhu ideal yang tepat bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah mampu beraktifitas wajar . Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan. Lokasi yang diminati lebah yakni daerah terbuka, jauh dari hiruk pikuk dan banyak terdapat bunga selaku pakannya.


6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA


Dalam pembudidayaan lebah madu yang perlu dipersiapkan yakni: Lokasi budidaya, sangkar lebah modern (stup), busana kerja dan peralatan Syarat yang utama yang mesti yang dipenuhi dalam budidaya lebah yakni ada seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu koloni dilarang lebih dari satu ratu alasannya antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni.



  1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

    1. Perkandangan

      1. Suhu

        Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlampau cepat, oleh alasannya itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk mempertahankan supaya suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan yaitu kayu empuk setebal 2,5 cm.

      2. Ketahanan terhadap iklim

        Bahan yang digunakan mesti tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kuat dan tidak mudah hancur atau rusak.

      3. Konstruksi

        Konstruksi kandang tradisional dengan memakai gelodok dari bambu, secara modern memakai stup kotak yang lengkap dengan

        framenya.



    2. Peralatan

      Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat, daerah makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan lain-lain.



  2. Pembibitan

    1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk

      Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan A. mellifera (impor). Ratu lebah ialah inti dari pembentukan koloni lebah, oleh alasannya adalah itu pemilihan jenis unggul ini bermaksud biar dalam satu koloni lebah mampu buatan maksimal. ratu A. cerana bisa bertelur 500- 900 butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari. Untuk menerima hibrida ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit lebah:



      1. paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.

      2. paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.

      3. paket keluarga inti berisikan 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap dengan 3 sisiran sarang.



    2. Perawatan Bibit dan Calon Induk

      Lebah yang gres dibeli dirawat khusus. Satu hari sehabis dibeli, ratu dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama 6 hari lebah-lebah tersebut tidak mampu diusik sebab masih pada kurun penyesuaian sehingga lebih peka kepada lingkungan yang tidak menguntungkan. Setelah itu baru dapat dikerjakan untuk perawatan dan pemeliharaan berkala .

    3. Sistem Pemuliabiakan

      Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu gres selaku upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah lazim dilakukan yaitu dengan pengerjaan mangkokan bikinan untuk kandidat ratu yang ditaruh dalam sisiran. Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi produksi pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini telah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.

    4. Reproduksi dan Perkawinan

      Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berbentukkelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu tepat dan berfungsi untuk reproduksi.

      Proses Perkawinan terjadi diawali animo bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang mau mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, sehabis perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah lalu ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja merencanakan sarang untuk ratu bertelur.

    5. Proses Penetasan

      Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur ditaruh di dasar sel. Tabung sel yang sudah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan sesudah sarat akan ditutup lapisan tipis yang nantinya mampu ditembus oleh penghuni remaja. Untuk mengeluarkan sebutir telur diharapkan waktu sekitar 0,5 menit, sesudah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran ialah:



      1. Sel calon ratu, berskala paling besar, tak teratur dan umumnya terletak di pinggir sarang.

      2. Sel kandidat pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.

      3. Sel calon pekerja, berskala kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.




    Lebah madu ialah serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yakni telur, larva, pupa dan serangga akil balig cukup akal. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang beragam. Rata-rata waktu perkembangan lebah:





      1. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang epilog 1 hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.

      2. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.

      3. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang epilog 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam kurun larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut era aktif, lalu larva menjadi kepompong (pupa). Pada era kepompong lebah tidak makan dan minum, di kala ini terjadi pergantian dalam badan pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah tepat lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.





  3. Pemeliharaan

    1. Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan

      Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada sangkar berbentukkotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan metode ini peternak mampu mesti rajin menyelidiki, menjaga dan membersihkan bab-bagian stup mirip membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, menghalangi semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan menghalangi masuknya binatang pengganggu.

    2. Pengontrolan Penyakit

      Pengontrolan ini mencakup menyingkirkan lebah dan sisiran sarang aneh serta menjaga kebersihan stup.

    3. Pemberian Pakan

      Cara sumbangan pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke kawasan di mana banyak bunga. Makara disesuaikan dengan trend bunga yang ada. Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :



      1. Perpindahan lokasi dikerjakan malam hari dikala lebah tidak aktif.

      2. Bila jarak jauh perlu masakan embel-embel (buatan).

      3. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.

      4. Luas areal, jenis flora yang berbunga dan waktu musim bunga.






Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan bikinan agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan pelengkap di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kelemahan pakan akhir isu terkini paceklik/dikala melaksanakan pemindahan stup ketika penggeembalaan. Pakan komplemen tidak dapat meningkatkan bikinan, tetapi cuma berfungsi untuk mempertahankan kehidupan lebah. Pakan suplemen dapat dibuat dari materi gula dan air dengan perbandingan 1:1 dan campuran tepung dari campuran materi ragi, tepung kedelai dan susu kering dengan perbandingan 1:3:1 ditambah madu seperlunya.


7. HAMA DAN PENYAKIT



  1. Penyakit

    Di kawasan tropis penyakit lebah jarang terjadi ketimbang daerah sub tropis/tempat beriklim salju. Iklim tropis ialah penghalang terjalarnya penyakit lebah. Kelalaian kebersihan menghadirkan penyakit. Beberapa penyakit pada lebah dan penyebabnya antara lain:



    1. Foul Brood ; ada dua macam penyakit ini yaitu American Foul Brood disebabkan oleh Bacillus larva dan European Foul Brood. Penyebab: Streptococcus pluton. Penyakit ini menyerang sisiran dan tempayak lebah.

    2. Chalk Brood

      Penyebab: jamur Pericustis Apis. Jamur ini tumbuh pada tempayak dan menutupnya hingga mati.

    3. Stone Brood

      Penyebab: jamur Aspergillus flavus Link ex Fr dan Aspergillus fumigatus Fress. Tempayak yang diserang bermetamorfosis seperti kerikil yang keras.

    4. Addled Brood

      Penyebab: telur ratu yang cacat dari dalam dan kesalahan pada ratu.

    5. Acarine

      Penyebab: kutu Acarapis woodi Rennie yang hidup dalam batang tenggorokkan lebah hingga lebah mengalami kesusahan terbang.

    6. Nosema dan Amoeba

      Penyebab: Nosema Apis Zander yang hidup dalam perut lebah dan parasit Malpighamoeba mellificae Prell yang hidup dalam pembuluh malpighi lebah

      dan akan menuju usus.



  2. Hama

    Hama yang sering mengusik lebah antara lain:



    1. Burung, sebagai binatang yang juga pemakan serangga menyebabkan lebah selaku salah satu makanannya.

    2. Kadal dan Katak, gangguan yang ditimbulkan sama dengan yang dikerjakan oleh burung.

    3. Semut, membangun sarang dalam stup dan merampas kuliner lebah.

    4. Kupu-kupu, telur kupu-kupu yang menetas dalam sisiran menjadi ulat yang dapat menghancurkan sisiran.

    5. Tikus, merampas madu dan merusak sisiran.



  3. Pencegahan Serangan Penyakit dan Hama

    Upaya menangkal serangan penyakit dan hama tindakan yang perlu yakni:



    1. Pembersihan stup setiap hari.

    2. Memperhatikan ketaknormalan tempayak, sisiran dan keadaan lebah.

    3. Kaki-kaki stup mesti diberi air untuk menangkal serangan semut.

    4. Pintu masuk dibentuk seukuran lebah.




8. PANEN



  1. Hasil Utama

    Madu merupakan hasil utama dari lebah yang terlalu banyak manfaatnya dan bernilai ekonomi tinggi.

  2. Hasil Tambahan

    Hasil pemanis yang punya nilai dan manfaat yaitu royal jelly (susu ratu), pollen (tepungsari), lilin lebah (malam) dan propolis (perekat lebah).

  3. Pengambilan madu

    Panen madu dilakukan pada 1-2 ahad setelah demam isu bunga. Ciri-ciri madu siap dipanen ialah sisiran telah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sisiran yang mau dipanen dibersihkan dulu dari lebah yang masih menempel lalu lapisan epilog sisiran dikupas. Setelah itu sisiran diekstraksi untuk diambil madunya.


Urutan proses panen:





    1. Mengambil dan mencuci sisiran yang siap panen, lapisan epilog dikupas dengan pisau.

    2. Sisiran yang sudah dikupas diekstraksi dalam ekstraktor madu.

    3. Hasil disaring dan dilaksanakan penyortiran.

    4. Disimpan dalam suhu kamar untuk menetralisir gelembung udara.

    5. Pengemasan madu dalam botol.




9. PASCAPANEN …


10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA


10.1. Analisis Usaha Budidaya


Perkiraan analisis budidaya lebah madu dengan jumlah 100 koloni lebah dalam satu tahun pada tahun 1999 yaitu sebagai berikut:
































































































































NoPerincianJumlah (Rupiah)
1)Biaya Produksi
a.Penyusutan kamar madu 16 m2 (0,05xRp.1.600.000,-)80.000
bPenyusutan rumah lebah 100 m2 (0,1xRp.2.500.000,-)250.000
cPaket lebah 100 buah @ Rp. 100.000,-10.000.000
dPenyusutan ekstraktor 1 buah (0,1xRp. 225.000,-)22.500
ePenyusutan pengasap 2 buah (0,5xRp. 50.000,-)25.000
fPenyusutan stup 100 buah (0,2xRp.2.500.000,-)500.000
gPerawatan bangunan (2%xRp.4.100.000,-)82.000
hGaji 2 orang @ Rp. 200.000,-x124.800.000
iPakaian, sarung tangan, dll250.000
jMakanan100.000
kBotol dan lain-lain400.000
Jumlah biaya produksi16.509.500
2)Pendapatan
Madu 1200 kg @ Rp. 13.000,-15.600.000
Paket lebah 30 buah @ Rp. 150.000,-4.500.000
Jumlah pendapatan Rp.20.100.000
3)Keuntungandalam satu tahun3.590.500
4)Parameter kelayakan usaha
a.B/C ratio1,22

 


10.2. Gambaran Peluang Agribisnis


Beternak lebah madu memiliki harapan sangat cerah, alasannya keperluan madu dalam negeri hingga dikala ini masih belum memadai. Harga dari produk lebah yang tinggi, ongkos bikinan yang relatif murah, tatalaksana pemeliharaan yang mudah dan keadaan lingkungan yang mendukung ialah peluang emas yang perlu menerima perhatian.


11. DAFTAR PUSTAKA



  1. Marhiyanto, B., 1999, Peluang Bisnis beternak Lebah, Gitamedia Press, Surabaya.

  2. Sumoprastowo, RM, Suprapto Agus, R,. 1993, Beternak Lebah Madu Modern, Bhratara, Jakarta.

  3. Trubus 4, 1988, Manisnya Rupiah dari Madu Lebah, Penebar Swadaya, Jakarta.

  4. ______________, Menghasilkan Madu Berkualitas Tinggi, Penebar Swadaya, Jakarta.

  5. Trubus 250, 1990, Petak Madu Uji Coba Untuk Menghasilkan Madu Beraneka Rasa, Penebar Swadaya, Jakarta.

  6. Trubus 273, 1992, Mutu Madu Indonesia Dibanding Impor, Penebar Swadaya, Jakarta.

  7. ______________, Menggembala Lebah Ala Australia, Penebar Swadaya, Jakarta.

  8. ______________, Pemasaran Madu Indonesia dihambat Kadar Air, Penebar Swadaya, Jakarta.

  9. Trubus 276, 1992, Beternak Lebah di Jerman, Penebar Swadaya, Jakarta.

  10. Yunus, M, Minarti, S. 1995, Aneka Tetnak, Universitas Brawijaya, Malang.


12. KONTAK HUBUNGAN



  1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829

  2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166 69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id


Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas


0 Response to "Budidaya Ternak Lebah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel