Celengan Kertas, Desa Biru Ubah Limbah Pabrik Tekstil Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Desa Biru merupakan tempat pabrik tekstil di Kabupaten Bandung. Salah satu limbah pabrik tekstil adalah penggulung kain atau cones. Cones dibiarkan menumpuk di gudang-gudang pabrik maupun di rumah penduduk. Pada 1999, warga Desa Biru berinovasi mengolah cones bekas menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Berkat penemuan itu, perekonomian masyarakat meningkat, bahkan menjadi lapangan kerja baru bagi warga yang menganggur.


Desa Biru terletak di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejak 1930-an, Kabupaten Bandung berbagi kawasan industri, khususnya tekstil. Desa Biru menjadi salah satu desa yang menjadi tempat industri. Meski keberadaan industri menyerap banyak tenaga kerja, masih ada warga Desa Biru yang menganggur karena tidak tertampung di pabrik-pabrik yang ada. Mereka kerja serabutan dengan berpendapatan yang pas-pasan.

























Nama InovasiCelengan Berbahan Baku Cones
PengelolaKUB bernama Caraka Putra
AlamatDesa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
KontakYudi A. Suryana (Pegiat KUB)
Telepon+62-852-2438-6661

Pada 1999-an ada seorang warga yang berinovasi mendaur ulang cones menjadi celengan sederhana. Di abad itu, jenis celengan di pasaran sebagian besar yang dibuat dari tanah dan kaleng. Celengan berbahan baku kertas mulai dilirik pasar pada 2003 sehingga para pengrajin celengan cones di Desa Biru membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) semoga mampu memproduksi celengan secara masal.


KUB bernama Caraka Putra bisa berperan penting dalam pengembangan produk celengan cones. Cones yang awalnya merupakan barang tak berguna, sekarang menjadi materi baku celengan yang bernilai ekonomi tinggi. Produk celengan cones dari Desa Biru sudah menjangkau pasar di sejumlah tempat, seperti Sumatera, Kalimantan, Batam, Sulawesi, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Ternate, dan Bali.


Permintaan pasar yang terus bertambah mempunyai pengaruh pada strategi penularan wawasan dan kemampuan menciptakan celengan cones pada warga yang lebih luas. Banyak muda-mudi Desa Cibiru tertarik dan bergabung dalam perjuangan membuat celengan cones.


Pemerintah Desa Biru mampu menjembatani kerjasama KUB dan perusahaan-perusahaan tekstil untuk keberlanjutan produksi. Bahkan, untuk menguatkan industri rumahan celengan kertas lahir Peraturan Desa Biru No. 6 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Limbah/Eks Produksi Perusahaan. Keberadaan Perdes itu membuat daya tawar KUB Caraka Putra di mata perusahaan tekstil kian besar lengan berkuasa.


Pengalaman KUB Caraka Putra dan Pemerintah Desa Biru melahirkan peraturan desa pantas ditiru, utamanya bagi desa-desa yang mempunyai pabrik-pabrik penghasil limbah. Praktik baik ini mampu menyelesaikan persoalan ekologis dan pengangguran sekaligus.


0 Response to "Celengan Kertas, Desa Biru Ubah Limbah Pabrik Tekstil Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel