Desa Aipiri, Berdiri Hunian Tenteram Warga Aipiri

Aipiri berasal kata ‘iak’ yang artinya kayu yang dilepas atau diserahkan. Kata ini bersesuaian dengan penyebutan tempat ini sebelumnya, yakni Majenek, yang dalam bahasa Meyah artinya daerah yang diserahkan untuk dibangun. Kampung Aipiri secara resmi disahkan bangkit pada tahun 1973 dan ialah salah satu dari enam kampung dalam wilayah administrasi Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.


Terletak di pinggir pantai yang berjarak 11,2 km sebelah timur Kabupaten Manokwari, Kampung Aipiri memiliki luas kawasan ± 32 ha berbatasan dengan Laut Pasifik di utara, Kampung Bakaro di selatan, Kampung Susweni di barat, dan Teluk Cendrawasih di timur. Lahan wilayahnya terdiri atas lahan pertanian seluas 7 ha, pemukiman seluas 10 ha, dan hutan seluas 15 ha.


Produk utama pertanian kampung ini yaitu tumbuhan kakao, sedangkan umbi-umbian dan sayur-mayur umumnya untuk dikonsumsi sendiri. Pertanian, peternakan, dan perkebunan di kampung ini dirasa kurang meningkat dengan baik sebab kurang tersedianya sarana bikinan dan minimnya penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga teknis sehingga belum mampu mendukung kenaikan ekonomi masyarakat kampung.


Pada tahun 2016, penduduk kampung ini berjumlah 170 jiwa (47 Kepala Keluarga), yang terdiri atas 82 pria dan 88 perempuan. Sebagian besar penduduknya bekerja selaku petani dan nelayan, sementara sebagian yang lain melakukan pekerjaan di Kota Manokwari selaku pekerja lepas.


Pada tahun 2017, Kampung Aipiri mempunyai pemasukan sebesar Rp 1,04 milyar dan sekitar 74% nya berasal dari Dana Desa. Pendapatan dipakai untuk membiayai acara-aktivitas di bidang Penyelenggaraan Pemerintah Kampung, Pelaksanaan Pembangunan Kampung, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Kampung, dan Pemberdayaan Kampung.


Untuk Bidang Pelaksanaan Pembangunan Kampung, alokasi digunakan untuk pembangunan renovasi rumah tinggal, di samping juga dipakai dalam renovasi balai kampung. Pembangunan dan renovasi rumah tinggal ini didasarkan atas pendapatbahwa sebagian besar masyarakatbelum memiliki rumah tinggal yang dapat dibilang layak.


Dengan keadaan masyarakatKampung Aipiri termasuk dalam klasifikasi pra makmur/kurang bisa dengan kondisi sebagian besar rumah orangnya tidak pantas huni. Sebuah rumah dapat dihuni 3 hingga 5 kepala keluarga. Diharapkan dengan pembangunan dan renovasi rumah tinggal tersebut dapat meningkatkan mutu hidup penduduk .


Muktis, seorang warga Kampung Aipiri, bersama 7 cucu dari 3 anaknya, tinggal dalam satu rumah. Rumahnya dahulu rusak parah dan tidak layak huni. Setiap kali hujan atap rumahnya yang bocor menjadikan air hujan masuk ke rumah dan lantai rumahnya yang masih berupa tanah menjadi basah. Dinding rumahnya pun ketika itu masih berbentukpapan yang telah lapuk.


Ia bersyukur karena pada tahun 2017 menerima derma merenovasi rumahnya, berupa seng, kayu, batako, semen, dan pasir, serta derma tenaga tukang dan kenek. Atap rumahnya kini telah diganti dengan seng, lantainya disemen/dirabat, sedangkan dinding bab bawahnya dipasang tembok bab atasnya dipasang papan. Kini rumahnya telah layak untuk beliau huni bareng cucu-cucunya.


Tresik Ajoi, Pendamping Dana Desa lokal, mengatakan bahwa pemanfaatan dana kampung senantiasa mendapat dukungan dari seluruh penduduk Kampung Aipiri. Hal ini menurutnya karena mereka selalu dilibatkan dan ikut aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan pembangunan dan renovasi rumah.


Selain itu, seluruh penerimaan dan pengeluaran dana desa dicatat sesuai ketentuan dan disampaikan ke masyarakat secara transparan lewat Badan Perwakilan Desa (BPD). Ia memastikan bahwa penduduk sudah terperinci menikmati pribadi hasil pembangunan yang dibiayai dengan Dana Desa lewat pembangunan dan renovasi rumah.


Keberhasilan penggunaan Dana Desa memang harus dicicipi oleh masyarakat desa/kampung itu. Sejak menerima pertolongan pembangunan dari Dana Desa, secara sedikit demi sedikit kualitas rumah daerah tinggal penduduk Kampung Aipiri semakin baik dan patut huni sehingga akan mengembangkan mutu hidup penghuninya dengan ketentraman dan kesehatan yang lebih baik.


Kesuksesan Kampung Aipiri memanfaatkan Dana Desa tidak lepas dari pengelolaan keuangannya yang dilakukan secara transparan. ABPDes menerima pertolongan aktif dari seluruh penduduk Kampung mulai dari penyusunan rencana, pelaksanaan, dan pengawasan. Hal inilah yang turut berkontribusi besar dalam kesuksesan pengelolaan Dana Desa.


0 Response to "Desa Aipiri, Berdiri Hunian Tenteram Warga Aipiri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel