Desa Anjir Kalampan Sukses Kembangkan Pertanian Tanpa Bakar Di Lahan Gambut
Desa Anjir Kalampan dikenal selaku desa eduwisata pertanian holtikultura di Kabupaten Kapuas. Desa ini menjadi daerah training dan pendidikan banyak sekali kelompok untuk budidaya tumbuhan holtikultura berbasis ramah lingkungan. Mereka menerapkan tata cara pengolahan lahan tanpa bakar dan tanpa bahan kimia.
Desa Anjir Kalampan terletak di Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Warga desanya sukses membudidayakan berbagai jenis tanaman holtikultura seperti cabai, terong, pare, tomat, bawang, dan yang lain. Untuk flora buah-buahan, para petani menanam jeruk, melon, nangka, cimpedak, mangga, lengkeng dan berbagai jenis buah-buahan yang lain.
Seperti daerah lainnya di Kalimantan Tengah, pada 2015, sebagian besar lahan di Desa Anjir Kalampan habis terbakar. Peristiwa kebakaran lahan dan hutan itu menjadikan banyak kerugian bagi penduduk . Aktivitas perekonomian lumpuh dan penduduk banyak yang terjangkit penyakit pernafasan. Kegiatan persekolahan juga diliburkan.
Setelah itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan bakar untuk pembukaan lahan. Kebijakan ini menyebabkan pro dan kontra di penduduk . Bukan diam-diam umum, penduduk Kalimantan Tengah sudah biasa membuka lahan dengan cara membakar lahan. Kebiasaan ini telah berjalan usang dan ditularkan secara turun-temurun. Untuk menyiasati suasana tersebut, penduduk Desa Anjir Kalampan mencari cara pertanian gres biar kebakaran lahan gambut bisa dihindari, tapi penduduk tak dirugikan secara ekonomi.
Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB)
Inovasi teknik pengelolaan lahan tanpa bakar (PLTB) di Desa Anjir Kalampan dipelopori oleh sang Kepala Desa, Yanir. Alumnus Jurusan Sosial Politik Universitas Lambung Mangkurat (1993) itu mengaku tidak mempunyai pengetahuan pertanian yang mendalam alias bermodal nekat saja. Teknik pembukaan lahan tanpa bakar yang diterapkan Yanir bekerjsama sederhana. Caranya, ia mempergunakan rumput dan semak-semak yang dicampur dengan pupuk sangkar sebagai kompos.
Dia juga membiarkan akar-akar pohon (tunggul) sampai membusuk alasannya adalah akan meningkatkan kesuburan tanah. Dalam tunggul wangi terdapat cacing yang berfungsi sebagai pengurai. Petani tak perlu membeli dan tergantung pada pupuk kimia.
Untuk meminimalkan kadar keasaman tanah di lahan gambut, Yanir membuat blok penanaman lebar sekitar dua kali sepuluh meter. Blok penamanan dibuat agak tinggi sekitar 20-30 sentimeter dari tinggi permukaan tanah datar. Siasat itu menciptakan akar tumbuhan tidak pribadi menyentuh air asam di bawah permukaan tanah. Selain itu, beliau menggunakan kapur prokal untuk meminimalkan kadar asam. Kapur prokal yaitu bahan yang ramah lingkungan.
Selama dua tahun, dia bereksperimen menanam berbagai tanaman pertanian, seperti melon, semangka, tomat dan tumbuhan yang lain melalui tata cara PLTB. Kini Yanir bisa menyebarkan wawasan dan keterampilam dengan petani-petani lainnya.
Tahapan terberat dalam PLTB adalah pembukaan lahan. Petani mesti mengeluarkan dana cukup besar untuk upah pekerja, materi bakar, mesin operasional, dan ongkos pengomposan. Karena itu, PLTB semestinya dijalankan secara bertahap, melalui luasan yang kecil dahulu. Petani mampu mulai dari penyiapan lahan untuk tanam 1.000 batang cabai, kalau sukses, mereka dapat membuatkan lahan yang lebih luas lagi.
Dalam jangka panjangnya, taktik PLTB di atas sungguh menguntungkan. Petani tidak perlu lagi mencari lahan lain untuk tebas dan bakar yang akan menyedot ongkos pelengkap. Petani akan konsentrasi di zona pertanian intensif. Penggunaan pupuk organik akan meminimalisir ongkos produksi.
Kini, taktik PLTB yang dilaksanakan Yanir telah dibarengi oleh warga desa yang lain. Di Desa Anjir Kalampan suah ada sembilan golongan tani dengan total anggota sebanyak 200 orang.
Pasarkan Hasil Panen di Sosial Media
Pada 2016, penerapan inovasi ini membawa angin segar bagi petani. Para petani di Desa Anjir Kalampan mampu panen raya dengan hasil yang memuaskan. Ada bertono-ton melon dan semangka yang dihasilkan dari PLTB.
Untuk memasarkan hasil panen, penduduk desa mempergunakan teknologi sosial media. Hasil kebun diunggah ke Whatsapp, Facebook, dan yang lain. Banyak kelompok yang kesengsem membeli hasil taninya, bahkan ada pembeli tiba dari luar daerah. Mereka menghubungi para petani. Ada yang telepon, ada yang datang sendiri.
Selain PLTB, masyarakat Desa Anjir Kalampan juga menyebarkan lahan agroforestri yang ditanami aneka macam tumbuhan keras, seperti jengkol, petai, dan tumbuhan keras yang lain. Akhirnya, Desa Anjir Kalampan menjadi daerah pelatihan dan pendidikan berbagai kelompok untuk budidaya tumbuhan holtikultura berbasis ramah lingkungan.
Atas kerja kerasnya, Pemerintah memberikan penghargaan pada Yanir selaku Pelopor Ketahanan Pangan pada 2017. Para petani juga menerima derma peralatan perkebunan dari berbagai instansi selaku tunjangan bagi kegiatan pemberdayaan penduduk di kawasan lahan gambut.
0 Response to "Desa Anjir Kalampan Sukses Kembangkan Pertanian Tanpa Bakar Di Lahan Gambut"
Post a Comment