Desa Bhuana Jaya Berinovasi Kembangkan Madu Kelulut Jadi Produk Unggulan Desa

Berkunjung ke Kutai Kartanegara tak lengkap kalau tidak mengunjungi Ladang Ternak Kelulut di Desa Bhuana Jaya. Ratusan kotak rumah lebah tersebar di kawasan ini. Para pengunjung dapat menikmati madu orisinil secara langsung. Pengelola ladang ternak kelulut juga menyediakan madu asli dalam bungkus selaku oleh-oleh.



Desa Bhuana Jaya terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ladang ternak Kelulut dikelola oleh Suwondo, pegiat pemberdayaan masyarakat sekaligus sekretaris desa lokal. Pada 2016, Suwondo menyebarkan ladang kelulut sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, serta mahasiswa tentang budidaya dan buatan madu alami.



























Nama InovasiLadang ternak Kelulut
InovatorKelompok Peternak Lebah Kelulut Desa Bhuana Jaya
Alamat Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
KontakSuwondo (Peternak Lebah dan Sekretaris Desa Bhuana Jaya)
Telepon+62-821-5820-0251
Websitehttps://www.bhuanajaya.desa.id/

Suwondo membuatkan budidaya lebah kelulut sehabis melihat tayangan serial kartun bawah umur di televisi. Saat dirinya ke kebun, dia memperoleh satu indukan (koloni) lebah kelulut di pohon. Lalu, dia pindahkan koloni itu didekat rumahnya. Tak puas dengan satu koloni, Suwondo mencari indukan lainnya di area kebun lainnya hingga berjumlah empat koloni.


Berbekal dari sedikit pengetahuan dan harapan membudidayakan, beliau kemudian mencari acuan dari berbagai sumber, terutama memanfaatkan jaringan internet yang telah ada di desanya, sehingga dari berbagai pengetahuan awal itu ia terapkan beternak kelulut di kebun belakang rumahnya.


Berkat kreativitas dan ketekunannya, kini di Ladang ternak kelulut telah ada ratusan rumah koloni, bahkan jenisnya ada tiga macam. Budidaya lebah kelulut cukup gampang, apalagi jenis lebah ini tidak menyengat. Khasiat madu kelulut juga sangat bagus, tak jauh beda dengan madu pada umumnya.


Kini, Suwondo berkala memanen madu setiap tiga bulan atau empat kali panen dalam setahun. Setiap koloni mampu menghasilkan madu antara 350 gram sampai 500 gram. Hasil panen yang variatif disebabkan alasannya adalah produktivitas madu bergantung pada banyaknya asupan nektar yang terkandung dalam bunga. Semakin banyak bunga di sekeliling lebah, maka nektar yang menjadi pakan utama akan kian banyak sehingga lebah juga banyak menciptakan madu.


Dia menerangkan produksi madu maksimal dikala animo kemarau karena banyak bunga yang mekar sehingga nektar tersedia juga banyak di sekelilingnya, sedangkan animo penghujan banyak bunga yang sudah jadi buah sehingga jumlah bunga menyusut.


Untuk mengantisipasi jangan hingga lebah kekurangan nektar, ia memelihara flora rambat yang menciptakan bunga sepanjang tahun, tergolong pohon penghasil bunga dan buah sepanjang tahun seperti belimbing, nangka, dan jambu, alasannya sumber pakan lebah berasal dari semua jenis tanaman penghasil nektar, polen dan resin flora.


Untuk pemasaran, Suwondo lebih banyak mempergunakan online marketing, khususnya sosial media. Konsumen madu tak cuma berasal dari Kutai Kartanegara, namun juga tersebar Pulau Jawa. Hingga kini, Suwondo mengaku masih kewalahan dan belum mampu menyanggupi undangan pasar.


Madu murni yang dipanen eksklusif dimasukkan dalam botol ukuran 350 cc dibandrol dengan harga Rp 300 ribu perbotol. Sedangkan hasil panen dari semua koloni yang dimiliki bisa memproduksi sekitar 6 liter pertiga bulan, sehingga ia memperoleh keuntungan sekitar Rp 6 juta setiap kali panen.


0 Response to "Desa Bhuana Jaya Berinovasi Kembangkan Madu Kelulut Jadi Produk Unggulan Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel