Desa Boru Kedang Manfaatkan Dana Desa Untuk Bantu Petani Dan Lestarikan Lingkungan
Desa Boru Kedang menjadi acuan tata kelola Dana Desa yang bagus. Pada 2018, desa ini menerima Dana Desa sebesar Rp 710 juta. Mereka memakai Dana Desa untuk menolong petani dan melestarikan lingkungan. Desa di lereng Gunung Ile Lewatobi itu juga menyisihkan dana desanya untuk memajukan literasi warga.
Desa Boru Kedang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Bangunan kantor Desa Boru Kedang sederhana dengan halaman luas. Uniknya, di setiap sudut halaman bangunan bambu lengkap dengan kursi-kursi bambu. Bangunan bambu itu yaitu taman bacaan yang disiapkan desa untuk memajukan minat baca warganya.
| Nama Inovasi | Dana Desa untuk Literasi Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan |
| Inovator | Pemerintah Desa Boru Kedang |
| Alamat | Desa Boru Kedang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur |
| Kontak | Apolonaris Sewa Liwu (Kepala Desa Boru Kedang) |
| Telepon | +62-812-3643-0372 |
Desa Boru Kedang menganggap kegiatan literasi bagi anak sebagai program prioritas desa. Pemerintah desa juga menerbitkan majalah desa yang diberi nama Koda Nuan, artinya ’petunjuk jalan’. Anak-anak muda dan penyuluh pertanian desa dilatih menulis selaku wartawannya.
Majalah desa terbit terpola untuk mengabarkan kegiatan pembangunan dan pemeberdayaan penduduk desa. Sasaran pembacanya tak hanya Boru Kedang, tetapi juga desa lain. Selain menulis untuk majalah Koda Nuan, para wartawan desa itu diarahkan untuk mengisi website desa. Tahun ini, Boru Kedang mengalokasikan dana pengadaan kanal jaringan internet.
Selain literasi, setiap tahun Desa Boru Kedang menganggarkan dana desa bagi pelestarian lingkungan. Dana Desa dipakai untuk membiayai penghijauan, khususnya sekitar mata air. Mata air ialah kekayaan alam desa yang mesti dirawat sehingga hutan dan lingkungannya harus tetap tersadar.
Berkat kesepakatan yang besar pada lingkungan, Desa Boru Kedang diketahui berlimpah air, bahkan menyalurkan air ke desa-desa lain di sekitarnya. Mereka juga menjual kelebihan air higienis dalam bungkus galon yang diatur badan usaha milik desa (BUMDes).
Menyadari pentingnya hutan untuk mempertahankan sumber air mereka, Pemerintah Desa Boru Kedang menciptakan Peraturan Desa Nomor 8 Tahun 2016 ihwal Pelestarian Lingkungan. Aturan itu mengharuskan warga menjaga hutan, tanaman dan fauna langka, mata air, dan ekosistem air.
Pemerintah desa memberi sanksinya pagi para pelanggar berbentukdenda budbahasa. Contohnya, yang tebas pohon di hutan mesti ganti tanam 10 pohon dan membiayai upacara budbahasa semua desa.
Contoh yang lain, pada tamat 2016, lima perjaka desa melanggar hukum ini karena menangkap ikan di sungai dengan racun yang mematikan banyak sekali jenis ikan, udang, dan belut. Pemerintah desa mendenda mereka membersihkan sungai dan menabur benih ikan, termasuk berudu (anak katak) mati. Satu ekor diganti 10 ekor. Keluarga mereka membiayai upacara adab. Sejak itu tak ada yang berani merusak sungai.
Kreativitas Boru Kedang memanfaatkan dana desa tak berhenti di sana. Dana desa jadi potensi memakmurkan warga melalui acara pengembangan pertanian. Pemerintah Desa Boru Kedang memetakan soal petani sebelum menyusun prioritas penggunaan anggaran.
Akhir 2017 Pemerintah Desa Boru Kedang mendirikan BUMDes Tana Bojang yang menyalurkan pupuk subsidi, organik, dan kimia. Modal permulaan usaha pupuk Rp 70 juta atau 10 persen dana desa.
Selain melayani petani di Boru Kedang, BUMDes ini menyalurkan pupuk subsidi bagi 10 desa di tiga kecamatan, yakni Wulanggitang, Ile Bura, dan Titehena. Total keluarga petani dilayani BUMDes Tana Bojang di tiga kecamatan 1.500 keluarga tani.
BUMDes Tana Bojang memotong biaya transportasi pengadaan pupuk. Dulu petani mengeluarkan Rp 500.000 untuk menyewa transportasi untuk ambil pupuk di Larantuka, kini ambil di desa dengan sepeda motor.
Selain menyalurkan pupuk pabrikan, BUMDes Tana Bojang bersiap memproduksi pupuk organik. Kotoran ternak jadi materi baku pupuk organik berlimpah di desa.
Inovasi yang diterpakan oleh Pemerintah Desa Boru Kedang membuat pengalokasian Dana Desa kian sempurna target. Dana Desa bisa menggerakan ekonomi penduduk , menguatkan sumber daya insan, sekaligus mempertahankan lingkungan terus lestari.
Desa Bergerak Membangun Indonesia!
0 Response to "Desa Boru Kedang Manfaatkan Dana Desa Untuk Bantu Petani Dan Lestarikan Lingkungan"
Post a Comment