Desa Leles, Desa Strategis Meningkat Dinamis
Desa Leles terletak di Kecamatan Leles, merupakan salah satu desa dari 421 desa di Kabupaten Garut. Desa ini mempunyai 2 dusun, 10 RW, dan 39 RT. Jumlah orangnya sebanyak 4.247 jiwa yang terdiri dari 2.061 wanita dan 2.186 laki-laki.
Terbentuknya Desa Leles menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan ditindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Desa. Dalam perkembangannya, Desa Leles berkembang dan mengalami pergantian yang signifikan yang banyak dipengaruhi oleh letak geografis yang cukup strategis.
Desa Leles dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang berjulukan H. Tatan Tanurudin F, melalui penyeleksian secara langsung, terhitung mulai tahun 2013 sampai dengan 2017.
Nama Desa Leles sudah tercatat sejak jaman penjajahan Belanda, alasannya adalah di sentra kota telah dibangun gedung perkantoran pemerintahan Belanda seperti kantor kawadanaan dan Pendopo Leles tergolong markas serdadu Belanda.
Pada awalnya Desa Leles bernama Desa Pakemitan sebelum diganti menjadi Desa Islamnunggal pada tahun 1820. Pada tahun 1900, akhirnya nama Desa Islamnunggal diganti menjadi Desa Leles diubahsuaikan dengan lokasi kantor Desa Leles yang menjadi ibu kota kawadanaan/wilayah Leles.
Pada tahun 1979, Desa Leles dimekarkan/dipecah menjadi 2 desa yakni Desa Leles Kulon dan Desa Leles Wetan. Akhirnya pada tahun 1982 kedua desa tersebut dimekarkan kembali dengan Desa Leles sendiri sebagai pemekaran dari Desa Leles Wetan dengan usulanletak geografis, kepadatan penduduk, pertumbuhan infrastruktur/sarana prasarana, dan pertumbuhan perekonomian.
Bagi sebuah desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Leles Tahun Anggaran 2017 terbilang besar. Pendapatan orisinil desa meraih 50 miliar rupiah. Sedangkan besaran penyaluran Dana Desa bagi Desa Leles sebesar 794 miliar rupiah.
Nampak bahwa pendapatan yang bersumber dari Dana Desa berkontribusi paling besar terhadap total pemasukan desa adalah sebesar 50%. Di sini dapat pula terlihat bahwa perlindungan dana desa menenteng pengaruh yang sungguh besar terhadap peningkatan kesanggupan Desa Leles mendanai pembangunan di desa. Total pemasukan desa tahun 2017 tersebut meningkat dari tahun 2016 yang berjumlah sebesar 1 miliar rupiah.
Posisi Desa Leles sungguh strategis dengan lokasi yang dilalui jalan Bandung–Garut serta adanya eksistensi situs Candi Cangkuang, Desa Leles menyimpan peluangbesar di sektor pariwisata untuk dikembangkan lebih baik lagi. Potensi lain yaitu adanya sumber mata air Cicapar yang airnya tidak pernah surut walaupun animo kemarau, bahkan mampu mengairi pesawahan sampai Desa Cangkuang.
Melimpahnya air bersih dari sumber mata air ialah nilai tambah tersendiri bagi desa ini untuk mengembangkan pendapatan asli wilayahnya dan aparatur desa mesti jeli dalam menangkap kesempatan ini dengan mulai merintis industri air minum dalam kemasan.
Proritas penggunaan dana desa ditetapkan menurut Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Untuk pelaksanaan Dana Desa tahun 2016, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut menganjurkan Desa Leles menjadi salah satu pola desa yang dinilai sukses memanfaatkan dan mengurus Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa demi kemakmuran penduduk dengan mengimplementasikan Permendes Nomor 21 Tahun 2015.
Untuk tahun 2017, Desa Leles menggunakan Dana Desa untuk Bidang Penyelenggaraan Pembangunan Desa sebesar 539 juta rupiah atau 68 % dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa sebesar 254 juta rupiah atau 32 %.
Alokasi Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dasar dan kenaikan kapasitas ekonomi desa. Penggunaan Dana Desa untuk bidang fisik di antaranya untuk pembangunan kavtering dan pipanisasi sumber air Cicapar, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), dan perbaikan drainase akses air dan MCK.
Di bidang nonfisik, penggunaan Dana Desa di antaranya untuk aktivitas bimbingan teknis budidaya pertanian dan tabulampot, Bimbingan Teknis Pengembangan Seni-Budaya setempat, dan Bimbingan Teknis pendukung sarana prasarana kesehatan PHBS dan rumah sehat warga miskin.
Menurut Kepala Desa Leles, pembangunan kavtering dan pipanisasi sumber air Cicapar yang didanai dari Dana Desa ini sudah menunjukkan faedah secara pribadi kepada masyarakat dalam hal penyediaan air bersih. Ke depan, sumber air Cicapar yang ketika ini dikelola oleh BUMDes akan terus dikembangkan sehingga menjadi andalan Pendapatan Asli Desa.
Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan penduduk , sebagian Dana Desa akan dialokasikan untuk berbelanja mesin jahit sehingga diperlukan taraf kehidupan penduduk akan lebih meningkat.
Seorang warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih terhadap pemerintah alasannya mendukung kemajuan dan tingkat kesejahteraan desanya yang meningkat berkat pembangunan dan kegiatan desa yang dibiayai oleh Dana Desa.
0 Response to "Desa Leles, Desa Strategis Meningkat Dinamis"
Post a Comment