Desa Mergolangu Manfaatkan Dana Desa Untuk Kembangkan Rekreasi Desa

Dari Gardu Pandang Gunung Lanang Mergolangu, kita dapat memandang hamparan pepohonan hijau yang mengelilingi Waduk Wadas Lintang. Kilau pantulan air memberi sensasi tersendiri bagi para penikmat rekreasi saujana. Terlebih, Desa Mergolangu berada di ketinggian 1.102 meter di atas permukaan maritim sehingga selalu dibalut hawa sejuk alam pegunungan.



Desa Mergolangu terletak di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa Mergolangu merupakan tujuan wisata baru yang sedang dikembangkan di Kabupaten Wonosobo. Letaknya di ujung Kabupaten Wonosobo, berbatasan langsung dengan dengan Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.



























Nama InovasiDesa Wisata Mergolango
PengelolaDesa Wisata Mergolango
AlamatDesa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
KontakBambang Wahono (Kepala Desa Mergolangu)
Telepon+62 857-5402-6430
E-maildesamergolangu@gmail.com

Secara geografis Desa Mergolangu memiliki topografi dataran tinggi yang dikelilingi hutan dan pegunungan, menjadikannya berhawa hambar. Dilihat dari topografi, sekitar 9 prosen dari keseluruhan daerah digunakan selaku pemukiman masyarakatdan 14 prosen kawasan merupakan hutan. Sisanya adalah kebun, tegalan, dan lading.


Perjalanan menuju lokasi rekreasi memang cukup bikin capek alasannya medannya yang menanjak, tetapi terbayar lunas dengan menu pemandangan alam dan keramahtamahan masyarakatdesa.


Selain gardu pandang, masih banyak wahana mempesona lainnya yang ada di Desa Mergolangu, mirip Puncak Memean, Curug Kalicoklat, Gua Kelelawar, Puncak Serangan, dan Bukit Tumenggung. Semua spot tak kalah indah dari gardu pandang.


Desa Mergolangu terdiri dari tiga dusun ialah ialah Dusun Prigi, Dusun Wonosari, dan Dusun Mergolangu. Desa ini memiliki jumlah masyarakatsebanyak 1.819 jiwa. Mayoritas penduduk melakukan pekerjaan pada sektor pertanian, lainnya melakukan pekerjaan selaku pedagang, supir, buruh migran, PNS, dan Tentara Nasional Indonesia.


Sayang, sekitar 39 prosen masyarakatMergolangu masih berada di bawah garis kemiskinan. Untuk itu, Pemerintah Desa Mergolangu perlu adanya terobosan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sehingga mampu meminimalkan angka kemiskinan orangnya.


Kontribusi Dana Desa sangat penting dalam menggerakkan pengembangan penduduk desa. Dari struktur APBDes Tahun 2017, Desa Mergolangu menerima Dana Desa sebesar Rp 814 juta. Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial dasar, dan peningkatan kapasitas ekonomi desa.


Desa Nergolangu konsentrasi memenfaatkan Dana Desa untuk pengembangan desa wisata. Hal tersebut didukung nilai lebih Desa Mergolangu dalam menginisiasi dan menangkap kelebihan komparatif geografis, sekaligus adanya sumbangan penuh penduduk dalam membuatkan wisata yang tentu saja mendorong peningkatan kemakmuran penduduk Desa Mergolangu.


Pemanfaatan Dana Desa dalam pengembangan wisata Desa Mergolangu mampu dikatakan sungguh sukses. Desa Mergolangu ialah salah satu desa yang menerima evaluasi kinerja baik dari 122 desa yang ada di Kabupaten Wonosobo.


Bahkan, desa ini menjadi salah satu desa yang direkomendasikan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo karena dinilai berhasil memanfaatkan Dana Desa untuk pengembangan rekreasi.


Pemanfaatan Dana Desa diluar pengembangan wisata juga turut dikerjakan. Pembangunan non-fisik dalam rangka peningkatan sumber daya insan tetap dilakukan untuk mendukung pembangunan fisik alasannya adalah sejatinya keduanya saling melengkapi.


Dalam waktu tiga tahun berlangsung, Dana Desa ialah stimulus dalam pembangunan di Desa Mergolangu, terutama dalam pengembangannya menjadi desa rekreasi. Dana Desa menunjukkan kontribusi sebesar Rp26 juta (2015) dan meningkat mencapai Rp246 juta (2016) dan Rp200 juta (2017).


Dalam perjuangan pengembangan Desa Mergolangu menjadi desa tujuan rekreasi, dilakukan banyak sekali hal mirip pembangunan fasilitas dan prasarana. Masyarakat pun berperan besar untuk membangun secara bersama-sama, termasuk untuk pengerjaan jalan di lokasi.


Alam yang berbukit dengan bentang pergunungan di sekelilingnya bukan hanya menghidangkan pemandangan yang indah, melainkan juga memperlihatkan tantangan tersendiri bagi masyarakatdesa.


Untuk menuju Desa Mergolangu, kita harus melewati hutan pinus milik Perhutani dengan keadaan jalan yang berlubang dan mendaki. Sebagian bahkan masih berbentukjalan berbatu yang belum diaspal. Sebagai desa yang ingin membidik sektor pariwisata, Desa Mergolangu perlu banyak berbenah.


Kegiatan pembangunan fisik yang didukung dengan penggunaan Dana Desa berbentukpembangunan infrastruktur jalan, pengerjaan drainase, dan talud jalan sudah terlihat alhasil sehingga mampu mendukung percepatan desa wisata.


Hasil pengembangan desa rekreasi sudah terlihat memberi kontribusi kepada APBDes, khususnya dari hasil pemasaran karcis tanda masuk ke lokasi wisata. Bertindak selaku pengelola objek wisata ini adalah BUMDes.


Secara ekonomi, desa wisata juga membuka potensi kerja bagi masyarakat desa, mulai dari petugas parkir, pebisnis warung masakan, sampai penyedia layanan transportasi seperti tukang ojek. Pembangunan wahana wisata memberdayakan tenaga kerja warga Desa Mergolangu secara bergiliran dari tiap-tiap dusun sehingga memperbesar penghasilan penduduk desa.


Selama dua tahun terakhir, Desa Wisata Mergolangu sudah dikunjungi sebanyak 20 ribu orang dengan harga karcis masuk sebesar Rp 5 ribu. Desa Mergolangu, suatu desa yang mulanya tidak pernah dikunjungi pelancong, kini bermetamorfosis menjadi sebuah desa rekreasi cantik yang kian bersolek.


Untuk menjadikan suatu objek wisata yang menjadi andalan perekonomian desa kian menunjukkan manfaat yang mampu dicicipi oleh warga sekitar, diharapkan dana yang tak sedikit. Jika mengandalkan swadaya masyarakat, mampu jadi perlu waktu yang cukup usang, sedangkan investor dari luar tidak senantiasa bisa dapat ditarik dengan gampang.


Dana Desa yang hadir mulai tahun 2015 di Desa Mergolangu menjadi solusi bagi hambatan pendanaan. Dengan dana tersebut, Desa Mergolangu berfokus pada pengembangan objek wisata mirip Gunung Lanang dan Waduk Wadas Lintang. Desa mampu menerima keuntungan dengan keuntungan pemasaran karcis masuk dan usaha warung makan.


Selain itu, ada jasa tukang ojek setempat kembali dapat dinikmati oleh masyarakat.


0 Response to "Desa Mergolangu Manfaatkan Dana Desa Untuk Kembangkan Rekreasi Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel