Desa Perduhapen, Desa Cabai Yang Berhasil Kelola Dana Desa
Salah satu desa yang dinilai berhasil dalam pengelolaan/pemanfaatan Dana Desa yaitu Desa Perduhapen, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara.
Nama Desa Perduhapen berasal dari kata bahasa pakpak yakni “merduhap” yang memiliki arti “mencuci muka”. Desa Perduhapen merupakan tanah wilayat atau tanah budbahasa marga Tinendung dan marga Sinamo.
Desa Perduhapen merupakan desa pemekaran dari Desa Kuta Saga pada tahun 2005, yang dipimpin oleh Pejabat Kepala Desa sementara adalah Aritonang Sinamo sampai dengan Juni 2007 dan dilanjutkan dengan Kepala Desa Defenitif yaitu Jedis Simbolon (sampai dengan kini).
Wilayah Desa Perduhapen sebagian besar mempunyai topografi yang bergunung-gunung dan berbukit-bukit, dengan jenis tanah yang bermacam-macam. Jenis tanah kebanyakan merupakan jenis tanah Liparit, Permokarbon, Palaegon, Gabro Diabase dan tanah juva.
Tanah jenis ini sesuai untuk komoditi perkebunan seperti kopi, gambir, karet, dan flora keras yang lain. Penggunaan lahan di Desa Perduhapen mencakup pemukiman dan akomodasi lazim, persawahan, perladangan, dan pemukiman.
Salah satu prestasi yang berhasil dicapai dan menjadi pujian penduduk saat ini, Desa Perduhapen terpilih menjadi salah satu utusan dari dua desa di Propinsi Sumatera Utara untuk diperlombakan ke Tingkat Nasional dalam rangka Gerakan Tanam Cabai (Gertamcab).
Gerakan Tanam Cabai (Gertamcab) ialah salah satu Program Tingkat Nasional. Dukungan yang dijalankan penduduk desa dengan memanfaatkan seluruh lahan kosong pada pekarangan rumah masing-masing. Bentuk perlindungan yang lain, Desa Perduhapen membangun Tugu Cabai sebagai Icon Desa.
Keberhasilan yang telah dicapai tersebut tidak terlepas dari adanya acara penyaluran Dana Desa dalam rangka mengembangkan dan memajukan kesejahteraan penduduk desa.
Pada Tahun 2017, Desa Perduhapen telah menerima Penyaluran Dana Desa Tahap I sebesar Rp. 463 juta (60% dari pagu desa), dan sampai dengan bulan September sudah dikerjakan absorpsi sebesar 82,50%, yang dipergunakan untuk membangun infrastruktur desa.
Pemanfaatan Dana Desa di Desa Perduhapen dipergunakan untuk Pembangunan Desa, meliputi Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berupa penyediaan sarana dan prasarana, pembangunan dan pemeliharaan jalan desa guna memudahkan warga desa untuk memasarkan hasil perkebunan/pertanian mereka sehingga dapat memajukan penghasilan penduduk Desa Perduhapen, dan juga untuk pembangunan tembok penahan dan bronjong.
Selain pemanfaatan di bidang Pembangunan Desa, Dana Desa yang diperoleh juga dipakai untuk pemberdayaan masyarakat desa mirip pembentukan kelompok Pemuda (Karang Taruna).
Kisah sukses penggunaan Dana Desa pada Desa Perduhapen menjadi bagian dari cerita berhasil suatu desa dalam memberdayakan semua masyarakatdesanya. Gerakan Tanam Cabai yang dikerjakan dengan pinjaman secara penuh dari semua masyarakatsudah berhasil dalam membangun Desa Perduhapen.
Sebagai suatu proses pembangunan, pemberdayaan seluruh penduduk, pemanfaatan secara maksimal sumber daya alam dan pemanfaatan Dana Desa yang baik dapat menjadi pelajaran yang berharga dalam membangun sebuah desa. *
0 Response to "Desa Perduhapen, Desa Cabai Yang Berhasil Kelola Dana Desa"
Post a Comment