Desa Sandal, Desa Karangrejo Menjadi Sentra Sandal Di Pasuruan
Sandal selalu menjadi teman setia, baik saat di rumah maupun bepergian. Warga Desa Karangrejo, tepatnya Dusun Karangbangkal, memproduksi sandal selaku mata pencaharian andalan. Bisnis sandal terbilang menggiurkan.
Dusun Karangbangkal terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hampir seluruh warga dusun ini menjadi pembuat sandal. Tak salah jika desa ini dinamakan “Desa Sandal”.
Keterampilan menciptakan sandal tidak diajarkan khusus. Pengrajin sandal mencar ilmu dari orang tuanya secara turun-temurun. Tak heran, banyak warga yang telah menekuni pembuat sandal hingga puluhan tahun.
Umumnya, pembuat sandal merangkap selaku pedagang sandal. Bahkan ada yang pengrajin yang memiliki belasan karyawan untuk memproduksi sandal.
Para pengrajin sandal bekerja metode kerja borongan. Namun, pengrajin sandal Desa Karangrejo jarang yang menjual produknya langsung ke pasar. Umumnya, pengrajin melayani pemesanan dalam jumlah banyak, baik dari Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Batam, bahkan Ujung Pandang.
Sebagian besar pengrajin adalah perempuan. Mereka dapat mendapatkan keuntungan, tanpa meninggalkan kewajiban selaku seorang istri dan ibu bagi bawah umur.
Bahan menciptakan sandal yakni spon bekas yang dibeli warga dari pabrik di Gempol. Harganya pun murah, adalah Rp 7500 untuk 1 kilogram. Belanja bahan biasanya dalam jumlah besar atau diadaptasi dengan jumlah pesanan yang tiba.
Sebagian besar sandal yang dibuat pengrajin menyasar pelanggan belum dewasa dan wanita. Setiap sandal dihargai sesuai dengan jenis, contoh sandal ubur-ubur dan sandal OP, dipatoknya dengan harga Rp 7.500 dan Rp 6.000.
Rata-rata, setiap minggunya para pengrajin dapat meraup laba bersih Rp 2 juta atau mampu Rp 8 juta sampai Rp 10 juta perbulan.
0 Response to "Desa Sandal, Desa Karangrejo Menjadi Sentra Sandal Di Pasuruan"
Post a Comment