Desa Sungai Pisau, Dana Desa Untuk Jalan Dan Jembatan Harapan

Desa Sungai Pisau berlokasi di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Desa Sungai Pisau secara geologis terdiri atas dataran rendah, rawa, dan perbukitan yang rentan dengan banjir, baik yang disebabkan oleh curah hujan maupun luapan pasangnya air Sungai Ketungau. Kondisi alam tersebut berulang kali terjadi setiap tahunnya.


Luas wilayah Desa Sungai Pisau yakni sebesar 5.427 ha, yang terdiri atas tanah sawah 25 ha, ladang 190 ha, perkebunan 1.155 ha, rawa 1.500 ha, hutan 1.700 ha, dan lainnya 857 ha. Jumlah masyarakatDesa Sungai Pisau sebanyak 661 jiwa dengan 199 kepala keluarga. Desa Sungai Pisau termasuk desa tertinggal di daerah perbatasan yang disebabkan oleh rendahnya aksesbilitas, sumber daya insan, dan infrastruktur.


Jarak antara Desa Sungai Pisau dengan ibukota Kabupaten Sintang sekitar 198 km dengan jarak tempuh sekitar 7 jam menggunakan kendaraan bermotor. Di isu terkini hujan, jalan menuju ke Desa Sungai Pisau sukar dilalui karena jalan tanah berkembang menjadi kubangan lumpur.


Terkait dengan infrastruktur, Desa Sungai Pisau masih mempunyai jalan berbentukjalan tanah, belum memperoleh terusan listrik dari PLN, dan terbatasnya terusan atas air higienis, fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan, keuangan, dan perekonomian.


Total Pendapatan Desa Sungai Pisau pada tahun 2017 meraih 1,08 milyar rupiah dengan alokasi Dana Desa sebesar 744 juta rupiah. Dana Desa Tahun 2017 Tahap I sebesar Rp 446 juta telah disalurkan dan dipakai untuk kegiatan pembangunan jembatan kayu dan pembangunan jalan beton.


Dusun Sungai Antu merupakan sentra Desa Sungai Pisau yang dibelah dan dilintasi Sungai Ketungau. Pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Ketungau pastinya akan memperluas aksesbilitas bagi warga desa dalam menyanggupi kebutuhan dasar dan menerima layanan serta memperlancar jual beli barang dan perekonomian di Desa Sungai Pisau.


Desa Sungai Pisau masuk dalam Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Di samping pembangunan jembatan, pembangunan jalan rapat beton di Dusun Sungai Antu dikerjakan dalam rangka perluasan jalan masuk desa.


Proses pembangunan jembatan kayu (lebar 4 meter dan panjang 32 meter) dan jalan rapat beton (lebar 4 meter dan panjang 150 meter) di Desa Sungai Pisau dijalankan oleh masyarakat desa secara swakelola sehingga menunjukkan pendapatan bagi warga desa.


Diharapkan jalan dan jembatan itu dapat dilalui oleh kendaraan roda empat dan truk sehingga dapat memperlancar arus jual beli, logistik barang, dan perekonomian Desa Sungai Pisau. Hasil bumi yang dihasilkan leh masyarakat Desa Sungai Pisau berbentukpadi dan hasil kebun mampu dimuat dengan truk ke pasar di Kecamatan Ketungau Hulu dan ke Malaysia untuk dijual.


Faktor alam dan aksesibilitas ke Desa Sungai Pisau menjadi hambatan sekaligus tantangan dalam pembangunan itu. Bahan bangunan dan peralatan yang dipakai untuk pembangunan harus didatangkan dari luar desa dan melalui jalan air atau sungai dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Hal itu hanya mampu dilaksanakan pada saat air sungai pasang atau dikala ekspresi dominan penghujan.


Sementara, untuk pembangunan jembatan cuma bisa dikerjakan pada dikala air sungai surut atau ketika demam isu kemarau. Namun, hal itu tidak menyurutkan penduduk Desa Sungai Pisau untuk membangun jembatan dan jalan.


Kesuksesan Desa Sungai Pisau dalam mengurus Dana Desa tidak lepas dari tugas serta masyarakat desa, termasuk dengan pembangunan secara swakelola yang mengikutsertakan semua pihak. Penetapan program pembangunan tersebut melibatkan partisipasi warga desa dalam Musrenbang 2017.


Meskipun mengalami hambatan alam dalam prosesnya, bahu-membahu mereka sukses menuntaskan pembangunan desa. Peran dan semangat warga Desa Sungai Pisau untuk meningkatkan desanya inilah yang pantas dijadikan pola untuk desa-desa yang lain.


0 Response to "Desa Sungai Pisau, Dana Desa Untuk Jalan Dan Jembatan Harapan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel