Desa Tamarenja Manfaatkan Dana Desa Untuk Bangkit Jalan Ke Kebun Salak

Di balik perbukitan dan hamparan rerimbunan pohon, seorang petani tengah berkemas-kemas menuju ladang. Di sepanjang jalan berjajar perbukitan salak dan pisang yang menjadi sumber penghasilan penduduk sekitar. Begitulah keseharian penduduk Desa Tamanreja yang dominan sebagai petani.


Gugusan bukit ditumbuhi pohon-pohon besar seperti Sengon dan pohon kelapa, memperbesar keasrian alam disekitarnya. Rumah-rumah panggung yang dimiliki oleh warga menjadi ciri khas Sulawesi Tengah yang terlihat berjajar saat memasuki desa.


Desa Tamarenja berada di daerah Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Secara geografis, Desa Tamarenja berbatasan langsung dengan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah Barat, Desa Sindosa di sebelah Utara, Desa Kaliburu di sebelah Selatan, dan Desa Batusuya di sebelah Timurnya.


Desa Tamarenja berjarak sekitar 71 Km dari kota Palu atau sekitar 2 jam perjalanan. Tiga dusun yang menjadi kawasan penghidupan penduduk antara lain Dusun Katandona, Dusun Sinente, dan Dusun Irigasi. Tidak banyak orang menduga, bila di balik bukit terdapat sebuah desa yang ditinggali oleh nyaris sekitar 1.393 jiwa dengan 375 Kepala Keluarga.


Desa Tamarenja terkenal dengan hasil buah salaknya. Di nyaris semua rumah, ditanami pohon salak di bagian pekarangan rumahnya. Salak Tamarenja cukup terkenal di Donggala dan sekitarnya. Membidik ketersediaan salak tersebut, maka cukup pas rasanya jika bikinan buah salak dan pengolahan kuliner berbahan dasar salak menjadi potensi pengembangan desa ini.


Desa Tamarenja yang dibuat sejak tahun 1961 merupakan salah satu desa yang berprestasi dan bisa berkompetisi dengan desa-desa lainnya di Kabupaten Donggala. Desa Tamarenja menjangkau penghargaan sebagai desa terbaik se-Sulawesi Tengah dan menerima predikat Desa Percontohan dari Kementerian Desa pada tahun 2015.


Desa Tamarenja juga dicanangkan menjadi kampung KB di Kabupaten Donggala. Dengan dibentuknya kampung KB, diharapkan terciptanya sinergi dengan acara pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.


Dari segi keuangan, untuk Tahun 2017 Desa Tamarenja mempunyai total pemasukan sebesar Rp1,2 Milyar. Desa Tamanrenja mempunyai PAD yang cukup kecil namun dengan adanya Dana Desa Desa sebesar Rp766 Juta, maka Desa Tamarenda dapat melakukan aneka macam aktivitas yang mampu menunjang kesejahteraan penduduk .


Untuk Dana Desa tersebut, sesuai dengan kesempatandesanya, digunakan dalam rangka kenaikan acara penduduk terkait dengan perkebunan salak dan kenaikan buatan kuliner berbasis salak.


Di samping menjadi sentra penghasil buah salak, Desa Tamarenja juga telah membuatkan produksi makanan berbahan salak seperti dodol salak, keripik salak, dan asinan salak. Beberapa kendala yang masih dihadapi ialah kendala distribusi hasil perjuangan.


Desa Tamarenja sudah biasa menjual hasil produksinya kepada tengkulak dengan harga yang murah. Untuk itu jika masyarakat Tamarenja mendapatkan terusan untuk penjualan buatan desanya, maka kemakmuran penduduk akan meningkat.


Dua pembangunan infrastruktur yang memakai Dana Desa yang ditujukan untuk pengembangan sektor pertanian salak cukup terlihat saat mendatangi desa ini, yaitu pembangunan irigasi perkebunan salak dan pembangunan jalan kanal masuk perkebunan.


Dari pembangunan irigasi, petani Desa Tamarenja sudah mempunyai irigasi yang digunakan untuk mengairi sawah dan ladang mereka. Seringkali, irigasi ini juga difungsikan selaku tadah hujan dari limpahan air perbukitan pada demam isu penghujan. Tak heran curah hujan tinggi yang lazimnya mengkhawatirkan penduduk dari perbukitan bisa tertuntaskan.


Sementara itu, pembangunan jalan terusan masuk ke perkebunan salak juga menolong petani dalam mengembangkan produktifitas perkebunan. David, seorang warga yang berprofesi sebagai Petani mengungkapkan bahwa Penggunaan Dana Desa begitu dirasakan olehnya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan khususnya kanal masuk ke perkebunan salak yang dikerjakannya.


Ia berharap pada tahun selanjutnya Dana Desa juga mampu ditingkatkan untuk memperbaiki jalan pada kebun salak lainnya, sehingga petani lainnya juga mampu mencicipi hal yang sama.


Selain pembangunan infrastruktur, penggunaan Dana Desa juga ditujukan pada pengembangan training dan training rumah buatan salak lewat acara Usaha Kerja Bersama. Kegiatan difokuskan pada penambahan nilai dari hasil kebun salak dan pisang dengan memproduksi kudapan mirip dodol salak dan kripik pisang.


Dengan harga yang terjangkau dan tidak kalah yummy, kudapan hasil produksi warga Desa Tamarenja siap bersaing dengan kudapan yang lain di seputar Kabupaten Donggala dan Kota Palu.


Sebagai desa penghasil Salak, Desa Tamanreja telah berhasil dalam memperkaya produk salaknya. Ditunjang dengan pemikiran Dana Desa, Desa Tamanreja berfokus pada pembangunan perekonomian inovatif, dengan memproduksi aneka olahan salak.


Kisah berhasil ini tentunya menjadi acuan bagi desa lain untuk lebih inovatif dan memfokuskan pada sumber daya yang menjadi kekuatan pada suatu desa.


0 Response to "Desa Tamarenja Manfaatkan Dana Desa Untuk Bangkit Jalan Ke Kebun Salak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel