Dorong Ekonomi Desa, Desa Ganeas Hidupkan Kembali Bumdes Yang Dibekukan
BUMDes Ganeas Sejahtera di Desa Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diresmikan pada tahun 2008. Namun BUMDes terpaksa dibekukan pada 2013 sebab tidak berlangsung dengan administrasi yang baik. Melihat pentingnya BUMDes bagi kemajuan perekonomian desa, Pemerintah Desa Ganeas menghidupkan kembali BUMDes tersebut hingga kini kembali beroperasi dengan layanan dan jumlah anggota yang terus berkembang.
Desa Ganeas menjadi desa yang cukup progresif dalam mendorong ekonomi desa. Pada 2008, Desa Ganeas mendirikan BUMDes. Sayang, akhir analisis usaha yang kurang baik sehingga perjuangan penggemukan sapi (2008-2013) tidak menghadirkan untung. Jumlah sapi berkurang dari 13 ekor (senilai Rp 117 juta) menjadi 8 ekor (senilai Rp 64 juta).
| Nama Inovasi | Pendirian Kembali BUMDes Ganeas Sejahtera |
| Pengelola | Pemerintah Desa Ganeas |
| Alamat | Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat |
| Kontak | Omas Sudarsana (Kepala Desa Ganeas) |
| Telepon | +62-821-1603-9651 |
Pengawasan dan pengelolaan aset BUMDes tidak dilakukan dengan baik sebab pengelola BUMDes tidak memiliki pengalaman dalam berorganisasi atau mengurus bisnis. Persoalan yang melilit BUMDes menciptakan kepengmasalah organisasi dan penyelenggaraan tubuh perjuangan dibekukan pada tahun 2013.
Untuk mendorong ekonomi desa, pada 2016, Pemerintah Desa menghidupkan kembali BUMDes yang dibekukan dengan melaksanakan perbaikan kepengurusan dan tata kelola tubuh usaha. Kepala Desa menginisiasi musyawarah dusun yang menciptakan komitmen pembentukan tim transisi pengurus yang beranggotakan tiga orang.
Tim transisi pengurus bertugas untuk (1) menginventarisasi urusan, aset, dan nasabah BUMDes; (2) mendesain pengelolaan bisnis BUMDes ; dan (3) menyiapkan kepengurusan baru. Pada 18 Agustus 2016, Pemerintah Desa mempublikasikan Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2016 ihwal BUMDes Ganeas Sejahtera yang diikuti oleh surat keputusan pengelola gres.
Sebagai tahap awal, BUMDes menjalankan unit usaha simpan pinjam, pengelolaan sampah rumah tangga, dan penyaluran modal untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Modal permulaan berasal dari sisa saldo pengurus BUMDes sebelumnya dan penyertaan modal desa.
Aspek yang diperhatikan dalam membangkitkan kembali BUMDes ialah:
(1) unit perjuangan BUMDes gres dibuat berdasarkan hasil analisis perjuangan;
(2) unit perjuangan memiliki intensitas interaksi tinggi dengan masyarakat;
(3) pengelola yang ditunjuk berasal dari kalangan profesional dan pelopor desa;
(4) bendahara dan pengurus keuangan BUMDes memiliki latar belakang pendidikan yang relevan;
(5) memberikan laporan keuangan secara transparan dan periodik;
(6) tata cara pengelolaan aset menurut prinsip kehati-hatian; dan
(7) menerapkan metode verifikasi penerima manfaat secara berlapis.
Sampai Juni tahun 2017, unit perjuangan simpan pinjam telah mempunyai 52 anggota. Penyaluran tunjangan kepada 38 anggota sebesar Rp 39,9 juta. Total aset naik 65 persen dari Rp 29 juta menjadi Rp 48 juta. Unit perjuangan pengelolaan sampah terpadu sudah memiliki
3 unit kendaraan pengangkut sampah dan 1 buah gedung pemilahan sampah. Unit ini melayani 52 kepala keluarga (KK).
Dari pengalaman Desa Ganeas, kita dapat memetik pelajaran bahwa BUMDes harus dijalankan oleh tenaga profesional dan menganut prinsip manajemen usaha yang baik. Perbaikan dan pengembangan BUMDes perlu dikonsultasikan dengan pihak yang terlatih Pembentukan dan evaluasi BUMDes harus melibatkan penduduk .
Originally posted 2018-06-05 14:08:48.
0 Response to "Dorong Ekonomi Desa, Desa Ganeas Hidupkan Kembali Bumdes Yang Dibekukan"
Post a Comment