Durian Cani, Si Besar Yang Ringkih Pohonnya
Banyumas, Potensidesa.com – Ada dua jenis durian bangkok yang menjadi andalan desa Alasmalang kecamatan Kemranjen, yaitu durian Montong dan durian Cani. Dua jenis ini ialah durian yang berasal dari Thailand. Selain itu, dua varian inilah yang mampu bertahan pada kondisi tanah di Indonesia. Cani, atau sering disebut pula Montong daun lebar, merupakan salah satu varietas durian yang banyak ditanam oleh masyarakat. Buahnya yang mampu lebih besar dari jenis montong, serta daging buahnya yang lebih tebal, mengakibatkan durian ini banyak diminati oleh para pecinta durian.
Dagingnya yang tebal serta bijinya yang lebih kecil dari durian montong, membuat durian ini masih menjadi buruan para pecinta durian. Untuk rasa, sama mirip durian montong, rasa manis dan mengandung lebih minim alkohol bila dibandingkan durian setempat. Secara fisik, perbedaan anatara Cani dengan Montong ada pada duri Cani yang lebih rapat, serta ujung buah yang lebih lancip. Selain itu, bobot durian ini juga lebih berat dari Montong.
Bobot Durian Montong Daun Lebar
Bobot montong daun lebar bisa mencapai lebih dari 10 kilogram. Bahkan pernah ada durian yang berbobot sekitar 16 kilogram. Penghitungan bobot durian ini bukan hanya isi dan biji saja. Namun juga beserta kulitnya. Untuk mendapatkan durian dengan bobot lebih dari 10 kg, para petani durian mesti membuang banyak bakal buah yang ada pada suatu pohon. Sehingga cuma terdapat 5 sampai 8 bakal durian yang tersisa. Selain itu, perawatan yang intensif juga dibutuhkan, mirip pupuk, bantuan air, serta semprot.
Walaupun tidak meminimalkan bakal buah, bila perawatan bagus, bobot durian Cani juga masih mampu meraih lebih dari 4 kg. Rata-rata per pohon bisa menghasilkan 12 sampai 20 buah dalam semusim. Berbeda dengan montong yang cuma bisa meraih berat optimal 4 kg dengan kuantitas buah yang sama.
Untuk segi harga, durian Cani masih sama dengan montong, yakni berkisar harga Rp. 30 ribu hingga Rp. 35 ribu per kilogramnya. Kisaran harga tersebut tergantung dari penjualnya, bukan sebab dampak demam isu. Untuk harga diluar desa Alasmalang, per kilogramnya bisa lebih dari Rp. 40 ribu.
Pohon Durian Cani Yang Rapuh
Untuk persoalan ketahanan pohon, durian Cani tergolong dalam klasifikasi ringkih. Walaupun sudah dirawat dengan baik, pohon cani cuma mampu bertahan beberapa kali panen saja. Bahkan ada yang cuma bertahan sekali panen. Hal inilah yang membuat penduduk Alasmalang masih mencari penyelesaian untuk masalah tersebut. Terlebih lagi ketika ini durian Cani ialah salah satu durian andalan masyarakat.
Walaupun cara penyambungan bibit sama mirip durian montong, dengan menggunakan bibit durian setempat selaku batang bawahnya, tetapi tetap saja belum sukses mengatasi kerapuhan pohon durian Cani. Selain itu, perawatan yang sama dengan durian montong juga masih belum berhasil. Pohon durian ini cuma bisa bertahan berulang kali panen saja.
Kini durian Cani hanya menjadi aksesori dalam pertanian durian di Alasmalang. Tidak ada petani yang hanya mengandalkan durian jenis ini saja. Baik untuk bibit pohon, maupun untuk pohon panen. Kendati demikian, durian ini masih tetap dibudidayakan oleh para petani. Karena para pecinta durian masih sering mencari durian jenis cani dan Montong dari desa Alasmalang.
Estiko Aji Saputro
0 Response to "Durian Cani, Si Besar Yang Ringkih Pohonnya"
Post a Comment