Pantai Pandawa Dongkrak Pendapatan Asli Desa Kutuh Sampai Milyaran Rupiah

Desa Kutuh menjadi simbol kemandirian desa berkat penemuan dan kerja keras mereka dalam mengurus peluangdesa. Meski Kutuh terletak di tempat yang tandus, mereka mampu mengurus potensi akhlak, budaya, dan pariwisata menjadi berkah bagi desa. Pengelolaan rekreasi mampu mendongkrak pendapatan orisinil desa sampai 6,8 Milyar. Pantai Pandawa selaku ikon pariwisata baru di Pulau Dewata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.



Desa Kutuh mempunyai luas 976 Ha dan terletak Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai dengan pahatan patung Pandawa di sisi tebing jalan menuju pantai menjadi destinasi wisata tingkat dunia. Pada 2017, Desa Kutuh mampu menyabet selaku juara satu lomba desa tingkat nasional untuk regional Jawa-Bali pada 2017.

























Nama InovasiPantai Pandawa
PengelolaPemerintah Desa Kutuh
AlamatDesa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali
KontakI Wayan Purja SE
Telepon+62-813-3951-6068

Desa Kutuh mampu mengorganisir potensi dan sumberdaya desa menjadi sumber pemasukan asli desa. Untuk menghindari tumpang-tindih pengelolaan kesempatandesa, maka Desa Kutuh menyerahkan kewenangan pengelolaan pada badan usaha terintegrasi yang disebut Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA). BUMDA dipimpin seorang Maha Manggala Utama, sedangkan masing-masing unit dipimpin Manggala.


Kini, BUMDA Desa Adat Kutuh membawahi enam unit usaha, ialah Unit LPD, Wisata Pandawa, Wisata Gunung Payung Cultural Park, Unit Barang dan Jasa, Unit Atraksi Wisata Paragliding, dan Unit Utsaha Piranti Yadnya.


Desa Kutuh menerima Dana Desa sejak 2015. Pada awalnya dana ini digunakan untuk menguatkan keadaan sosial budaya, kesehatan, dan pendidikan warga desa. Pada perkembangannya, pendapatan dari pariwisata yang sungguh tinggi sehingga Dana Desa diprioritaskan untuk mendukung sektor pariwisata dengan tujuan memajukan kemakmuran warga.


Pada 2016, Desa Kutuh menerima 639 juta rupiah yang dipergunakan untuk membangun trotoar dan drainase sebagai upaya mengembangkan kebersihan dan ketentraman bagi pelancong yang berkunjung ke Kutuh. Pada tahun 2017, Desa Kutuh memprioritaskan penggunaan Dana Desa-nya, senilai 848 juta rupiah, untuk memperbesar modal usaha BUMDes Kutuh.


BUMDes ini menawarkan jasa persewaan reklame, yang menjadi sumber pemasukan desa. Penataan papan reklame menjadi sungguh penting supaya desa tetap indah sekaligus untuk mendukung pariwisata Desa Kutuh. BUMDes Kutuh juga berbelanja kendaraan beroda empat operasional pengangkut sampah. Desa Kutuh memprioritaskan pengelolaan sampah untuk menjamin kebersihan daerah rekreasi.


Langkah itu menawarkan kenyamanan bagi pelancong dan pada risikonya mendukung usaha yang diatur warga di daerah Pantai Pandawa. Selain itu, BUMDes Kutuh juga memiliki unit perjuangan kantin yang berlokasi di lapangan bulu tangkis Pantai Pandawa.


Seiring kenaikan kebersihan dan ketentraman kawasan rekreasi di Desa Kutuh, turis bertambah banyak berkunjung sehingga pemasukan Desa Kutuh berkembangdengan sungguh signifikan. Dana desa sangat membantu untuk membangun kemudahan biasa . Harapan kami, Kutuh mampu mandiri dalam 5-6 tahun ke depan.


Desa Kutuh mampu dijadikan desa percontohan cara memanfaatkan Dana Desa untuk mempercepat perekonomian desa. Di tengah rerata PADes yang relatif rendah tersebut, telah menyembul desa-desa yang mampu memandirikan keuangannya sendiri. Tak heran, Desa Kutuh menjadi tujuan utama studi banding desa-desa di seluruh pelosok nusantara.


0 Response to "Pantai Pandawa Dongkrak Pendapatan Asli Desa Kutuh Sampai Milyaran Rupiah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel