Penemuan Posyandu, Desa Tinggarjaya Mampu Atasi Masalah Stunting Di Desa
Desa Tinggarjaya menjadi desa yang mempunyai jumlah Pos Pelayanan Terpadu Bawah Lima Tahun (Posyandu Balita) paling banyak di Kecamatan Sidareja. Ada sepuluh Posyandu yang melayani warga desa. Setiap tahun pemerintah desa mengalokasikan anggaran khusus, baik untuk operasional kader Posyandu maupun perlindungan kuliner suplemen untuk Balita dan Lansia. Pada 2019, anggaran Posyandu mencapai Rp 53 juta dari Dana Desa (DD).
Desa Tinggarjaya ialah salah satu desa di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Desa ini dipimpin oleh kepala desa wanita, Suwarni. Program revitalisasi Posyandu menjadi salah satu prioritas desa untuk mengembangkan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Hal itu tampakdari peningkatan alokasi anggaran untuk program-acara kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
| Nama Inovasi | Posyandu untuk Penanganan Kasus Stunting |
| Pengelola | Pemerintah Desa Tinggarjaya |
| Alamat | Desa Tinggarjaya, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah |
| Kontak | Nasiyah (Pengelola PKK Desa Tinggarjaya) |
| Telepon | +62-813-2791-7679 |
Pelayanan kesehatan masyarakat dikerjakan oleh para kader Posyandu dibantu oleh dua bidan desa. Salah satu konsentrasi layanan Posyandu ialah pemantauan tumbuh kembang balita. Para Kader Posyandu dan Bidan Desa bekerja keras menyadarkan penduduk untuk ikut serta aktif memeriksakan berkembang kembang anaknya di Posyandu. Hasilnya, angka partisipasi masyarakat Desa Tinggarjaya untuk datang ke Posyandu termasuk peringkat atas di Kecamatan Sidareja.
Selain menyasar Balita, Posyandu Desa Tinggarjaya mempunyai Program Bina Keluarga Balita (BKB) yang bermaksud memajukan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran ibu serta anggota keluarga dalam membina berkembang kembang balitanya. Sehingga dalam menunaikan hak tumbuh kembang anak, tidak hanya memeriksa anaknya akan tetapi juga memperbaiki teladan bimbing keluarganya. Keluarga diperlukan mempunyai kesadaran akan pentingnya kesehatan balitanya.
Posyandu Tinggarjaya memiliki acara survei deteksi dini berkembang kembang anak, sehingga kalau ada masalah gizi buruk atau stunting akan diketahui. Ada satu perkara stunting yang ditemukan pada 2018 ialah di Posyandu Melati V Dusun Kedungwringin. Anak tersebut pada usia 33 bulan belum mampu berlangsung dan beraktivitas normal layaknya anak seusianya. Penanganan pun dilakukan oleh para kader di Posyandu Melati V Dusun Kedungwringin Desa Tinggarjaya.
Posyandu Melati V ialah salah satu posyandu yang angka partisipasi masyarakatnya paling tinggi. Kadernya juga aktif. Tingkat kedatangan bayinya mencapai 85–90 prosen setiap bulan. Posyandu Melati V belum mempunyai gedung sendiri sehingga pelaksanaan pelayanan menumpang di rumah Ketua Posyandu Melati V, sekaligus istri Kepala Dusun Kedungwringin.
Untuk mendorong partisipasi aktif warga membutuhkan taktik. Penanganan stunting pun butuh seni manajemen. Kader posyandu menggandeng organisasi masyarakat dan tokoh penduduk untuk memperlihatkan sosialisasi kepada warga. Selain itu kader senantiasa dor to dor menjemput warga ke tempat tinggal-rumah, mengajak ibu-ibu ke Posyandu ataupun memantau kesehatan balita secara eksklusif di rumah warga tersebut. Strategi itulah warga menjadi aktif dan jikalau ada masalah bisa sedini mungkin ditangani.
Contohnya ialah kasus stunting yang didapatkan. Kasus tsunting didapatkan sesudah ada survei deteksi dini. Setelah itu, kader bersama bidan desa mengunjungi rumah anak stunting tersebut. Tim secepatnya melihat keadaan anaknya, keadaan lingkungan dan keluarganya, agar mampu di intervensi sesuai kebutuhan.
Setelah itu, korban diberi kuliner aksesori secara terus-menerus dan dipantau secara terus-menerus. Makanan embel-embel yang diberikan berbentukbiskuit, susu, dan masakan lokal yang mendukung keperluan gizi. Hasilnya, pada usia 41 bulan, korban sudah bisa jalan dan beraktivitas wajar .
Selain derma anggaran, Pemerintah Desa Tinggarjaya memperlihatkan sumbangan ke Posyandu dalam bentuk peningkaan kapasitas kader. Setiap bulan, kader Posyandu diberi penyuluhan ihwal kesehatan dan dibantu sosialisasi acara posyandu bareng tokoh agama dan tokoh penduduk .
Masyarakat mencicipi betul manfaat Posyandu Melati V ini. Mereka makin gampang untuk mengawasi tumbuh kembang anak, mengawasi kesehatan anak, berat tubuh, pinjaman vitamin dan imunisasi. Apalagi lokasinya dekat dengan rumah sehingga dalam mengawasi kesehatan anak lebih maksimal. Selain itu, Posyandu memberikan peluang untuk sharing dengan teman-temannya terkait kesehatan dan tumbuh kembang anak.
0 Response to "Penemuan Posyandu, Desa Tinggarjaya Mampu Atasi Masalah Stunting Di Desa"
Post a Comment