Seluas 9,7 Hektare Bantul Panen Kedelai

Bantul, (Potensidesa.com) – Kelompok Tani Ngudi Makmur Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya kedelai di areal persawahan dusun Nogosari seluas 9,7 hektare.


“Total panen kedelai di bulak Nogosari seluas 9,7 hektare dengan produktivitas rata-rata 1,9 ton kedelai per hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul Yus Warseno usai menghadiri panen raya kedelai di Bantul, Minggu(10/5).


Menurut ia, komoditas kedelai yang dipanen oleh kelompok tani Ngudi Makmur adalah jenis non Genetically Modified Organism (GMO) atau organisme termodifikasi secara genetika, dan ditanam dengan bentuk kemitraan usaha terpadu dan terintegrasi.


“Produktivitas kedelai tersebut termasuk tinggi di atas rata-rata, akhirnya 80 persen premium kelas A, sementara rata-rata produktivitas kedelai di Yogyakarta cuma sekitar 1,3 ton per hektare,” katanya.


Dia mengatakan, pihaknya terus mendorong budi daya flora kedelai di Bantul, sehingga potensi tumbuhan kedelai seluas 700 hektare se-Bantul dapat tercapai di ekspresi dominan tanam 2021.


“Dengan begitu Bantul siap berkontribusi mendukung ketersediaan komoditas kedelai untuk Indonesia,” katanya.


Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sambutan saat acara panen raya kedelai itu mengatakan, merasa senang dan gembira atas kesuksesan para petani di Nogosari, Desa Selopamioro yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Makmur berbagi pertanian komoditas kedelai dengan hasil optimal.


Bupati menyampaikan, pengembangan pertanian di Bantul ke depan akan konsentrasi pada penguatan kemitraan alasannya adalah mampu memberbaiki sistem pertanian dari hulu sampai hilir, mirip dalam kemitraan komoditas kedelai di Nogosari yang kesudahannya diserap perusahaan kawan dengan harga beli sebesar Rp8.500 per kilogram.


“Dengan kemitraan akan juga mengembangkan kualitas pertanian serta memiliki pelanggan yang jelas-terperinci menyerap hasil panen petani sehingga harga terjamin,” kata Bupati.


Oleh alasannya adalah itu, Bupati juga menginginkan semoga ke depan petani terus melakukan penemuan dalam menghadapi modernitas pertanian.


“Kami ajak para petani untuk berinovasi karena pertanian itu meningkat terus sehingga jikalau ada metode gres yang lebih baik ya mesti dapat diaplikasikan,” katanya.


Terpisah, Direktur Kedelai Amirudin Pohan sudah mempunyai seni manajemen dalam menggenjot buatan kedelai tahun ini. Targetnya, bikinan kedelai bisa mencapai 500.000 ton. Rencananya, total penanaman kedelai akan meraih 325.000 hektar lahan.


Menurut ia, dengan tingkat buatan 1,5 ton per hektar maka diperkirakan buatan kedelai setempat mampu meraih 500.000 ton


Kategori lahan yang ditanami kedelai yaitu lahan kering, lahan tadah hujan, lahan tumpang sari dengan jagung dan tebu, serta di lahan perkebunan kelapa sawit yang gres berusia 4 tahun. Lahan penanaman tersebar di berbagai tempat Indonesia, di antaranya Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, jawa Barat, jawa timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tengara Barat, Lampung, Jambi, dan Banten.


“Daerah-daerah ini merupakan pusat kedelai yang selama ini telah ada,” imbuh ia.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mendukung sarat bagi daerah yang masih menggenjot produkis kedelai.


“Yang utama adalah terus memperkuat capaian kedelai, menata kesesuaian animo yang mengalami pergeseran, dan mengawal kontrak pertanaman yang diarahkan untuk dijadikan benih kedelai pada trend berikutnya,”ujarnya.


Ia pun menyertakan salah satu program untuk mendukung kegiatan Produksi Kedelai tahun 2021 yakni Pengembangan Petani Produsen Benih Kedelai (P3BK) guna menjamin penyediaan dan kebutuhan benih kedelai bersertifikat. Ini penting mengingat kebutuhan kedelai berkembangsetiap tahunnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan berbahan baku kedelai. Penyiapan materi baku pangan yang segar perlu dikerjakan dengan memaksimalkan sumberdaya setempat. Hal itu dikerjakan dengan mendorong petani menanam kedelai bersertifikat.


“Kami ingin dengan adanya aktivitas ini penyediaan benih kedelai mampu dilakukan secara insitu,” kata Suwandi.


Sesuai dengan isyarat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk senantiasa mengawal berjalannya segala sesuatu yang menunjang proses produksi pertanian terlebih di era pandemi yang belum kunjung berakhir ini.


(Hum/Ar/chy)


Originally posted 2021-05-10 06:49:31.

0 Response to "Seluas 9,7 Hektare Bantul Panen Kedelai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel