Usung “Satu Rw, Satu Inovasi”, Desa Jati Kulon Jadi Destinasi Studi Banding Desa

Dari 132 desa di Kabupaten Kudus, Desa Jati Kulon merupakan desa yang patut dipertimbangkan. Berkat slogan “Satu RW, Satu Inovasi”, Desa Jati Kulon mempunyai banyak praktik baik penemuan desa. Dalam jangka panjang, inovasi desa itu akan mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Jati Kulon.



Desa Jati Kulon terletak di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Terhitung ada enam program penemuan yang diterapkan di desa dengan baik, ialah Kampung Padang Bulan, Kampung Bunga Citra Lestari, Kampung KB, Kampung Industri, Kampung ASI, dan Kampung Sampah. Setiap tema terkonsentrasikan di satu Rukun Warga (RW) sehingga menjadi ciri khas wilayah tersebut.

























Nama InovasiDesa Tematik: Satu RW, Satu Inovasi
PengelolaPemerintah Desa Jati Kulon
AlamatDesa Jati Kulon,Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah
KontakSugeng Prasetyo (Kepala Desa)
Telepon+62-857-2665-2383

Kampung Padang Bulan dikonsentrasikan di daerah RW 1. Wilayah yang terdiri tujuh RT ini ditata secantik mungkin. Sejak dilaunching, penghijauan mulai digalakkan. Pemerintah Desa Jati Kulon mewajibkan setiap rumah untuk menanam pohon. Aneka kembang-kembang berwarna-warni tampakindah menghiasi daerah ini. Di sini juga ada taman seribu lampion sehingga Kampung Padang Bulan selalu “gemerlap” dan ramai dikunjungi setiap malam Minggu.


MAsyarakat desa mempergunakan keramaian itu untuk melakukan aktivitas ekonomi. Ada kegiatan layaknya pasar malam ketika malam Minggu tiba. Ada yang menyewakan mainan dan menjual kue tempo dahulu. Sambil menikmati indahnya rembulan, masyarakat bisa rekreasi masakan juga. Makanan yang dijual juga fresh dan aman dikonsumsi.


Selanjutnya, inovasi yang terpusatkan di wilayah RW 2, yaitu Kampung Bunga Citra Lestari. Sebelum indah mirip sekarang, dahulu dikenal selaku wilayah yang kumuh dan menjadi daerah langganan banjir. Atas dasar itu penduduk Desa Jati Kulon tergerak untuk mengubah citra (image) itu. Sekarang, di sini telah banyak sumur-sumur resapan. Saat trend penghujan tiba, dikala banjir menerjang, air mampu cepat surut.


Selain itu, ada homestay yang fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang. Kampung Bunga Citra Lestari diketahui dengan kampung yang higienis dan indah sehingga mengantarkan Desa Jati Kulon sebagai Juara I kebersihan tingkat Kabupaten Kudus.


Inovasi berikutnya ialah Kampung Keluarga Berencana (KB) yang terpusat di RW 3. Inovasi ini bermaksud untuk menyadarkan penduduk semoga mampu melaksanakan KB mampu berdiri diatas kaki sendiri. Tanpa dipaksa, masyarakat telah mampu mengatur jarak kehamilannya sendiri sehingga mampu mempunyai anak-anak yang berkualitas.


Inovasi Kampung Industri terpusat di RW 4. Di kawasan ini terhitung banyak perusahaan. Untuk meminimalkan dampak jelek yang ditimbulkan, penduduk berinovasi untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya. Ini dimaksudkan untuk menjadi filter udara kotor yang dihasilkan oleh pabrik. Dengan upaya semacam itu, masyarakat tetap menerima udara yang bersih.


Inovasi Kampung ASI dipusatkan di RW 5. Pemerintah Desa Jati Kulon mewajibkan semua ibu untuk menunjukkan ASI esklusif kepada bayi usia 0-2 tahun tanpa susu formula. Caranya, Pemerintah Desa meminta pernyataan kemampuan dari warga ketika mereka mengorganisir pelayanan manajemen di desa.


Dalam menjalankan program ini, pihak desa dibantu oleh tim kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jati. Selain ASI, Pemerintah Desa Jati Kulon menaruh perhatian pada penurunan angka Balita stunting sampai mendekati angka nol.


Inovasi lainnya adalah Kampung Sampah. Wilayah RW 6 ini menjadi pusat pengelolaan sampah desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Jati Kulon mengelola cukup baik sampah di daerah itu. Bahkan, dalam setahun sudah mampu menciptakan omzet sekitar Rp 35 juta. Mereka bisa mengganti sampah dari persoalan menjadi berkah.


Lewat inovasi ini Desa Jati Kulon menjadi daerah studi kawasan lain. Sudah ada dua daerah yang melaksanakan studi banding wacana pengelolaan sampah. Kades se-Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan dan Tuban Sidoarjo. Desa Jati Kulon juga memiliki prestasi sebagai pemenang Posyandu Lansia Tingkat Jawa Tengah 2018.


Berkat inovasi, Desa Jati Kulon mampu mengangkat martabat masyarakatnya semakin tinggi. Dengan tingkat kesejahteraan yang meningkat, kemiskinan dan pengangguran yang sangat minim, bahkan tidak ada anak yang putus sekolah.


Ini adalah bukti aktual atas Gerakan Desa Membangun Indonesia.


0 Response to "Usung “Satu Rw, Satu Inovasi”, Desa Jati Kulon Jadi Destinasi Studi Banding Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel