Berkat Dana Desa, Desa Baramban Berinovasi Kerjakan Revitalisasi Posyandu Lansia
Jumlah warga usia lanjut di Desa Baramban termasuk tinggi, ialah 20 prosen dari total masyarakat900 jiwa. Pada usia lanjut, seseorang sangat rentan sakit. Karena itu, Pemerintah Desa Baramban merevitalisasi tugas Posyandu tak sekadar mengelola kelompok usia balita dan anak, namun juga kelompok lansia. Berkat Dana Desa (DD), Posyandu lansia yang mati suri dapat dapat berfungsi melayani investigasi kesehatan golongan lansia.
Desa Baramban terletak di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) lansia ini telah dirintis pada 2012, sayang kegiatannya tidak berjalan efektif karena tidak ada biaya operasional. Sejak desa menerima Dana Desa (2015), kendala ketiadaan budget mampu tertuntaskan dengan perlindungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
| Nama Inovasi | Posyandu Lansia |
| Pengelola | Pemerintah Desa Baramban |
| Alamat | Desa Baramban, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan |
| Kontak | Katiman (Plt. Kepala Desa Baramban) |
| Telepon | +62-852-5158-0621 |
Peran Posyandu Lansia sungguh penting alasannya kalangan Lansia sungguh rentan terkena sakit dan penyakit. Masyarakat Desa Baramban sukar mengakses kemudahan kesehatan publik, mirip Puskesmas, alasannya lokasinya cukup jauh dari desa. Kebutuhan utama Posyandu Lansia yaitu tersedianya tenaga medis yang mampu mendampingi acara Posyandu secara berkelanjutan.
Langkah revitalisasi Posyandu Lansia di Desa Baramban dijalankan melalui tiga tahapan. Pertama, tahap perencanaan. Pada tahap ini, pendataan lansia dilaksanakan untuk mengidentifikasi penerima Posyandu. Antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi penerima Posyandu cukup tinggi. Peserta Posyandu Lansia juga lumayan banyak, sekitar 80 akseptor yang aktif.
Setelah itu, pegiat Posyandu merancang acara layanan kader lansia untuk satu tahun, seperti acara Go House Lansia, Happy Birth Day Lansia, dan Senam Lansia. Penentuan daerah layanan akseptor Posyandu Lansia dilakukan berbasis Rukun Tetangga (RT). Sosialisasi acara layanan lansia dilakukan melalui kegiatan arisan ibu-ibu rumah tangga.
Lalu, pegiat dan akseptor Posyandu membuat rencana pertemuan berkala , tergolong merancang seni manajemen pendanaan untuk mendukung program layanan lansia. Sejumlah strategi dilaksanakan mirip menggalang swadaya masyarakat peduli lansia, mengajukan usulan CSR pada perusahaan tambang batubara, dan terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa untuk mendapatkan anggaran dari APBDesa.
Kedua, tahap pelaksanaan. Pada tahap ini pegiat Posyandu melaksanakan acara Go House Lansia, yaitu berkunjung ke rumah-rumah akseptor Posyandu lansia secara terpola. Saat berkunjung, mereka memperlihatkan pelayanan konseling lansia dan layanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga medis dari Puskesmas Piani.
Lalu, ada program Happy Birth Day Lansia, yakni merayakan hari ulang tahun lansia supaya lansia mendapat penghormatan keberadaanya. Selain itu, Posyandu melaksanakan program sehat lansia (senam lansia bekerjasama dengan tenaga kesehatan Puskesmas Piani, tenaga andal gizi, bidan desa).
Ketiga, yaitu tahap penilaian. Pada tahap ini dikerjakan penilaian atas acara/kegiatan yang sudah dijalankan oleh Posyandu untuk mengetahui dampak serta masalah-urusan yang menyertainya. Kegiatan penilaian rutin dikerjakan setiap 3 bulan.
Berkat penemuan Posyandu lansia, golongan masyarakat lansia di Desa Baramban mendapatkan kanal gres untuk menyalurkan keperluan psikologisnya. Sebelumnya kebutuhan itu tidak terfasilitasi secara baik oleh keluarga maupun masyarakat secara lazim. Antusiasme penerima dalam mengikut program Posyandu sangat baik, terhitung ada 70% lansia yang aktif mengikuti layanan-layanan kesehatan yang diberikan Posyandu.
Dampak lain dari Posyandu Lansia yakni kepedulian sosial masyarakat desa pada golongan lansia makin meningkat. Arah kebijakan perencanaan pembangunan desa kian sensitif pada kepentingan golongan lansia yang sebelumnya condong termarjinalkan. Hal itu terlihat dari pertolongan dana dari APBDes hingga 20 juta pertahun.
Pelajaran berharga yang mampu dipetik dari inovasi Desa Baramban yakni pentingnya kepekaan sosial kolektif. Kepekaan sosial kolektif mendorong lahirnya kebijakan pembangunan desa lebih peka dan berpihak pada golongan marjinal, khususnya lansia.
0 Response to "Berkat Dana Desa, Desa Baramban Berinovasi Kerjakan Revitalisasi Posyandu Lansia"
Post a Comment