Bumdes Jaya Aulia, Desa Cirangkong Kembangkan Bisnis Produk Katuk Kering
[et_pb_row admin_label=”row”]
[et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text”]Daun katuk diketahui sebagai sayuran yang anggun untuk memperbesar cairan air susu ibu (ASI) sehingga cocok dimakan oleh ibu yang gres melahirkan dan menyusui. Desa Cirangkong berinovasi membuatkan produk berbahan baku daun katuk untuk pakan ternak sapi perah. Produk ini mampu menambah volume susu sapi. Kini, BUMDes Jaya Aulia Desa Cirangkong tengah membudidayakan tumbuhan katuk seluas 20 hektar untuk memenuhi undangan para peternak sapi perah.
Desa Cirangkong terletak di Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pengembangan produk berbahan baku daun katuk dipelopori oleh Badan Usana Milik Desa (BUMDes) yang bernama Jaya Aulia. BUMDes Jaya Aulia berbagi produk katuk kering sebagai pencampur pakan untuk ternak sapi perah. Berdasarkan pengalaman para peternak sapi perah, pertolongan 100 gram produk katuk kering perhari bisa mengembangkan volume susu berkisar antara 35-40 prosen.
| Nama Inovasi | Produk Pakan Ternak Berbahan Baku Katuk Kering |
| Pengelola | Pemerintah Desa dan BUMDes Jaya Aulia |
| Nama Inovasi | Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat |
| Kontak | Edi Hardi (Ketua BUMDes Jaya Aulia) |
| Telepon | +62-812-2171-5007 |
Saat ini, ada empat varietas katuk yang berhasil dikembangkan adalah varietas Zanzibar, Kebo, Bastar dan Paris. Jenis katuk yang banyak dijual di pasar adalah varietas Bastar dan Kebo. Bahkan, Kebun Percobaan Manoko Lembang sudah melaksanakan pengujian penggunaan katuk untuk sapi perah. Katuk varietas Kebo cocok untuk materi baku pakan ternak, sementara katuk varietas Bastar dan Parisuntuk mempunyai tekstur daun yang lembut sangat cocok dikonsumsi sebagai sayur untuk mengembangkan sumber ASI bagi para ibu menyusui.
Awalnya, tanaman katuk tidak lebih dari tumbuhan sayuran yang pribadi jual ke pasar untuk menyanggupi undangan sayuran segar. Lalu, BUMDes Jaya Aulia memperkenalkan produk katuk kering yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Kalau dijual segar, harga daun katuk itu berkisar antara Rp 3.000-3.500 perkilogram. Sementara jikalau dijual dalam bentuk kering bisa meraih Rp 40.000 perkilogram. Untuk mendapatkan berat kering 1 kg dibutuhkan katuk segar sekitar 4 kg.
Saat ini, seruan produk katuk kering dalam skala cukup besar tiba dari Kabupaten Malang, Bandung, dan Surakarta. Kemampuan BUMDes untuk memenuhi permintaan pasar tersebut memang masih kecil alasannya adalah minimnya luasan lahan. BUMDes Jaya Aulia gres menanam 87.000 batang katuk dalam lahan seluas 5.000 meter persegi sehingga baru bisa memproduksi produk katuk kering 500 kg perbulan.
Ke depan, volume buatan ini akan terus meningkat, dengan makin bertambahnya luas tanam katuk di Desa Cirangkong. Pada 2018, BUMDes Jaya Aulia memperluas lahan untuk budidaya menjadi 20 hektar berkat pinjaman modal Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Cirangkong dari Dana Desa (DD) sebesar 100 juta.
Inovasi yang dipraktikan BUMDes Jaya Aulia menerima apresiasi positif dari sejumlah pihak, seperti Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor, Jawa Barat. Balittro siap menjembatani koordinasi desa dengan Kimia Farma Bandung untuk pengolahan katuk dalam keperluan farmasi.
Sistem pengeringan yang diterapkan oleh BUMDes Jaya Aulia ini masih sangat sederhana, namun jadinya cukup elok. Warna hijau dari daun yang dikeringkan itu masih tetap terjaga. Cara pengeringan yang modernhttps:// menggunakan teknologi simplisia yang telah dikembangkan oleh Balitrro. Simplisia ini bisa menjaga bahan aktif yang berguna yang terkandung di dalam katuk tersebut dan daunya tetap hijau.
Pasar daun katuk ini cukup menjanjikan, baik untuk pasar lokal, maupun pasar ekspor. Desa Cirangkong berharap potensi bisnis bisa mengembangkan tarap perekonomian penduduk desa. Selain kanal permodalan, BUMDes Jaya Aulia membutuhkan tunjangan mesin pengering supaya aktivitas produksi penduduk tidak terkendala pada animo hujan.
Sumber: Tabloid Sinar Tani dan sumber penunjang yang lain[/et_pb_text][/et_pb_column]
[/et_pb_row]
[/et_pb_section]
0 Response to "Bumdes Jaya Aulia, Desa Cirangkong Kembangkan Bisnis Produk Katuk Kering"
Post a Comment