Bumdes Mukti Raharja Produksi Kopi Canggah Jadi Produk Unggulan Desa Cupunagara
Pemerintah Desa Cupunagara mempergunakan Dana Desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mukti Raharja. BUMDes Mukti Raharja bertugas menjual produk unggulan desa, ialah kopi arabika yang diberi merek Kopi Canggah. Inovasi ini mampu membuka lapangan kerja sekaligus mengembangkan pemasukan petani kopi.
Desa Cupunagara terletak di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat ialah salah satu dari 74.957 desa yang mendapatkan Dana Desa. Desa Cupunagara terletak paling ujung di Kabupaten Subang. Untuk masalah kopi, penduduk Desa Cupunagara sudah menanam komoditas ini semenjak lama. Namun, jenis kopi yang ditanam warga hanyalah robusta.
| Nama Inovasi | Kopi Canggah |
| Pengelola | Pemerintah Desa Cupunagara dan BUMDes Mukti Raharja |
| Alamat | Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat |
Baru tiga tahun belakangan, warga desa mulai menanam kopi jenis arabika. BUMDes Mukti Raharja bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Subang mengedukasi warga desa wacana cara menanam dan memetik biji kopi arabika dengan benar.
Penyuluhan ini dinikmati menolong petani kopi. Hasilnya, kopi arabika khas Desa Cupunagara memiliki rasa cantik yang unik sebab ditanam di ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut.
Awalnya sebagian besar petani kopi menjual biji kopi gelondongan ke tengkulak dengan harga ramah biaya. Berkat BUMDes Mukti Raharja, petani bisa mengantongi untung lebih besar bila menjual ke BUMDes.
Pendapatan warga dari bertani kopi meningkat drastis. Harga jual biji kopi di tengkulak hanya di kisaran Rp 5.000 per kilogram. Sementara, BUMDes Mukti Raharja mau membayar biji kopi Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.
Selain harga jual lebih tinggi, pembayaran dari BUMDes juga dilakukan secara tunai dan langsung. Sebelum adanya BUMDes, petani hanya mampu memperoleh Rp 1,5 juta per bulan. Kini, mereka mampu mengantongi Rp 2,5 juta per bulan sebab telah mengetahui cara pengolahan biji kopi arabika.
BUMDes Mukti Raharja gres bangun akhir 2017 dengan unit perjuangan kopi dan air isi ulang galon. Kini, omset BUMDes ini meraih Rp 10 juta per bulannya dari modal permulaan Rp 50 juta yang berasal dari dana desa.
Dengan adanya BUMDes, nilai ekonomi kopi arabika warga Desa Cupunagara naik berkali lipat. Biji kopi arabika dari warga desa dibeli oleh BUMDes selanjutnya dimasak, dibungkus, dan diberi merek Kopi Canggah.
Kopi Canggah sudah dijual ke bar-kafetaria, baik di Kota Subang, Tasikmalaya, Cianjur, maupun Bandung dengan harga Rp 90.000 per kilogram dalam bentuk green bean. Saat ini, BUMDes Mukti Raharja menyediakan kopi arabika natural, semi wash, full wash, dan honey.
Kehadiran BUMDes Mukti Raharja pun membuka lapangan kerja di Desa Cupunagara. Warga desa yang semula bekerja serabutan dikaryakan untuk mengolah kopi. Para pekerja tersebut berhak mengantongi upah Rp 300.000 per minggu.
Besarnya ajakan akan kopi arabika khas Cupunagara membuat BUMDes perlu menertibkan pasokan kopi. Apalagi, panen kopi hanya berlangsung sejak April sampai Juli setiap tahunnya.
Selain permasalahan BUMDes, Pemerintah Desa Cupunagara juga mengalokasikan Dana Desa untuk memperbaiki keadaan jalan desa yang rusak dan belum teraspal. Setelah keadaan jalan desa semakin baik, desa ini mampu memutus belenggu isolasi dari desa lainnya.
0 Response to "Bumdes Mukti Raharja Produksi Kopi Canggah Jadi Produk Unggulan Desa Cupunagara"
Post a Comment