Bumdes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo Ubah Limbah Minyak Goreng Menjadi Pemasukan Asli Desa

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panggung Lestari berinovasi mengolah limbah minyak goreng (jelantah) . Mereka memasarkan produk penemuan desa tersebut pada PT. Tirta Investama (Aqua Danone) sebagai produk campuran bahan bakar. Melalui kerjasama ini, BUMDes bisa mengganti limbah minyak goreng menjadi pendapatan bagi desa, sekaligus meminimalisir pencemaran limbah di sungai.


Desa Panggungharjo terletak di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Persoalan sampah dan limbah terus berkembang seiring pesatnya pertumbuhan pemukiman di desa itu. Banyak warga mencampakkan limbah minyak goreng asal-asalan sehingga mencemari sungai.





























Nama InovasiPengolahan Limbah Minyak Goreng
PengelolaPemerintah Desa Panggungharjo
AlamatDesa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. DI Yogyakarta
KontakWahyudi Dwi Anggoro (Kepala Desa Panggungharjo)
Telepon+62-813-2800-4697
Websitehttp://panggungharjo.desa.id

Minyak goreng habis pakai atau minyak jelantah bantu-membantu mampu kembali digunakan menjadi materi bakar. Lewat proses pemurnian atau refined used cooking oil (R-UCO), minyak jelantah mampu difungsikan sebagai materi bakar alternatif pengganti solar.


Pada 2014, BUMDes Panggung Lestari mulai mengolah limbah minyak goreng menjadi produk adonan bahan bakar bagi industri. BUMDes mengumpulkan minyak jelantah dengan membeli dari masyarakat seharga Rp 4 ribu per liter. Untuk mengumpulkan minyak goreng dari masyarakat dan lingkungan sekitar (pabrik­-pabrik tahu dan restoran), BUMDes membentuk Bank Tigor (tilasan gorengan).


Hingga saat ini ada 1.700 kepala keluarga (KK) yang akan mendukung penghimpunan minyak jelantah itu. Angka itu gres sekitar 18 prosen dari total penduduk 9.300 KK yang berdomisili di desa itu.


Dari angka itu, terlihat bahwa masih banyak penduduk yang kemudian mencampakkan minyak jelantah di dapur yang lalu menjadi limbah rumah tangga. Ia menganggap, limbah rumah tangga yang mengandung minyak jelantah itu potensial mengakibatkan polusi air di sungai.


Untuk memajukan buatan, BUMDES juga mengumpulkan minyak jelantah dari tempat lain seperti Gunung Kidul, Purworejo, dan Temanggung serta industri kuliner mirip rumah makan dan hotel.


Selain untuk menghemat pencemaran lingkungan, acara ini juga untuk menekan peredaran minyak jelantah yang direkondisi dan dipergunakan kembali untuk dimakan. Karena, minyak rekondisi pasti tidak baik bagi kesehatan jikalau dimakan.


Seluruh minyak hasil daur ulangnya selama ini disalurkan untuk keperluan industri, salah satunya yaitu PT Tirta Investama (Danone Aqua). Minyak jelantah yang sudah dimurnikan itu dijual oleh BUMDES seharga Rp 7.250 per liter.


Sementara itu, Danone Aqua sudah memakai minyak jelantah hasil pengolahan BUMDES Panggung Lestari semenjak 2014. Hingga ketika ini, pabrik yang telah memakai materi bakar alternatif ini adalah pabrik di Klaten, Jawa Tengah.


Bahan bakar itu dipakai sebagai bahan bakar campuran pada mesin genset, forklift, dan boiler. Menurutnya, dikala ini volume R-UCO yang dipakai ialah sebanyak 20 prosen dari keperluan total solar untuk peralatan di pabrik. Itu artinya, ketika ini R-UCO masih dioplos dengan solar industri yang beredar di pasaran.


Mulai tahun depan, pabrik di Klaten berencana untuk tak lagi memakai materi bakar oplosan alias akan mengunakan R-UCO 100 prosen. Komitmen itu pun dibuktikan dengan penyaluran bantuan berupa alat produksi yang lebih mutakhir dan mempunyai kapasitas bikinan yang lebih besar. Sehingga, BUMDES Panggung Lestari dapat memajukan mutu serta kuantitas produksinya.


Originally posted 2018-05-22 17:29:45.

0 Response to "Bumdes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo Ubah Limbah Minyak Goreng Menjadi Pemasukan Asli Desa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel