Desa Bincau Muara, Pembangunan Jalan Masuk, Menuju Anak Sungai Martapura Yang Makmur Dan Mampu Berdiri Diatas Kaki Sendiri
Terletak di pinggiran anak Sungai Martapura, Desa Bincau Muara selalu tergenang banjir setiap tahunnya akibat pasang surut air sungai tersebut. Hal ini menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya Desa Bincau Muara. Akan tetapi, dengan kebulatan tekad yang dimiliki, penduduk Desa Bincau Muara bersemangat untuk membangun desanya
agar menjadi lebih baik dengan visi pembangunan desa menuju Desa Sejahtera dan Mandiri.
Komitmen penduduk desa Bincau Muara tersebut menurut hasil musyawarah dan perencanaan pembangunan desa atas banyak sekali macam impian dan impian masyarakat serta dipadukan dengan arah rencana strategis pembangunan jangka menengah Kabupaten Banjar bermuara pada janji bersama untuk menumbuhkan cita-cita terciptanya lingkungan residensial yang terintegrasi lingkungan pertanian dan semakin meningkatnya kompetensi penduduk dalam basis ekonomi inovatif.
Desa Bincau Muara ialah suatu desa di daerah Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dengan luas wilayah 211,05 km2, mempunyai jumlah penduduk 1.526 jiwa yang terdiri atas 445 Kepala Keluarga, 239 warganya mempunyai mata pencaharian selaku petani, dan 206 lainnya menjadi buruh bangunan, penjualdan pengrajin bunga rias pengantin. Desa ini merupakan salah satu dari 25 desa di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dengan jarak tempuh kurang lebih 15 menit dari kota kecamatan.
Untuk Tahun 2017 Desa Bincau Muara mengelola APBDes sebesar Rp1,35 Milyar dengan Dana Desa diterima sebesar Rp758 Juta. Satu hal yang menawan bahwa untuk desa ini, penduduk memperlihatkan bantuan tunjangan/partisipasi dalam PAD.
Sesuai dengan tujuan utama pemerintah dalam menggulirkan Dana Desa yakni untuk membuat kemandirian desa, maka Dana Desa dipakai untuk serangkaian kegiatan pembangunan desa. Berawal dari kondisi geografis Desa Bincau Muara yang terletak di pinggiran anak Sungai Martapura, diperparah dengan kondisi masyarakat yang membangun pemukiman di bantaran sungai yang merupakan jalur hijau, Dana Desa hadir memberikan suatu impian gres untuk terwujudnya sebuah desa yang mendukung kanal masyarakat.
Sesuai dengan janji yang dipegang, masyarakat Bincau Muara berperan aktif dalam mensukseskan Dana Desa. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi masyarakat diberbagai tahapan siklus pengelolaan Dana Desa, dimulai dari Perencanaan sampai dengan Pertanggungjawaban. Pada tahap penyusunan rencana semua keputusan yang diambil sudah menurut hasil musyawarah yang berjenjang semenjak dari lingkungan penduduk terkecil. Dari segi penganggaran penduduk memperlihatkan pertolongan faktual bentuk partisipasi penggalangan dana yang pencatatannya dibukukan selaku unsur Pendapatan Asli Daerah.
Dalam tahapan pelaksanaan utamanya proses pembuatan fisik output yang telah diputuskan, unsur ongkos upah tenaga kerja ditutup dengan kegiatan bahu-membahu penduduk sehingga unsur upah tenaga kerja mampu dihemat. Hal yang tidak kalah pentingnya juga yakni akad masyarakat melakukan pemeliharaan kepada hasil pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakannya pekerjaan.
Salah satu hasil yang dapat dilihat ialah pembangunan jembatan yang semula ialah jembatan kayu menjadi jembatan beton. Jembatan tersebut menjadi terusan penting fasilitas penghubung antara lingkungan hunian dan lokasi lahan pertanian dan pengembangan jalan pemukiman serta jalan usaha tani baru untuk perjuangan tani, yang semula merupakan jalan setapak.
Bentuk positif yang menjadi suatu pencapaian yang hebat dari penggunaan Dana Desa utamanya Bidang Pembangunan ini yakni terbentuknya tempat permukiman baru, dengan telah mulai berpindahnya sebagian warga dari pemukiman wilayah bantaran sungai, ke daerah gres yang aksesnya telah terbuka akibat pembangunan jalan dan jembatan serta terintegrasi dengan lahan pertanian di hamparan depan pemukiman. Sesuai tata ruangnya, bantaran kali memang semestinya diperuntukkan untuk jalur hijau. Lokasi dan lingkungan pemukiman yang pantas, serta mempunyai saluran yang bagus dapat meningkatkan mutu kehidupan penduduk .
Sementara itu, untuk mendukung Bidang Pemberdayaan Masyarakat, utamanya Peningkatan Ekonomi Kreatif, warga masyarakat diberikan training antara lain menjadi pengrajin bunga rias pengantin. Dengan berbagai kegiatan yang dikerjakan, kemandirian penduduk dibutuhkan berkembangDalam hal ini warga menjadi lebih berdikari dan
kian memajukan aktivitas perekonomian sehingga keinginan menjadi Desa Sejahtera dan Mandiri bukan cuma angan.
Menilik Desa Bincau Muara, salah satu hal yang dapat dijadikan pelajaran ialah bagaimana komitmen penduduk besar lengan berkuasa penting dalam kesuksesan pengelolaan Dana Desa. Keikutsertaan penduduk dalam banyak sekali tahapan acara semenjak perencanaan, pelaksanaan hingga dengan pertanggungjawaban perlu menjadi teladan untuk desa-desa lainnya.
0 Response to "Desa Bincau Muara, Pembangunan Jalan Masuk, Menuju Anak Sungai Martapura Yang Makmur Dan Mampu Berdiri Diatas Kaki Sendiri"
Post a Comment