Desa Calabai Kembangkan Rekreasi Desa Melalui Konservasi Biota Laut
Desa Calabai berinovasi menyebarkan rekreasi desa dengan melestarikan terumbu karang dan biota laut. Komitmen ini dituangkan dalam Peraturan Desa Calabai Nomor 4 Tahun 2013 ihwal Konservasi Terumbu Karang dan Penetasan Penyu. Inovasi desa ini mampu mengusung dua misi sekaligus, yaitu ekologi dan ekonomi. Kekayaan terumbu karang mampu dilestarikan, penduduk dapat memajukan ekonomi keluarga, dan pemerintah desa memperoleh aksesori Pendapatan Asli Desa (PADes).
Desa Calabai terletak di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Desa Calabai berada dalam kawasan Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora sehingga mengemban peran untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dengan baik.
Sayang, sebagian nelayan masih mencari ikan dengan memakai bom ikan sehingga menghancurkan ekosistem dan biota laut, tergolong keberlangsungan terumbu karang. Tindakan nelayan di atas mengakibatkan populasi ikan semakin rendah.
| Nama Inovasi | Ekowisata Terumbu Karang dan Biota Laut |
| Pengelola | Pemerintah Desa dan BUMDes Calabai |
| Alamat | Desa Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat |
| Kontak | Syaifudin Juhri, S.Pd (Kepala Desa Calabai) |
| Telepon | +62-813-3889-3878 |
Selain itu, tingkat abrasi pantai meningkat tajam akhir terumbu karang yang rusak. Terumbu karang ialah penahan arus gelombang yang paling mahir.
Melihat keadaan di atas, Pemerintah Desa Calabai bersusah payah untuk melestarikan potensi terumbu karang dan spesies biota laut. Di sisi lainnya, kegiatan pelestarian akan berhasil jika bisa memajukan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat Desa Calabai bermusyawarah membicarakan gagasan itu. Desa Calabai mempunyai 50 hektar daerah terumbu karang yang kalau dikelola dengan baik mampu mendongkrak ekonomi penduduk desa.
Akhirnya, Pemerintah desa dan BPD menyusun Peraturan Desa untuk melindungi terumbu karang dan penetasan penyu sehingga biota maritim tetap terjaga dan tidak punah. Maka, lahirlah Peraturan Desa Calabai Nomor 4 Tahun 2013 perihal Konservasi Terumbu Karang dan Penetasan Penyu.
Untuk memajukan ekonomi masyarakat, pada 2015 BUMDes Calabai mendirikan usaha wisata desa yang mengusung rancangan ekowisata dan edukasi. Karena desain ekowosata masih gres, Pemerintah desa dan BUMDesa Calabai bersusah payah berguru dan mencari gosip perihal manajemen pengelolaan perjuangan ekowisata dan konservasi terumbu karang.
Pemerintah Desa menyosialisasikan konsep pengelolaan kesempatanterumbu karang terhadap masyarakat lewat musyawarah desa. Nama spot wisata terumbu karang yakni “Konservasi Rayuan Terlarang”.
Sejak 2015, Pemerintah desa mengalokasikan dana dari APBDes sebesar 135 juta rupiah untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang perjuangan ekowisata desa.
Secara berkala , Pemerintah Desa Calabai mengadakan pagelaran wisata konservasi pada dikala hari jadi desa, HUT Kabupaten Dompu, dan peringatan hari besar yang lain guna mengundang masyarakat dan pihak-pihak peduli terumbu karang untuk melaksanakan transplantasi terumbu karang.
Penerapan metode transplantasi melalui media besi dan beton sukses memperbesar lebih 25 persen terumbu karang dari lima spesies berbeda pada zona konservasi.
Pemerintah Desa melatih para pengurus BUMDesa biar mengorganisir unit perjuangan ekowisata bahari secara baik. Kini, BUMDesa Calabai sudah memiliki peralatan rekreasi wahana air, mirip penyewaan speedboat, sampan viber, banana boat, dan peralatan snorkeling.
Inovasi Desa Calabai mampu melestarikan terumbu karang dan biota bahari dalam zona konservasi seluas 50 hektar. Tingginya partisipasi penduduk menciptakan para nelayan tidak mengangkap ikan dan mencari telur penyu di tempat konservasi.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Calabai dengan memberi santunan modal untuk BUMDesa sebesar 100 juta rupiah.
Pengembangan ekowisata juga bisa meningkatnya penerimaan orisinil desa. Nama Desa Calabai kian populer selaku destinasi rekreasi berbasis ekowisata terumbu karang dan spesies ikan hias bahari di Kabupaten Dompu.
0 Response to "Desa Calabai Kembangkan Rekreasi Desa Melalui Konservasi Biota Laut"
Post a Comment