Desa Pandak Kelola Aset Desa Jadi Wahana Wisata Internasional
Desa Pandak berinovasi mengorganisir aset desa sampai menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) sampai 2 milyar rupiah. Angka itu menunjukkan adanya peningkatan PADes Pandak puluhan kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Desa Pandak terletak di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Besarnya PADes yang bisa mereka kelola menjadi modal dasar bagi Pemerintah Desa Pandak untuk mempekerjakan penduduk dan memajukan desa.
| Nama Inovasi | Kawasan Wisata Desa Skala Internasional |
| Pengelola | Pemerintah Desa Pandak |
| Alamat | Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah |
| Kontak | Rasito (Kepala Desa Pandak) |
| Telepon | +62-822-2645-6390 |
| Website | https://pandak.desa.id |
Pada 2017, Desa Pandak masuk sebagai salah satu 150 desa unicorn di Indonesia. Kini, Desa Pandak tidak hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, namun telah menjadi perhatian tingkat nasional.
Berbagai inovasi yang lain, baik di bidang pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan dan pembangunan, telah mereka lakukan. Perubahan tersebut tak dapat dilepaskan dari jerih payah, kreativitas, dan terobosan sang kepala desa, Rasito. Bahkan, pada periode pertama kepemimpinannya, ia sukses menjalin koordinasi dan kemitraan dengan aneka macam investor lokal dan luar negeri.
Ambil acuan, bareng perusahaan asal Korea, Rasito mengubah sawah tadah hujan milik desa menjadi tempat rekreasi kelas internasional. Pada 2013 aset desa itu hanya memberi pendapatan ke desa sebesar 15 juta perhektar. Kini aset itu bisa memberi 150 juta perhektar karena dikembangkan selaku kawasan rekreasi dengan tata cara persetujuansewa.
Pengembangan tempat wisata memiliki dampak pada kemandirian desa, sekaligus penyediaan lapangan pekerjaan bagi pengangguran dan peningkatan kesejahteraan penduduk . Tak sebatas itu, Desa Pandak juga mulai diketahui hingga luar negeri.
Langkah Pemerintah Desa Pandak dalam mengembangkan aset desa bukan tanpa hambatan. Pihak kepolisian pernah melakukan investigasi atas kelayakan perizinan pembangunan kawasan wisata. Pemeriksaan berlangsung hingga dini hari. Namun, Pemerintah Desa Pandak bisa menerangkan kebijakan tersebut sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum. Akhirnya, program dapat meneruskan planning yang sedang berjalan.
Dinamika di atas, bagi Pemerintah Desa Pandak bukan dianggap selaku kendala untuk mewujudkan impian besar memajukan desa dan memberdayakan masyarakatnya. Tantangan tersebut justru menjadi penyemangat untuk melangkah kembali secara lebih berhati-hati.
Di lahan seluas 11 hektare, Pemerintah Desa Pandak akan mendirikan Pabrik Wig (rambut artifisial) dan lokasi wisata Dreamland. Sebelumnya, pemerintah desa telah mengembangkan kemitraan dengan wahana The Village dan The Forest Island. Keberadaan sentra ekonomi gres ini sukses menyerap sekitar 400-an tenaga kerja dari Desa Pandak dan sekitarnya.
Selain pariwisata, salah satu acara kebanggan Desa Pandak yaitu Program satu rumah satu sarjana. Program tersebut dibiayai dari hasil BUMDes. Ada 30 mahasiswa yang telah diwisuda dari 40 mahasiswa yang telah masuk dalam pembinaan desa.
Program Satu rumah Satu Sarjana akan mengubah cara pandang masyarakat Desa Pandak. Peningkatan kualitas sumber daya manusia akan terbangun sinergi dengan kesempatan yang ada, tergolong pengelolaan SDA dan lapangan kerja yang tersedia.
Sebenarnya Desa Pandak bisa menggaji perangkat desa sampai Rp 8,5 juta per bulan. Namun kebijakan itu belum mampu dilaksanakan alasannya masih menunggu dan menyesuaikan dengan Peraturan Bupati.
Inovasi yang dilaksanakan Desa Pandak bisa memberi inspirasi desa-desa lain untuk melakukan studi tiru. Desa Pandak terus menyebarkan virus inovasi ke seluruh Indonesia untuk merealisasikan desa yang berdikari dan maju.
0 Response to "Desa Pandak Kelola Aset Desa Jadi Wahana Wisata Internasional"
Post a Comment