Desa Penolih Kembangkan Kerajian Sapu Sabut Kelapa Selaku Produk Unggulan Desa
Dusun Penudupan diketahui sebagai sentra pengrajin sapu lantai. Sebagian besar warga mengolah sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sapu lantai yang ciamik. Meski pasar yang mampu digarap gres pasar lokal, omset pemasaran mencapai 2.000 buah perminggu.
Dusun Penudupan terletak di Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Data Desa Penolih (2017) mencatat dusun ini dihuni oleh 260 KK dan 90 prosen warga menekuni usaha pengrajin sapu sabut kelapa. Usaha ini sudah berkembang selama puluhan tahun dan menjadi mata pencaharian utama penduduk .
| Nama Inovasi | Kerajinan Sapu Sabut Kelapa |
| Pengelola | Pemerintah Desa Penolih |
| Alamat | Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah |
| Kontak | Sosro Purnomo (Kepala Desa Penolih) |
| Telepon | +62-852-9107-5479 |
Desa Penolih memang cocok untuk tumbuhan pohon kelapa. Sebelum masyarakat menekuni usaha di atas, sabut kepala cuma dibiarkan menggeletak di area kebun laksana sampah. Pada permulaan 2005, Karsidi, warga lokal, mulai mengolahnya menjadi tali. Bermulai dari tali, beliau dan sejumlah warga mulai mengolah sabut kelapa yang telah kering menjadi sapu lantai.
Saat memulai usaha, Karsidi memproduksi sapu hanya dibantu oleh istri dan 3 orang karyawan. Kini, dia diketahui sebagai pengepul sapu sabut kelapa yang dibuat warga lainnya. Setiap ahad, Karsidi menjual ribuan sapu ke Pasar Ajibarang, Bumiayu, Banjarnegara, Brebes, tak terkecuali pasar setempat Purbalingga.
Proses pengerjaan sapu cukup lama. Untuk menghasilkan sabut yang anggun, kulit buah kelapa direndam di air sekitar dua ahad. Lalu dilakukan proses pemukulan memakai palu biar air meresap hingga dalam kulit buah. Setelah itu dikerjakan proses pemukulan dengan palu kayu untuk penghalusan. Sabut kelapa yang sudah halus dikeringkan hingga kadar air sangat rendah.
Untuk membuat satu buah sapu cukup memerlukan 1-2 kulit buah kelapa tua. Kulit buah kepala diolah untuk diambil sabutnya. Sapu sabut kelapa bikinan Dusun Penudupan diketahui anggun, besar lengan berkuasa, dan baka sehingga disukai para pembeli.
Sekarang, suplai materi baku dari setempat sudah tidak memadai. Bahan baku sudah dipasok dari luar Kecamatan Kaligondang, mirip Kecamatan Kejobong, Pengadegan, dan Bobotsari.
Harga sapu sabut kelaa terbilang sungguh murah, mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 9.000,- tergantung versi dan ukurannya. Untuk meningkatkan gairah para pengrajin, Pemerintah Desa Penolih mendorong sapu sabut keltiapa sebagai produk unggulan desa. Lewat acara pemberdayaan penduduk , kualitas dan kemasan sapu semakin ciamik dan berkelas.
Baryati, Pengelola bralink.id, Pegawai Negeri Sipil di Kecamatan Kaligondang, Purbalingga
Originally posted 2018-05-16 10:02:33.
0 Response to "Desa Penolih Kembangkan Kerajian Sapu Sabut Kelapa Selaku Produk Unggulan Desa"
Post a Comment