Tambatan Perahu, Desa Pagatan Besar Pantau Dan Amankan Kawasan Hutan Mangrove

Desa Pagatan Besar mempunyai kawasan hutan mangrove sebab lokasi desa terletak di bibir pantai. Hutan mangrove berfungsi menjaga kestabilan garis pantai, melindunginya dari abrasi, dan penyangga untuk menghalangi instrusi air bahari. Selain itu, hutan mangrove menjadi sumber makanan penting bagi invertebrata pemakan bahan pelapukan, yang selanjutnya dalam rantai makanan, menjadi kuliner bagi hewan-binatang yang lebih besar seperti ikan bahari, udang, dan hewan maritim lainnya.


[youtube https://www.youtube.com/watch?v=3BUj04tnjPc]

Penanaman api-api sehingga membentuk hutan mangrove yang luas di sepanjang pesisir pantai di Desa Pagatan Besar mulai dilakukan secara intensif pada 2016 sesudah desa ini bergabung dengan sebuah group pelestarian mangrove.

























Nama InovasiPengamanan hutan mangrove
PengelolaPemerintah Desa Pagatan Besar
AlamatDesa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
KontakSamdiani (Kepala Desa)
Telepon+62-822-5498-0630

Perbedaan api-api dan bakau bisa dilihat dari dua hal. Pertama, akar api-api berada di dalam tanah, sedangkan akar bakau berada di atas tanah. Kedua, api-api mampu berkembang pada ekosistem dengan kadar garam tinggi, sedangkan bakau hanya mampu pada kadar yang rendah, payau atau muara sungai.


Bibit api-api yang ditanam sering gagal berkembang alasannya disapu sampah yang hanyut ke pantai, untuk mencegahnya dibuat segitiga pengaman yang dibuat dari kayu ataupun sisa-sisa kayu besar. Pagar dari kayu, bambu dan tali pengaman juga dibuat sepanjang areal hutan demi menangkal masuknya sapi atau hewan ternak lain yang biasa makan daun api-api.


Pemantauan kepada pertumbuhan flora api-api dijalankan lewat tambatan perahu yang dibangun sampai ke batas pantai, sekaligus menjadi lokasi swaphoto bagi para pengunjung yang ingin melihat pantai dan sunset. Tambatan ini, ada yang dibangun dengan budget acara Kementerian dan Dinas Kelautan dan Perikanan, ada juga yangmenggunakan Dana Desa.


Sekitar 100 meter dari batas pantai, juga sudah dibentuk petak-petak pembibitan api-api dengan luas ubinan masing-masing 2m X 2m atau 4 m2. Hutan mangrove ini diharapkan mampu mendorong berkembangnya usaha budidaya ikan bahari selaku sumber penghasilan nelayan, sekaligus menjadi destinasi wisata alternatif di Kabupaten Tanah Laut.


Hutan mangrove di Desa Pagatan Besar ini berjarak sekitar 80 km dari Banjarmasin. Sekitar 2 jam perjalanan dari Banjarmasin atau setengah jam dari dari gerbang obyek wisata Pantai Takisung. Selain mampu menjadi obyek rekreasi alternatif bagi yang senang bertualang dan peduli dengan pelestarian lingkungan, budidaya ikan juga dapat dikembangkan pada areal perairan di sekeliling hutan mangrove ini. Edukasi juga mampu dilakukan sehingga para hadirin mampu mengetahui dan praktek bagaimana pembibitan,  penanaman dan pemeliharaan mangrove dijalankan.


Originally posted 2018-05-16 09:08:09.

0 Response to "Tambatan Perahu, Desa Pagatan Besar Pantau Dan Amankan Kawasan Hutan Mangrove"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel