Desa Pintar : Penyelesaian Percepatan Pembangunan Di Indonesia

Untuk merealisasikan Indonesia maju di kurun depan, desa perlu dibekali dengan kemampuan memanfaatkan teknologi isu. Kementerian Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Miskin dan Keimigrasian (Kemendes PDTT) sudah mencanangkan desain smart village atau desa pintar. Konsep smart village akan mengubah desa-desa di Indonesia menjadi lebih siap menghadapi kurun depan. Internet merupakan salah satu sarana untuk mencapai perkembangan tersebut.


Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa PDTT atau Gus Menteri sapaan akrabnya, pernah memaparkan rancangan desa pintar pada sebuah potensi . Menurutnya desa cerdas yakni pengembangan desa berbasis penerapan teknologi sempurna guna. Melalui penerapan teknologi ini diharapkan desa tersebut mampu menjangkau aneka macam hasil terobosan sehingga lolos untuk masuk kategori desa berdikari. Gus Menteri mendefinisikan desa cerdas sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya melalui pemanfaatan teknologi dalam segala aspek pembangunan desa. Desa pandai merupakan salah satu cara untuk merealisasikan desa mampu berdiri diatas kaki sendiri.


Pengertian Desa Cerdas


Untuk disebut “cerdas, smart, cendekia”, suatu desa mesti mampu memanfaatkan Internet of Things (IoT) secara optimal. kesanggupan jaringan internet untuk memungkinkan aneka macam perangkat berinteraksi dan bertukar gosip. Desa memakai IoT untuk meningkatkan ekonomi pedesaan. Desa berakal mengandalkan Internet of Things (IoT), jadi pergantian paling besar terletak pada proses digitalisasi, tetapi semua itu mesti dikoordinasikan dengan tradisi dan budaya desa, supaya proses pembangunan desa bisa adil dan merata. sejalan dengan dinamika masyarakat desa.


Konsep kampung akil (Smart Village) ini ialah inisiatif berbasis komunitas untuk memanfaatkan teknologi berita bagi penduduk pedesaan. Inisiatif tersebut bermaksud untuk menginspirasi dan mengedukasi masyarakat setempat dengan menggerakkan kekuatan kolektif masyarakat dari berbagai ras/etnis dan profesi, mendorong terselenggaranya acara pelayanan publik berkualitas yang terintegrasi dengan teknologi berita dan komunikasi (TIK) untuk memperlihatkan manfaat sebesar-besarnya bagi penduduk pedesaan menjinjing keuntungan.


Sebagai desain yang diinisiasi oleh Gerakan Desa Membangun, konsep tersebut hadir sebagai upaya percepatan pembangunan desa dengan meningkatkan kearifan, kesejahteraan dan kerukunan masyarakat lokal. Desa mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Dinas Desa PDTT konsentrasi pada penguatan pemberdayaan masyarakat, akuntabilitas dan pembangunan berbasis daerah.


6 pilar desa cerdas
6 pilar desa pandai

Program Desa Cerdas


Program Desa Cerdas memiliki enam pilar, yakni Tata Kelola Cerdas, Masyarakat Cerdas, Lingkungan Cerdas, Hidup Cerdas, Ekonomi Cerdas, dan Mobilitas Cerdas. Keenam pilar tersebut dijelaskan selaku berikut:


Tata Kelola Cerdas


Tata Kelola Cerdas atau Smart Governance yaitu sebuah rancangan yang bermaksud untuk mewujudkan peningkatan kinerja pelayanan publik, birokrasi pemerintah, dan efisiensi kebijakan publik. Penerapan manajemen cerdas perlu ditopang oleh penerapan teknologi gosip untuk mengembangkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik.


Masyarakat Cerdas


Masyarakat Cerdas atau Smart Society adalah rancangan dimana masyarakat mendayagunakan teknologi dengan baik. Penggunaan teknologi ini menjadi sangat penting alasannya adalah untuk mendukung kehidupan manusia. Berkat penggunaan teknologi dengan baik, manusia dapat melaksanakan efisiensi dan membuatkan peradaban.


Lingkungan Cerdas


Lingkungan Cerdas atau Smart Environment yaitu rancangan pengelolaan lingkungan dengan memakai peranan teknologi di dalamnya. Teknologi ini diwujudkan dengan melindungi lingkungan, energi higienis terbarukan, dan tata kelola sampah yang baik. Konsep ini mengajarkan warga untuk menciptakan lingkungan yang sehat, indah, higienis, asri dan rapi, serta mempertahankan lingkungan desa secara berkesinambungan untuk generasi mendatang.


Hidup Cerdas


Hidup Cerdas atau Smart Living yakni suatu konsep yang mengajarkan tatanan kehidupan manusia biar lebih baik. Manusia mendayagunakan teknologi untuk menunjang kehidupannya dalam segala aspek.


Ekonomi Cerdas


Ekonomi pandai atau Smart Economy yakni konsep dimana manusia mendayagunakan teknologi untuk mengembangkan kesejahteraannya. Peranan teknologi ini diharapkan agar lebih membuat lebih mudah dan mempercepat roda perekonomian penduduk . Bantuan teknologi sungguh terasa untuk skala perjuangan mikro, kecil, menengah, bahkan usaha besar.


Mobilitas Cerdas


Mobilitas Cerdas atau Smart Mobility yakni rancangan dimana peranan teknologi dipakai dalam pembangunan fisik. Pembangunan tersebut antara lain untuk angkutandan telekomunikasi. Transportasi yang ramah lingkungan dibutuhkan untuk menanggulangi pemanasan global. Telekomunikasi yang baik diperlukan agar masyarakat di desa dapat terhubung dengan dunia.


Pilar-pilar tersebut di atas, mampu dikaitkan satu dengan yang lainnya, sehingga tidak menutup kemungkinan satu acara mengusung lebih dari satu pilar.


Gagasan dari Gerakan Desa Membangun


Penerapan konsep desa cerdas sudah menjadi usang diusung oleh Gerakan Desa Membangun. Melalui penggunaan teknologi, desa-desa mampu membangun dirinya sendiri tanpa menanti uluran tangan pihak lain.


Salah satu desa yang menjadi pionir dalam adalah Desa Melung. Desa ini telah menggunakan teknologi berita sejak 2011 untuk terhubung dengan masyarakat luar. Desa Melung menjadi panutan bagi banyak desa yang belajar dalam melaksanakan digitalisasi


 



 



Karena keberhasilan penerapan desain desa pandai ini, Kementrian Desa PDT kesudahannya meluncurkan program desa cerdas untuk diduplikasi ke 3.000 desa di seluruh indonesia. Diharapkan 3.000 desa ini dapat menularkan terhadap desa yang lain sehingga terjadi percepatan pembangunan.


 


Master of Trainer Desa Cerdas


Sebanyak 380 orang mengikuti pembekalan Master of Training (MoT) yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Rabu hingga Jumat (28/9 sampai 7/10, 2022). Digelar di Red Roof Hotel Pecenongan, Jakarta. Kemenhub ini ialah kelanjutan dari program Desa Cerdas tahap pertama untuk melanjutkan acara tahap kedua.


MoT melibatkan beberapa organisasi penduduk sipil, tergolong Perkumpulan Desa Lestari, Yayasan Penabulu, Semut Nusantara dan Gedhe Nusantara. Beberapa perguruan tinggi tinggi antara lain Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Unismu dan UNY juga dilibatkan. Kementerian Desa PDTT juga mengundang forum-lembaga di bawah sponsornya mulai dari Ditjen hingga Balai Besar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi beberapa kota di Indonesia.


“Acara ini ialah ajang pembekalan bagi para calon koordinator yang akan menjadi koordinator aktivitas duta digital desa dan pendampingan teknis kader. Acara ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan beberapa koordinator yang hendak mengajar Bimbingan Teknis,” ujar Helmiati, Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing (Pusdaing) Kemendes PDTT, dikala membuka program Kemendesa, Kamis (29/9/2022).


Pengembangan Desa Cerdas


Calon moderator tiba dari banyak sekali provinsi untuk melengkapi tim moderator yang terpilih tahun lalu. Koordinator akan menawarkan panduan teknis kepada duta dan kader digital di lebih dari 1.000 program desa berilmu Fase 2 di seluruh provinsi di Indonesia.


Akbar Bahaulloh, Direktur Utama PuskoMedia Indonesia yang mewakili Gedhe Nusantara dan Gerakan Desa Membangun, mengatakan kampanye ini membutuhkan banyak fasilitator untuk mewujudkan rencana desa arif tahap kedua. “Fasilitator memiliki peranan penting dalam mendampingi para Duta Digital dan Kader Digital. Harapannya, jangan sampai intisari acara ini jadi tidak tersampaikan untuk menyingkir dari mangkraknya program yang manis ini”. terperinci Akbar.


Selama 10 hari, penerima diberikan bahan untuk 4 modul utama adalah Konsep Desa Cerdas, Pengembangan Desa Cerdas untuk Tata Kelola Desa yang Baik, Pilar Desa Cerdas, dan Desain Berbasis Pengguna untuk Desa Cerdas.


“Kami sebagai fasilitator bertugas memandu para akseptor. Para peserta sudah memiliki banyak pengalaman dalam mendampingi desa, sehingga perlu ditularkan ke peserta lainnya. Ada banyak masukan dari para akseptor baik dalam metodologi penyampaian bahan kepada Duta dan Kader Digital, sampai penyempurnaan materi yang terdapat pada modul. Para penerima saling berdiskusi dan berlatih dalam memberikan intisari supaya nantinya siap untuk melatih Duta Digital dan Kader Digital.” Imbuh Akbar.


 



0 Response to "Desa Pintar : Penyelesaian Percepatan Pembangunan Di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel