Desa Selat Mendaun, Masyarakat Sehat Dengan Flora Obat Keluarga

Desa Selat Mendaun terbentuk pada Tahun 2012. Usianya gres 5 Tahun. Sebuah desa yang berada di dataran rendah. Sebagian besar kawasan desa dikelilingi oleh maritim dan pohon bakau. Karenanya, sebagian daratan desa ini ialah lahan gambut.


Desa Selat Mendaun ialah salah satu desa di Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Pada kurun 2016 sampai dengan 2022, desa ini dipimpin oleh Maksum, selaku Kepala Desa, membawahi 4 Rukun Warga (RW), 2 Dusun dan 10 Rukun Tetangga (RT).


Luas wilayahnya ± 814,99 ha, dengan batas wilayah ialah sebelah Utara berbatasan dengan Desa Parit, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tanjung Batu Kecil, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Parit dan sebelah Timur memiliki batas dengan Kelurahan Lubuk Puding.


Letak Desa Selat Mendaun 15 km dari Kabupaten Karimun. Sedangkan menuju pusat kecamatan berjarak 7 km. Perjalanan menuju Desa Selat Mendaun dari Ibukota Kabupaten Karimun maupun Ibukota Provinsi Tanjung Pinang ditempuh memakai sarana transportasi bahari.


Jumlah Penduduk Desa Selat Mendaun pada Januari tahun 2016 sebanyak 915 jiwa dengan kepadatan 0.89/Ha. Tingkat usia penduduk adalah 0 hingga dengan 15 tahun sebanyak 239 jiwa, 15 sampai dengan 15 tahun sebanyak 614 jiwa dan 65 tahun ke atas sebanyak 62 jiwa.


Infrastruktur jalan pada Desa Selat Mendaun terdiri dari jalan aspal dengan lebar sekitar 2 m sepanjang 6 km dan jalan tanah sepanjang 6,4 km. Jalan yang relatif sempit ini hanya mampu dilalui dengan sepeda motor roda dua dan sepeda motor kolam (roda tiga) selaku alat angkut barang dan komoditas pertanian.


Pendapatan asli Desa Selat Mendaun diperoleh dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp350 juta, dan Dana Desa (DD) sebesar Rp 818 juta. Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 yang bersumber dari APBD, seluruhnya berupa belanja modal untuk memenuhi kebutuhan perkantoran.


Desa Selat Mendaun belum dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa mengingat BUMDes belum mampu dibuat. Belum dibentuknya BUMDes karena adanya hambatan kekurangan SDM baik mutu maupun kuantitas untuk jabatan pimpinan BUMDes.


Adapun Dana Desa (DD) tahun 2017 yang bersumber dari APBN dipakai untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 568,5 juta dan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 250 juta. Dana Desa yang dipakai untuk pembangunan infrastruktur yakni untuk membiayai pembangunan drainase jalan, pendalaman tali air, pembangunan tembok penahan tanah, pengerasan jalan, penambakan jalan, pembangunan sangkar lembu, pembangunan tambak ikan, dan rehabilitasi kapal pompong untuk transportasi siswa.


Adapun Dana Desa yang digunakan untuk pemberdayaan penduduk ialah untuk membiayai pembinaan golongan menjahit, kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok ternak lembu, training TPK/PTPKD, serta pembentukkan BUMDes (penyertaan modal).


Salah satu acara yang bersumber dari Dana Desa tahun 2016 ialah berupa pemberdayaan penduduk utamanya ibu-ibu PKK dalam mengurus Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam rangka mengembangkan kesehatan masyarakat.


Desa Selat Mendaun mendapatkan nominasi sebagai desa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tingkat nasional tahun 2017. Nominasi ini diperoleh atas keberhasilan Desa Selat Mendaun dalam upaya mengembangkan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pemberdayaan penduduk terutama ibu-ibu PKK melalui pelayanan kesehatan tradisional yang berorientasi pada upaya menyehatkan yang sakit dan menjaga yang sehat sekaligus meningkatkan mutu hidup masyarakat.


Upaya untuk mengembangkan kesehatan yang bersumber daya dari masyarakat sejalan dengan Pasal 70 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 perihal Pelayanan

Kesehatan Tradisional pada wacana pemberdayaan masyarakat, yang antara lain menertibkan bahwa masyarakat mampu melaksanakan perawatan kesehatan secara mampu berdiri diatas kaki sendiri dengan

memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Keterampilan secara benar.


Keberhasilan pengelolaan alokasi Dana Desa ini dibutuhkan mampu mengubah paradigma penduduk desa yang semula lebih memilih pengobatan kuratif untuk berikutnya beralih menjadi pengobatan promotif dan preventif. Hal ini akan membuat pengelolaan kesehatan yang efisien dan efektif bagi keluarga dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya dengan memanfaatkan TOGA dan ketrampilan, sehingga diperoleh keluarga sehat secara mandiri.


Selain pengelolaan Tanaman Obat Keluarga, Desa Selat Mendaun juga merintis budidaya tumbuhan cabai. Selama ini komoditas cabai didatangkan dari luar kawasan desa yang

memiliki efek pada tingginya harga cabe di Desa Selat Mendaun.


Dengan dibudidayakannya tumbuhan cabai, maka masyarakatDesa Selat Mendaun dapat menghemat pengeluaran untuk keperluan memasak. Dalam 2 hingga 3 tahun mendatang, tumbuhan cabe dibutuhkan dapat menjadi komoditas unggulan Desa Selat Mendaun untuk dijual ke wilayah lain melalui BUMDes, sehingga mampu memperbesar Pendapatan Desa.


Keberhasilan Desa Selat Mendaun dalam pengelolaan Dana Desa tidak hanya pembangunan secara fisik (infrastruktur) saja, melainkan juga dalam upaya memajukan kesehatan dan pencegahan penyakit, sekaligus meningkatkan kualitas hidup penduduk .


Proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Selat Mendaun memang meningkat pesat semenjak bergulirnya Dana Desa. Maklum, pemasukan paling besar APBDes, memang berasal dari Dana Desa. Demikian kisah sukses Desa Selat Mendaun dalam pengelolaan Dana Desa. Membangun fisiknya, juga mempekerjakan masyarakatnya.


0 Response to "Desa Selat Mendaun, Masyarakat Sehat Dengan Flora Obat Keluarga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel