Desa Sendangsari, Ragam Industri Dan Kerajinan Yang Berdaya Saing Tinggi

Sendangsari yakni salah satu Desa Budaya di Kabupaten Kulon Progo dengan luas wilayah 1.080 Ha. Desa Sendangsari mempunyai kontur tanah yang berisikan dataran rendah dan pegunungan. Jumlah penduduk desa ini pada simpulan tahun 2016 sebanyak 10 ribu jiwa. Desa Sendangsari memiliki website resmi, adalah http://sendangsari.pengasih.kulonprogokab.go.id.


Tahun ini, Sendangsari mendapat dana desa sebesar 1,4 miliar rupiah dan sejauh ini telah dipakai untuk kegiatan dibidang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Pendapatan Asli Desa Sendangsari yang paling besar bersumber dari hasil usaha Perumdes Binangun Sendang Artha.


Sebagian besar warga Desa Sendangsari bekerja selaku petani. Selain itu, banyaknya pohon kelapa di Sendangsari mendorong sebagian warga untuk melakukan pekerjaan sebagai wiraswasta pengrajin sabut kelapa. Kerajinan sabut kelapa, yang dibentuk di antaranya: sapu, tampar, dan keset. Kerajinan tersebut memiliki kualitas yang bagus dan bahkan telah diekspor.


Selain kerajinan, dana desa mendukung kreativitas dari Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Dahlia yang menghasilkan tepung garut, tepung singkong, emping, kudapan manis kering seperti nastar dan eggroll, dawet, jenang garut, dan lain sebagainya.


Untuk pemasaran, UPPKS Dahlia melakukan pekerjaan sama dengan Pusat Kajian Makanan Tradisional Universitas Gadjah Mada, Progres Jogja, dan beberapa supermarket seperti Mirota Kampus Jogja, dan Sidoagung Wates. Hasil olahan tersebut pernah menenteng UPPKS Dahlia menemukan juara I tingkat Nasional.


Sendangsari juga menggunakan dana desanya untuk mendukung perjuangan budidaya ulat sutra daun singkong yang memiliki mutu yang tidak kalah dengan ulat sutra daun murbai. Untuk saat ini, penjualan masih dalam bentuk coccon yang belum diolah. Hasil budidaya USS (Ulat Sutra Daun Singkong) di Sendangsari direncanakan akan dikembangkan dalam bentuk pemintalan benang dan tenun kain sutra.


Sendangsari memiliki kawasan wisata Pring Ori yang menyuguhkan perpaduan antara indahnya alam pedesaan dengan hamparan sawah yang luas menghijau. Nama Pring Ori diambil dari nama setempat sebuah kawasan di Pedukuhan Pereng yang mempunyai lingkungan alam yang masih asri dan cocok dikembangkan selaku rekreasi kurang pandai.


Wisata Pring Ori dikembangkan atas inisiatif warga setempat dengan pertolongan dana desa, yang peduli dengan kelestarian sungai dan lingkungan serta mengimbangi keberadaan wisata-wisata yang sudah ada seperti Waduk Sermo dan Kalibiru.


Selain pemberdayaan penduduk , pemerintah desa juga memperlihatkan perhatian yang besar dalam pengentasan kemiskinan dengan melaksanakan kegiatan Bedah RTLH, jambanisasi, dan pembinaan kewirausahaan.


Sendangsari juga mempertahankan transparansi pengelolaan keuangan desa dengan memampangkan APBDes Desa Sendangsari di depan pintu masuk halaman kantor desa.


0 Response to "Desa Sendangsari, Ragam Industri Dan Kerajinan Yang Berdaya Saing Tinggi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel