Desa Senga Selatan: Mappideceng, Perpustakaan Berbasis Internet

Dana Desa menjadi penyemangat pembangunan yang berfaedah bagi kehidupan warga desa. Desa Senga Selatan dapat mengoptimalkan program edukasi kepada warga dengan keberadaan Perpustakaan Mappideceng dan program kampung inggris yang merencanakan warga untuk meningkatkan desa di lalu hari.



Secara administratif, Desa Senga Selatan terletak di kawasan Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Akses ke desa ini termasuk mudah dengan lokasi yang relatif erat dengan sentra kota.


Jarak tempuh desa ke ibukota kecamatan adalah 2 km yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak dari ibukota kabupaten yakni 2,5 km yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 13 menit.


Luas kawasan Desa Senga Selatan ialah 820 Ha, dengan detail berbentuktanah sawah seluas 197 Ha, tanah kering seluas 352 Ha, perkebunan seluas 256 Ha dan akomodasi biasa dengan luas 15 Ha.


Adapun perjuangan yang menjadi mata pencaharian pokok warga desa ialah bertani dan berkebun dengan hasil utama Kakao dan Kelapa. Di samping itu, sektor perikanan melalui tambak Ikan dan serta budidaya rumput maritim juga menjadi pilihan lain di samping sektor peternakan sapi, kambing dan ayam potong.


Pada tahun 2017, Desa ini mendapatkan kucuran dana desa sebesar Rp797 juta. Pada pencairan tahap I, dana desa tersebut telah dipergunakan sebesar Rp475,6 juta (99.44%) dengan capaian output sebesar 68.68%. Dengan realisasi pencairan dan capaian output tersebut di atas, maka desa Senga Selatan sudah semestinya mendapatkan pencairan tahap II.


Namun sebab syarat pencairan yakni laporan konsolidasian, maka desa Senga Selatan harus bersabar menunggu desa lainnya yang belum menuntaskan laporan pertanggungjawaban keuangannya.


Untuk dana desa tahun 2016 lalu, sebagian besar masih dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang berupa perintisan jalan dengan panjang 850 meter dan lebar 5 meter. Berikutnya yaitu pembuatan jembatan kayu yang menghubungkan Dusun Walenna sampai ke Muara Walenna yang dikala ini masih dalam tahap penyelesaian.


Terkait prioritas pembangunan untuk tahun 2017, Kepala Desa Senga Selatan, Abdul Samad melakukan pembangunan 1 (satu) unit Gedung Taman Kanak-kanak. Berikutnya adalah pembangunan drainase di Dusun Kalobang sepanjang 420 meter yang sudah selsai 100%. Diikuti dengan pembangunan drainase di Dusun Labulawang sepanjang 247 meter yang saat ini masih dalam proses solusi.


Adapun untuk dana desa tahun 2017 yang sudah dikucurkan bagi desa Senga Selatan, telah dipakai untuk melaksanakan pembangunan 96 unit jamban keluarga (WC) yang tersebar di 4 dusun, termasuk menciptakan sumur gali 1 unit.


Dengan acara tersebut, Abd. Samad berharap di tahun 2017 tidak ada lagi warga desa Senga Selatan yang tidak mempunyai jamban keluarga.


Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Abd. Samad menambahkan bahwa di Desa Senga Selatan mempunyai Majelis Taklim, PKK, Kader Posyandu dan Karang Taruna yang aktif dengan acara masing-masing.


Untuk menunjang kesuksesan program, maka para pengurus aktif aktivitas pemberdayaan masyarakat tersebut diberikan insentif, tergolong insentif kepada seluruh pegawanegeri desa mulai Kepala Dusun, sampai staf di Kantor Desa Senga Selatan sebagai penghargaan atas kinerja mereka dalam membangun Desa Senga Selatan.


Salah satu tolak ukur kesuksesan dalam mengurus dana desa ialah adanya faedah dan prestasi kasatmata yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Hal yang membedakan Desa Senga Selatan dengan desa lainnya yaitu adalah kepedulian yang tinggi akan pendidikan dan pemberdayaan SDM masyarakat desa.


Di antara wujud aktual tersebut yaitu kedatangan perpustakaan desa ‘Mappideceng’ yang menjadi wadah bagi penduduk desa Senga Selatan dalam menyalurkan minat membaca sekaligus sarana edukasi gratis untuk semua kalangan.


Bahkan, perpustakaan Desa ‘Mappideceng’ yang dilengkapi dengan akomodasi internet nirkabel ini sempat meraih predikat Juara I Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi dan turut mewakili Provinsi Sulsel dalam kontes perpustakaan desa/kelurahan tingkat nasional.


Di samping itu, Abd. Samad selaku Kepala Desa juga berinovasi lewat program “Kampung Inggris” yang membina tidak kurang dari 30 anak, mulai tingkat sekolah dasar hingga tingkat SMA yang dibuatkan agenda belajar dan dibina pribadi oleh Tenaga Asing yang sering berkunjung ke Desa Senga Selatan.


Meski tidak menetap di Luwu, Tenaga Asing yang berasal dari Lembaga Peduli Pendidikan asal Prancis ini secara bergiliran tiba dan membina Kampung Inggris yang disiapkan oleh Abd. Samad di samping kediaman pribadinya.


Kegiatan yang mulai digagas tahun 2016 kemudian ini terbukti mampu memajukan minat anak usia sekolah. Meski masih terbilang sederhana, upaya keras untuk menghadirkan fasilitas berguru yang tenteram bagi belum dewasa peserta Kampung Inggris terus dilaksanakan secara sedikit demi sedikit.


Sejumlah alokasi Dana Desa tahun 2017 yang telah dikucurkan untuk aneka macam program training dan peningkatan kualitas SDM bagi para tenaga pengelola desa seolah menjadi bold statement dari Pemerintah Desa Senga Selatan bahwa mencerdaskan penduduk merupakan unsur penting dalam keberhasilan spirit “Desa Membangun”, bukan lagi sekedar “Membangun Desa”.


Desa Senga Selatan menjadi bukti aktual kesuksesan pemanfaatan Dana Desa. Hal ini tampakdari tersebarnya proyek yang didanai dengan dana desa mulai dari infrastruktur yang diharapkan warga sampai acara-program pemberdayaan masyarakatnya.


Diolah dari Kisah Sukses Dana Desa: Lilin-Lilin Cahaya di Ufuk Fajar Nusantara, Kementerian Keuangan, Jakarta: 2017


0 Response to "Desa Senga Selatan: Mappideceng, Perpustakaan Berbasis Internet"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel