Desa Sungai Bakau Besar Laut, Penguatan Perikanan Kelautan Dan Pipanisasi Air Higienis
Desa Sungai Bakau Besar Laut berada di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL) bangun bersahabat dengan pesisir Laut Cina Selatan. Desa ini mampu ditempuh dengan jarak sekitar ± 50 km dari Ibukota Povinsi Kalimantan Barat dan sekitar ± 10 km dari Ibukota Kabupaten Mempawah.
Wilayah desa seluas 1.338 ha itu terbagi menjadi 360 ha tanah sawah, 285,2 Ha tanah kering, 460 ha tanah perkebunan, 2,8 ha kemudahan lazim, dan 230 ha tanah hutan yang sebagian besar yakni hutan mangrove. Hutan mangrove itu sekarang sedang dirintis untuk menjadi objek pariwisata yang nantinya menjadi pemasukan bagi desa. Pembangunan jalan setapak sudah mulai dilakukan dengan memakai materi baku kayu lokal.
Desa SBBL memiliki masyarakatdengan jumlah 4.319 jiwa yang terdiri atas 2.213 laki-laki dan 2.106 perempuan. Penduduk Desa SBBL sebagian besar bekerja selaku nelayan dan petani. Dari hasil perikanan, diperoleh hasil 19 ton setiap tahunnya dari usaha perikanan baik laut, payau, dan darat. Sementara dari hasil pertanian, diperoleh sekitar 37 ton setiap tahunnya berupa padi, jagung, cabai, ubi kayu, dan beberapa hasil pertanian dari tata cara tumpang sari.
Untuk tahun 2017, Desa SBBL mendapatkan Dana Desa sebesar Rp 842,5 Juta. Sesuai dengan karakteristik daerahnya sebagai penghasil perikanan (nelayan) dan pertanian, maka Dana Desa digunakan utamanya pada pertolongan terhadap nelayan dan petani di samping juga untuk perbaikan akses jalan desa, penyediaan dan penyaluran air baku.
Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangannya, mulai tahun 2016 Desa SBBL telah memakai Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) dengan training dan kerjasama dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat.
Selain itu, transparansi pengelolaan APBDes ditunjukkan dengan pemasangan banner besar di halaman kantor Kepala Desa SBBL yang memuat gosip lengkap tentang penerimaan dan penggunaan dana APBDes.
Pemerintah Kabupaten Mempawah menunjuk Desa SBBL selaku salah satu desa yang berhasil dalam mengorganisir Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Keberhasilan Desa SBBL menggunakan Dana Desa diukir sejak tahun 2015 dengan diperolehnya penghargaan Desa Membangun Indonesia (DMI) dengan urutan III terbaik untuk kategori desa.
Dua program strategis yang cukup menarik perhatian dari tim penilai, yaitu pengelolaan Dana Desa yang dialokasikannya untuk program nelayan dan pipanisasi air bersih, dinilai sangat sempurna dan sukses diaplikasikan di lingkungan masyarakat Desa SBBL.
Keberhasilan Desa SBBL mempergunakan Dana Desa 2017 ditunjukkan dalam perbaikan dan sumbangan fasilitas dan prasarana yang berperan penting dalam peningkatan kemakmuran warganya, utamanya pada para nelayan dan petani.
Pemberian sumbangan kepada nelayan berupa alat tangkap ikan, adalah jala dan rawai/alat pancing. Agus Wijaya selaku nelayan peserta santunan bangga atas dukungan itu.
“Kami sungguh terbantu dengan adanya Dana Desa. Sebelum mendapat dukungan dari Dana Desa, hasil tangkapan kami cuma cukup untuk keperluan sehari-hari saja. Akan namun, semenjak menerima pemberian Dana Desa, hasil tangkapannya menjadi makin meningkat, bahkan bisa menabung” paparnya.
Sementara itu, pinjaman pinjaman kepada petani dilaksanakan dalam bentuk tunjangan berbentukSarana Produksi Padi (Saprodi). Kabar baik juga disampaikan Musta’ain, petani Desa SBBL. Beliau mengatakan, “Sebelum ada bantuan dana desa, panen padi kami hanya 3,5 ton per ha, alhamdulillah semenjak mendapatkan tunjangan, hasil panen meningkat menjadi 5,2 ton per ha.”
Program pipanisasi air higienis yang menjadi trademark keberhasilan desa ini juga dilakukan pada tahun 2017. Pipanisasi air baku yang diperoleh dari sumur bor (yang dibentuk dengan dana desa tahun 2016) dilanjutkan sehingga air dari sumur bisa langsung disalurkan ke setiap rumah masyarakatdesa. Tentunya hal ini memudahkan warga dalam perolehan air tanpa mengambilnya dahulu dari sumur.
Usaha pembangunan fasilitas air higienis untuk desa juga dikerjakan dengan penyediaan fasilitas penampungan air hujan sebagai sumber air baku yang digunakan warga untuk kebutuhan dasar air.
Tersedia sekitar 80 kolam penampung air hujan dengan kapasitas sekitar 1.100 liter yang digunakan untuk sekitar 5 kepala keluarga. Hal ini karena belum masuknya air PDAM ke wilayah tersebut.
Selain proram program diatas, pembangunan rabat beton sepanjang 502 meter yang merupakan jalan masuk penting bagi penduduk desa juga dilaksanakan. Jalan itu dipakai sebagai penghubung antar rumah warga dan membuat lebih mudah saluran ke jalan utama yang sebelumnya becek dan kotor apabila hujan.
Kesuksesan pengelolaan Dana Desa pada Desa SBBL ditunjukkan dari dipenuhinya kebutuhan warga desa atas akses jalan, ketersediaan air bersih dan pinjaman sarana bagi nelayan (jala dan rawai) dan petani (saprodi).
Kesukesan tersebut merupakan hasil positif dari sinergi seluruh pihak. Komitmen kepala desa membangun desa dengan tunjangan segenap perangkat desa, pihak vertikal, dan seluruh warga desa tentunya mengarah pada pertumbuhan Desa SBBL.
0 Response to "Desa Sungai Bakau Besar Laut, Penguatan Perikanan Kelautan Dan Pipanisasi Air Higienis"
Post a Comment