Hasil Panen Menurun, Desa Wonokerto Gelar Sekolah Lapang Iklim Tebu
Tebu merupakan kesempatanDesa Wonokerto yang sangat menjanjikan, bahkan di masa lalu daerah ini diketahui sebagai pusat tebu. Sayang, satu dasawarsa terakhir hasil panen pertanian tebu selalu menurun. Ada banyak aspek penyebabnya, khususnya muncul hama gres akhir perubahan iklim. Pemerintah Desa Wonokerto menggandeng USAID untuk membuka Sekolah Lapang Iklim (SLi) Tebu untuk meningkatkan kesanggupan para petani dalam budidata tebu.
Desa Wonokerto terletak di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Proses kegiatan belajar-mengajar di SLI Tebu berjalan setiap bulan. Kegiatan ini disertai oleh golongan tani, kalangan cowok, dan pengawas lapangan dari dinas terkait. Tenaga pengajar berasal dari tenaga profesional dari Dinas Pertanian untuk pendampingan teknis dan Badan Meteorologi Klimatologi, Geofisika (BMKG) untuk pembelajaran masalah cuaca.
USAID berperan sebagai lembaga yang menjembatani dan mengkoordinasikan acara SLI Tebu dengan dinas-dinas terkait. Bahkan, Program SLI Tebu juga mendapatkan bantuan pendanaan dari forum tersebut.
Capaian sekolah lapang iklim sampai pada pertemuan ke 8 dikala ini, hasil penanaman bibit tebu unggulan bersertifikat sudah siap di panen, serta sudah ada reservasi dari kelompok tani di desa lain dan proses pengajuan akta pun telah akhir.
Sekolah lapang iklim memberi pelajaran pada petani bahwa teknologi dan wawasan pertanian mampu membantu kenaikan hasil, seperti membaca iklim agar waktu tanam sempurna dilakukan. Selain itu, desa dapat berafiliasi dengan pihak ketiga untuk peningkatan kapsitas hasil pertanian di desanya.
Kontak Informasi:
Ahmad Muzaki (081335822219)
Diolah dari Inovasi Desa Kabupaten Malang
0 Response to "Hasil Panen Menurun, Desa Wonokerto Gelar Sekolah Lapang Iklim Tebu"
Post a Comment