Inilah Cara Bertani Padi Yang Benar Dan Sederhana

Padi ialah tanaman yang sungguh penting bagi kita. Karena dari padilah yang mau menciptakan beras. Beras itu sendiri adalah masakan pokok kita. Kita akan mengulas cara bertani padi yang benar. Karena menanam padi haruslah dengan penanganan yang benar jikalau tidak seluruhnya akan gagal. Berikut cara bertani padi yang benar.


1. Memilih bibit yang paling unggul


Sebelum memulai menanam padi, hal pertama  yang mesti dilaksanakan yaitu mempersiapkan benih. Dalam mempersiapkan benih padi juga harus memperhatikan mutu dari benih tersebut. Berikut tindakan memilih hibrida.


• Persiaplan benih padi. Kita bisa menerimanya di Toko Tani terdekat.


• Rendam benih padi dengan air.


• Perhatikan benih padi tesebut. Tentu ada yang tenggelam dan mengapung.


• Saringlah benih yang mengapung.


• Dan yang terakhir seleksilah benih yang tenggelam tadi. Karena bibit yang tenggelam itu adalah benih yang berisi itu artinya benih yang bagus.


2. Menyiapkan lahan untuk padi


Lahan sungguh diperlukan dalam hal bercocok tanam. Lahan juga harus diperhatikan kondisi tanahnya. Berikut ini hal yang perlu kita kerjakan untuk mengolah laham yang sesuai untuk menanam padi.


• Bersihkan rumput-rumput yang hendak dipakai untuk lahan menanam padi.


• Airi tanah dengan air yang mengalir. Agar tanah menjadi lunak.


• Bajaklah tanah dengan traktor atau kalau tak punya kita bisa mengguanakan mesin bajak mini.


• lalu siram tanah semoga menggenangi air.


• Biarkan selama 14 hari agar racun didalam tanah ternetralisir.


3. Tahap menanam padi


Tahap berikutnya adalah menanam padi. Menanam padi juga harus dijalankan dengan benar. Sebelum itu kita mesti merencanakan bibit yang hendak di tanam.


• Rendam benih hingga muncul kecambah.


• Semai bibit ke lahan penyemaian.


• Perhatikan ciri-ciri dari padi tersebut. Apabila batang bagian bawah sudah membesar dan keras bibit siap dipindahkan ke lahan penanaman.


• Kemudian masukkan bibit tadi kedalam lubang yang sudah disediakan. Satu lubang untuk satu benih saja.


4. Merawat padi


Setelah melalui proses menanam.Tentu kita perlu merawat flora biar hasil yang dibutuhkan sesuai impian.


• Lakukan penyiangan agar padi bebas penyakit yang hendak menyerang tanaman padi.


• Pengairan sungguh dibutuhkan. Namun mesti memperhatikan dosis air supaya tidak kekurangan dan keunggulan.


• perlindungan pupuk juga sangat penting untuk flora padi. Setelah umur padi 7-15 hari berikanlah pupuk urea dan TSP dengan takaran 100:50 perhektar.


• Pada umur 20-25 hari dilakukan pemupukkan lagi. Dengan memakai pupuk urra dan phonska. Untuk dosis yang diperlukan 50:100 perhektar.


5. Membasmi hama


Tumbuhan padi tidak akan lepas dari hama yang menganggu pertumbuhannya. Dari itu kita perlu membasmi hama.


• Saat melakukan penanaman. Petani mesti menjarakkan tanaman padi. Gunanya untuk menghalangi hama wereng. Jika sudah terkena hama ini. Yang perlu dilaksanakan yakni mengganti flora dengan flora lainnya.


• Memasang orang-orangan untuk mencegah hama burung.


• Melepaskan ular untuk menghalangi tikus merusak tanaman padi.


• Menyemprotkan peptisida ke daerah yang terjangkit hama walang sangit.


6. Panen


Proses yang terakhir adalah memanen padi. Kita bisa mengenali kapan panen padi bisa dijalankan. Dengan mengenali ciri-ciri Daunnya telah menguning dan gabah mulai rontok.


• Letakkan  yang telah dipanen di atas alas yang kering.


• Rontokkan bulir-bulir padi dari tangkainya.


• Setelah itu jemur bulir-bulir padi sampai 3 hari atau hingga kadar airnya kering.


• Setelah lewat proses pengeringan. Simpanlah bulir padi di kawasan yang bersih dan kering.


Itulah cara bertani padi yang benar. Agar menciptakan mutu padi yang cantik. Selamat menjajal dan biar bermanfaat.


0 Response to "Inilah Cara Bertani Padi Yang Benar Dan Sederhana"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel