Jamasan Pusaka Sebagai Perayaan Maulud Nabi

Banyumas, Potensi Desa – Memperingati Maulud Nabi, pengurus Museum Kalibening di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas berkala menyelengarakan Jamasan Pusaka. Kegiatan tahunan ini berkala diselenggarakan pada tanggal 14 Robiul Awal, atau sehari sesudah Maulud Nabi.


Sutrimo, laki-laki 37 tahun yang merupakan putra dari Juru Kunci Makam Kalibening dan juga pengurus Museum Kalibening ini, mengungkapkan perhitungan hari diselenggarakannya acara Jamasan Pusaka ini menurut Aboge atau Alip Rebo Wage. “Menurut perkiraan Aboge, hari Rabu ini (11/15) ialah tanggal 13 Robiul Awal. Sementara berdasarkan Hijriyah, sekarang telah masuk tanggal 14 Robiul Awal,” katanya sembari menyiapkan daftar program yang dia tulis pada secarik kertas.


Trimo juga menjelaskan bahwa acara hari ini hanya Penjamasan Pusaka saja. “Untuk penghitungan pusaka sudah dijalankan semalam mulai pukul 00:00. Jadi untuk hari ini hanya pembersihan dan pencucian pusaka-pusaka yang sudah terkumpul semalam,” lanjut pria yang juga berprofesi sebagai perangkat desa di Desa Dawuhan.


Edi Mulyanto (33), pemuda yang merupakan saudara juru kunci makam Kalibening, menambahkan bahwa ada beberapa pusaka yang mesti dibersihkan apalagi dulu sebelum dijamas. “Beberapa pusaka seperti keris dan tombak mesti dibersihan apalagi dahulu sebelum dijamas,” katanya sembari mengambil bangku plastik dan duduk di sebelah Trimo.


Edi juga menambahkan perihal proses pembersihan pusaka-pusaka tersebut. “Pusaka-pusaka tersebut direndam memakai air kelapa muda selama tiga hari. Tujuannya untuk menetralisir karat dan juga racun yang melekat pada pusaka-pusaka tersebut,” ungkap cowok yang berprofesi selaku petani tersebut.


Siang yang cukup terik dan cerah mengiringi dimulainya pembukaan acara Jamasan Pusaka. Rombongan pembawa pusaka berbaris rapi sembari menggendong pusaka-pusaka yang dikemas dengan kain putih. Barisan pembawa pusaka yang berisikan pemuda, pria paruh baya, serta perempuan paruh baya, berpakaian rapi dan seragam. Di belakang mereka, terdapat rombongan pengiring yang membawa tetabuhan seperti rebana, yang nantinya akan membawakan Sholawat selama perjalanan menuju Sumur Pesucen.


Acara Jamasan Pusaka kesudahannya dimulai dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh Rudin Sholeh Muhammad sebagaiwakil ketua panitia Jamasan Pusaka, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Dawuhan, Titi Bariah. Setelah itu sambutan dari perwakilan Dinporabudpar Banyumas, Carlan, sekaligus pelepasan rombongan Pembawa Pusaka dengan simbolis penyerahan salah satu pusaka, yaitu tombak kepada salah satu pembawa pusaka.


Setelah acara pelepasan, rombongan pembawa pusaka menuju ke Sumur Pesucen Kalibening yang berjarak sekitar 500 meter dari Museum. Jalanan batu yang menanjak dan juga tertata menjadi medan dikala menuju lokasi penjamasan. Sumur Pesucen Kalibening berada di komplek Makam leluhur Kalibening, atau sebelah barat dari Museum Kalibening.


jamasan pusaka
jamasan pusaka

Sesampainya di lokasi penjamasan, seluruh pusaka yang dibawa oleh rombongan pembawa pusaka dicuci dengan air sumur tersebut. Prosesi penjamasan pusaka dipimpin oleh Juru Kunci Pusaka. Setelah higienis, pusaka-pusaka tersebut kembali dikemas memakai kain putih dan dibawa ke Makam Eyang Kalibening yang berjarak sekitar 100 meter ke arah timur dari lokasi penjamasan.


Di Makam Eyang Kalibening ini, pusaka-pusaka tersebut disowankan dan juga para rombongan melaksanakan doa bareng . Setelah tamat, rombongan menjinjing pusaka-pusaka tersebut menuju Museum untuk dijemur dan dibersihkan.


Saat proses penjemuran, Rudin membacakan jumlah pusaka yang bertambah dan menyusut. Beberapa pusaka yang bertambah seperti Buis, Batu Akik, Gelang Kayu, Keris, Keris Cundrik Kecil, Pahat atau Bethel, Tasbih, serta Tasbih Batu Tunggal. Untuk pusaka yang berkurang yakni Batu beraneka ragam warna, Kayu Mimang, Kemenyan Madu, Mata Uang, serta Batu Belah.


Rudin (51) yang dijumpai sesudah tamat program Jamasan Pusaka menerangkan bahwa penghitungan pusaka tersebut menurut jumlah tahun sebelumnya. “Penghitungan jumlah pusaka tahun ini berdasarkan penghitungan pusaka tahun sebelumnya. Makara bisa dikenali jumlah pusaka tersebut bertambah atau menyusut,” tuturnya.


Estiko Aji Saputro


0 Response to "Jamasan Pusaka Sebagai Perayaan Maulud Nabi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel