Jamkesdes Dan Bapak Angkat Kesehatan, Desa Pengenjek Beri Layanan Terusan Kesehatan Pada Warga Miskin

Sejak 2010, Pemerintah Desa Pengenjek, Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat membuat acara Jaminan Kesehatan Desa (Jamkesdes) bagi penduduk yang tidak mendapatkan Jamkesmas. Pada 2017, Pemerintah Desa Pengenjek menggulirkan acara uji coba Bapak Angkat Kesehatan untuk mengambil alih Jamkesdes yang rampung 2016. Hasilnya, warga desa yang kurang mampu masih bisa menerima layanan perawatan kesehatan.


Pada 2010, masih banyak warga desa Pengenjek yang belum menemukan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), jumlahnya lebih dari separuh warga. Sering terjadi keterlambatan dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian kepada ibu, anak, maupun penderita sakit yang lain alasannya alasan tidak mampu.

























Nama InovasiJamkesdes dan Bapak Angkat Kesehatan
PengelolaPemerintah Desa Pengenjek
AlamatDesa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
KontakIrawan Susiandi (Kepala Desa Pengenjek)
Telepon+62-818-0376-2491

Karena argumentasi ongkos pula, jarang warga yang melaksanakan investigasi dini terhadap penyakit yang dideritanya. Untuk itu, Pemerintah Desa Pengenjek mengambil jalan keluar untuk menghemat beban warga, sekaligus mendorong pentingnya pemeriksaan dini terhadap penyakit.


Akhirnya, pada 2010. Pemerintah Desa menciptakan program Jamkesdes yang lalu dilanjutkan dengan program Bapak Angkat Kesehatan yang diujicoba pada 2017.


Layanan Jamkesdes diawali dengan komitmen untuk menganggarkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mengatasi persoalan dalam kesenjangan bantuan layanan kesehatan dan menanggulangi permasalahan investigasi dini. Pemerintah Desa berkonsultasi dengan Puskesmas Bonjeruk untuk bekerjasama dalam acara Jamkesdes tersebut.


Dalam Jamkesdes, Desa akan menanggung separuh biaya perawatan opname warga desa Pengenjek di Puskesmas Bonjeruk. Lalu, Puskesmas menagihkan biaya tanggungan penderita tersebut ke pihak pemerintah desa setiap bulan. Pihak Pemerintah Desa kemudian mengeluarkan Surat Rekomendasi terkait biaya perawatan opname bagi warganya.


Sayang acara Jamkesdes tidak berlangsung lama sebab hadirnya Surat dari Kemendagri No. 412.2/9183/BPD per 28 Desember 2015 wacana Tindak Lanjut Rakernis Pengelolaan Keuangan Desa dan Surat Edaran Bupati Lombok Tengah ihwal Pengelolaan Keuangan Desa per April 2016, Dana Desa tidak diperbolehkan bagi sumbangan dukungan tunai kepada individual/individu melainkan harus lewat forum, maka Program Jamkesdes di Desa Pengenjek dihentikan.


Pemerintah Desa berdiskusi mencari penyelesaian untuk membantu warga tetap menerima layanan kesehatan, sehingga tercetus gagasan Bapak Angkat Kesehatan mulai 2017. Bapak Angkat Kesehatan ini yaitu upaya untuk mengajak warga desa yang mampu untuk menawarkan subsidi pengobatan terhadap warga miskin yang sakit secara sukarela dan insidensial. Hingga ketika ini, terdapat puluhan warga yang bersedia menjadi Bapak Angkat Kesehatan di Desa Pengenjek.


Program Jamkesdes Desa Pengenjek mampu menghemat angka akhir hayat ibu dan anak, memotivasi penduduk untuk melaksanakan investigasi dini kepada penyakit, dan menunjukkan jalan masuk pada layanan kesehatan bagi warga miskin. Kedepan, perlu dicari penyelesaian untuk melanjutkan program subsidi ongkos kesehatan bagi warga desa tidak mampu yang belum memperoleh jaminan kesehatan dan jaminan sosial.


Originally posted 2018-06-04 09:31:11.

0 Response to "Jamkesdes Dan Bapak Angkat Kesehatan, Desa Pengenjek Beri Layanan Terusan Kesehatan Pada Warga Miskin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel